Kisaran Biaya Rapid Test COVID-19 di Berbagai Instansi

Asuransi KesehatanHealth

Biaya rapid test virus corona umumnya berkisar mulai dari Rp60- 150 ribu. Hingga saat ini sudah banyak instansi Kesehatan yang menyediakan tes ini.

Jumlah kasus penderita COVID-19 selalu bertambah setiap harinya. Hal ini membuat pemerintah khawatir karena dapat menyebabkan cluster penularan yang semakin meluas. Untuk mengurangi laju penularan Presiden Jokowi memutuskan untuk melakukan sebanyak mungkin rapid test.

Rapid test adalah sebuah metode skrining yang dilakukan untuk mengetahui seseorang reaktif COVID-19 atau tidak. Namun tidak semua fasilitas kesehatan memiliki kit rapid test, terutama fasilitas kesehatan dalam lingkup kecil seperti klinik dan puskesmas yang berada di daerah terpencil. Anda harus mengunjungi rumah sakit besar untuk mendapatkan test ini. Selain itu pemeriksaan ini juga tidak gratis. Biaya rapid test sendiri sangat bervariatif.

Baca juga: Seberapa Akurat Swab Test untuk Mengidentifikasi Virus Corona?

Beruntung pemerintah telah menetapkan jumlah biaya maksimum tes ini, yakni sebesar Rp150 ribu, sehingga dapat dijangkau oleh kalangan menengah. Namun, itu saja tidak cukup. Anda juga harus melindungi finansial dengan asuransi kesehatan yang bisa memberikan santunan harian jika Anda terinfeksi virus corona. Untuk premi asuransi ini sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp24 ribu.

Cara Kerja Rapid Test

Cara Kerja Rapid Test

Rapid test adalah skrining awal untuk mendeteksi seseorang terjangkit virus corona atau tidak. Tes ini menggunakan sampel darah untuk memetakan pasien mana yang reaktif. Sampel darah ini digunakan untuk memeriksa adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG. Keduanya merupakan antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terpapar COVID-19. Saat hasil rapid test reaktif maka pemeriksaan swab tes dengan metode PCR harus dilakukan.

Cara kerja rapid test adalah dengan meneteskan sampel darah peserta pada alat uji bersamaan dengan cairan penanda antibodi. Hanya perlu waktu 10-15 menit untuk menujukkan sampel reaktif atau tidak. Pada alat rapid tes yang digunakan terdapat garis keterangan yang menunjukkan garis C, IgG, dan IgM.

Garis pada C menandakan pasien negatif, tapi ketika garis juga menunjukkan IgG atau IgM hal itu menandakan pasien positif. Namun, hasilnya terkadang tidak akurat sehingga pemeriksaan ulang perlu dilakukan dalam 7-10 hari.

Siapa Saja yang Wajib Menjalani Rapid Test?

fungsi rapid test

Karena jumlah kit atau alat pemeriksaan rapid test COVID-19 juga terbatas, maka tidak semua warga Indonesia bisa menikmati layanan ini dengan mudah. Pemerintah hanya memfokuskan rapid test untuk beberapa orang, berikut diantaranya.

  • Orang dalam pengawasan (ODP), yakni Anda yang memiliki demam ≥ 38°C dan mengalami gejala gangguan sistem pernapasan, diantaranya pilek, batuk, dan sesak napas.
  • Orang dengan riwayat perjalanan atau tinggal di area penularan terbesar atau yang ditetapkan sebagai zona merah baik di Indonesia maupun luar negeri
  • Orang dengan riwayat memiliki kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang dengan riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19
  • Golongan masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, diantaranya petugas kesehatan
  • Masyarakat dengan profesi yang memiliki interaksi sosial tinggi seperti TNI, polisi, pejabat publik, ulama, petugas bandara, atau pedagang di pasar.

Biaya Rapid Test

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tertanggal 6 Juli 2020 bernomor HK.02.02/1/2875/2020 menetapkan biaya maksimum untuk biaya layanan rapid test virus corona maksimal Rp 150.000. Rapid tes antigen digunakan sebagai salah satu upaya untuk menemukan adanya pasien yang reaktif.

Baca juga: Langkah Jitu Menghadapi New Normal di Indonesia

Rapid test kini sudah menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi ketika kita bepergian menggunakan keretapi untuk perjalanan jarak jauh dan pesawat terbang. Layanan ini sudah tersedia di beberapa klinik kesehatan, instansi maupun rumah sakit. Karena itulah biaya rapid test akan berbeda antara satu dengan lainnya.

Biaya Rapid Test PT KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan layanan rapid test untuk 12 stasiun besar mereka di Indonesia. Bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) rapid test disediakan antara lain di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Madiun, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Biaya rapid testnya sendiri sangat terjangkau yakni sebesar Rp 85.000 per orang dengan jam operasional mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

biaya rapid test di Indonesia

Biaya Rapid Test di Bandara

Beberapa bandara khususnya Bandara International juga menyiapkan layanan rapid tes dengan biaya rapid test sebesar Rp 150.000 per orang. Rapid test bandara kini sudah tersedia di Terminal 3 dan Terminal 2 D Bandara International Soekarno-Hatta. Menariknya pelayanan tes COVID-19 ini tidak hanya tersedia untuk penumpang pesawat namun juga terbuka untuk umum dan buka 24 jam.

Selain pihak bandara tercatat sejumlah maskapai juga membuka layanan serupa,salah satunya Air Asia. Maskapai ini mematok Biaya rapid test sebesar Rp 95 Ribu dengan pelayanan mulai pukul 04.00 hingga 20.00 WIB. Para penumpang Air Asia yang belum melengkapi persyaratan rapid test pun sangat terbantu dengan adanya layanan ini.

Biaya rapid test di Prodia

Salah satu jasa laboratorium medis Prodia juga menawarkan layanan rapid test. Prodia memiliki jenis pemeriksaan COVID-19. Yaitu pemeriksaan serologi cepat (rapid test antibodi) anti SARS-CoV-2 IgM/IgG, dan SARS-CoV-2 real-time RT-PCR. Khusus pemeriksaan RT-PCR , Prodia tidak melakukan pengambilan sampel swab di klinik melainkan hanya menerima sampel swab rujukan dari rumahsakit, klinik, atau fasilitas layanan kesehatan lain.

Sampel ini yang kemudian mereka periksa di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional Prodia. Prodia hanya membuka test antibodi yang bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi cabang Prodia tertentu atau menghubungi Kontak Prodia di 1500-830 terlebih dahulu. Mengenai biaya rapid test di Prodia akan diinformasikan melalui cs bersangkutan.

Itulah prakiraan biaya rapid test untuk virus corona. Sayangnya biaya rapid test ini tidak ditanggung oleh Rumah Sakit, BPJS, Asuransi Kesehatan Swasta, Pemerintah baik Pusat maupun Daerah. Perusahaan asuransi dan pemerintah sepakat hanya menanggung biaya pengobatan pasien yang sudah terbukti positif COVID-19.

Baca juga: Bukan Herd Immunity, Ini 5 Langkah Jitu Menekan Penyebaran Virus Corona

Jika ingin mendapatkan pemeriksaan rapid tes secara gratis Anda harus mencari tahu sendiri ke berbagai lembaga yang memberikannya secara gratis. Meski sudah ada rapid test bukan berarti pengawasan diri terhadap penularan virus Corona menjadi lemah. Tetap waspada dengan mengikuti protocol kesehatan yakni menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak sosial dan dirumah saja.

Comments are closed.