Bahaya Meludah Sembarangan

Ada jenis jenis penyakit yang ditularkan melalui ludah, Anda sebaiknya waspada.

Health

Anda perlu berhati-hati jika menemukan orang yang meludah sembarangan. Jangan sampai ludah orang lain mengenai kita atau sebaliknya, karena bisa saja bakteri atau virus penyebab jenis jenis penyakit ada di dalamnya.

Air liur atau ludah adalah cairan tubuh yang terdapat di mulut. Sebenarnya cairan ini sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh karena membantu mulut tetap lembap dan membantu pencernaan. (www.webmd.com, 11 April 2015). Selain itu, air liur juga berfungsi untuk membersihkan makanan dari lapisan mulut dan membantu menumbuhkan lapisan gigi yang rusak.

Meski demikian, dalam kondisi tertentu air liur atau ludah juga ternyata bisa menularkan penyakit. Ada beberapa bakteri atau virus penyakit yang betah hidup di air liur misalnya influenza, batuk, tuberculosis (TBC), herpes, hingga hepatitis B. Adapun cara penularan melalui ludah bisa terjadi secara kontak langsung seperti saat berciuman, saat orang lain meludah, dan melalui udara. (www.betterhealth.vic.gov.au, 11 April 2015)

Saat berciuman, air liur akan secara langsung bercampur dengan air liur pasangan. Maka, apabila ada bakteri atau virus tertentu, akan sangat mudah menularkan jenis jenis penyakit tertentu. Demikian juga jika meludah sembarangan, akan memungkinkan membawa penyakit apabila ada tetesan yang mengenai anggota tubuh. Apalagi jika tetesan ludah orang yang berpenyakit langsung terhirup dan masuk ke paru-paru melalui udara.

Untuk itu, ada beberapa cara jika Anda ingin menghindari penularan penyakit melalui air liur.

  • Pertama, hindari berciuman saat menderita penyakit menular seperti batuk, influenza, atau TBC.
  • Kedua, apabila Anda sedang menderita batuk atau influenza, jangan meludah sembarangan. Pakailah tisu untuk membuangnya atau lakukan di atas wastafel.
  • Ketiga, rajin menjaga kebersihan mulut dan area sekitarnya.

Untuk mengetahui jenis jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui air ludah dan mencegah tertular penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan.

Sebarkan artikel ini pada relasi Anda melalui jejaring sosial dan berikan komentar Anda pada kolom di bawah ini.

Leave a Reply