Khusus Ibu Hamil, Yuk Cek Biaya USG untuk Setiap Trimester

Asuransi KesehatanHealth

Biaya USG berbeda untuk setiap kondisi kehamilan, namun rata-rata dibanderol mulai dari Rp 100 Ribu untuk pemeriksaan paling standar yakni USG 2 dimensi.

Setiap ibu hamil pastinya ingin memastikan kondisi janinnya selalu sehat dan berkembang optimal. Salah satu cara untuk memeriksa kehamilan ini adalah dengan mtode ultasonografi yang biasa kita sebut dengan USG. Bagi dokter dan bidan USG ini berfungsi untuk memantau pertumbuhan bayi, mendeteksi kelainan, memperkirakan tanggal kelahiran dan melihat posisi plasenta.

Ultrasonografi atau sonogram dapat membantu memantau perkembangan dan skrining janin. Sehingga dokter atau bidan dapat mengetahui lebih cepat jika timbul masalah potensial selama kehamilan. Ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk tujuan nonmedis, seperti mengetahui jenis kelamin bayi.

Baca juga: Asuransi Melahirkan, Jenis, dan Manfaatnya

Selama kehamilan USG menjadi salah satu kegiatan rutin yang harus dilakukan. Dikarenakan fungsinya yang amat kompleks, biaya USG pun tidak murah bergantung pada jenis atau tipe yang dipilih. Setidaknya untuk sekali pemeriksaan membutuhkan Rp100 Ribu untuk USG standar. Oleh karena itu, agar Anda tidak pusing memikirkan biaya usg yang cukup mahal, asuransi kesehatan bisa membantu Anda untuk mengatasinya. Anda tidak perlu memikirkan biaya USG lagi jika sudah memiliki asuransi kesehatan. Tidak hanya untuk USG, ada banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan, seperti biaya untuk pengobatan rawat jalan, rawat inap, dan lainnya.

Mengenai USG dan Tipe-Tipenya

Ultrasonografi janin (sonogram) adalah teknik pencitraan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar janin di dalam rahim. Gambar USG janin dapat membantu dokter maupun bidan mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda dan memantau kehamilan Anda.

Ultrasonografi janin pertama biasanya dilakukan selama trimester pertama untuk memastikan kehamilan sehat dan memperkirakan waktu kelahiran bayi. Jika kehamilan Anda tidak bermasalah, USG berikutnya biasanya ditawarkan selama trimester kedua. Jika ditemukan adanya masalah, kemungkinan besar harus dilakukan tes pencitraan tambahan seperti MRI.

fungsi USG

Ada beberapa tipe pemeriksaan USG janin yaitu:

  • Ultrasonografi transabdominal. Ultrasonografi janin transabdominal dilakukan dengan menggerakkan transduser di atas perut Anda.
  • Ultrasonografi transvaginal. Jenis USG janin ini memiliki alat mirip tongkat yang disebut transduser ditempatkan di vagina Anda. Fungsinya untuk mengirimkan gelombang suara dan mengumpulkan pantulannya. Ultrasonografi transvaginal paling sering digunakan selama awal kehamilan. Jenis ultrasonografi juga dapat dilakukan jika ultrasonografi transabdominal tidak memberikan informasi yang cukup.
  • Sonografi khusus. Jenis pemeriksaan ini mungkin diperlukan dalam keadaan tertentu, seperti terjadi adanya kelainan janin. Dalam situasi ini, evaluasi yang lebih rinci dapat memberikan informasi tambahan tentang kelainan tersebut.
  • Ultrasonografi 3D & 4D. Tes ini menyediakan tampilan dua dimensi dari data tiga dimensi. Jenis ultrasound ini dapat membantu dokter dan bidan mendeteksi kelainan wajah atau cacat tabung saraf. Sementara USG 4D fungsinya mirip dengan 3D namun dapat menunjukkan gerakan bayi Anda .
  • Ultrasonografi Doppler. Ultrasonografi Doppler mengukur sedikit perubahan pada gelombang ultrasonografi saat memantul dari benda bergerak, seperti sel darah. Ini dapat memberikan detail tentang aliran darah bayi.
  • Ekokardiografi janin. Pemeriksaan ini memberikan gambaran rinci tentang jantung bayi. Ini dapat digunakan untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya cacat jantung bawaan.

Waktu yang Tepat Melakukan pemeriksaan USG

Waktu yang Tepat Melakukan pemeriksaan USG

Pemeriksaan janin dengan USG tidak perlu dilakukan setiap bulan atau setiap kali ibu hamil berkonsultasi dengan dokter. Namun kuantitas pemeriksaan ultrasound ini bisa berbeda untuk setiap ibu, bergantung pada kondisi kesehatan ibu dan janin. Tapi umumnya pemeriksaan USG dilakukan dalam durasi seperti dibawah ini:

Ultrasound Kehamilan Dini (6-8 Minggu)

Ultrasonografi pertama Anda, juga dikenal sebagai sonogram, dapat terjadi ketika Anda hamil sekitar 6-8 minggu. Namun, beberapa dokter hanya melakukan pemeriksaan ini jika Anda memiliki kondisi kehamilan berisiko tinggi tertentu. Ini termasuk perdarahan, sakit perut, dan riwayat cacat lahir atau keguguran.

Pemeriksaan pertama ini dapat dilakukan secara transgvaginal sehingga dokter mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bayi Anda. Pada usia kehamilan 6 minggu, Anda juga sudah dapat mendengar detak jantung bayi. Dokter dan bidan biasanya sudah bisa memperkirakan tanggal kelahiran, menentukan jumlah bayi dalam kandungan, dan melihat apakah ada kehamilan ektopik.

Ultrasound kedua (10-13 Minggu)

Bagi Anda yang belum sempat memeriksakan kehamilan pada usia 8 minggu, Anda masih punya kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter ketika usia kehamilan berada di rentang 10-13 minggu. Pada fase ini sebenarnya informasi yang didapat hampir sama yakni tanggal kelahiran, pengukuran kepala hingga pantat, jumlah bayi dalam kandungan, dan detak jantung janin.

Baca juga: Penyakit Down Syndrome: Risikonya Pada Ibu Hamil

Ultrasonografi Translucency Nuchal (14-20 Minggu)

Antara 14 dan 20 minggu, Anda akan melakukan tes translusensi nuchal (NT) untuk memeriksa sindrom Down dan kelainan kromosom lainnya. Para dokter kandungan merekomendasikan tes ini khususnya untuk wanita hamil diatas 35 tahun , atau yang memiliki riwayat keluarga dengan cacat lahir tertentu. Pada USG ini dokter akan mengukur hormon dan protein dengan tes darah, dan mereka juga akan mengukur ketebalan di bagian belakang leher bayi dengan USG. Leher yang lebih tebal dapat mengindikasikan peningkatan risiko cacat lahir seperti sindrom Down dan trisomi 18.

Survei Anatomi (18-20 Minggu)

Ultrasonografi terperinci ini, umumnya dilakukan antara minggu ke 18 hingga 20. Ini adalah pemeriksaan paling teliti yang akan dilakukan bayi Anda sebelum ia dilahirkan. Dokter akan memeriksa detak jantung bayi, mencari kelainan di otak, jantung, ginjal, dan hatinya, juga menghitung jari tangan dan kaki bayi , memeriksa cacat lahir, memeriksa plasenta, dan mengukur tingkat cairan ketuban.

fungsi usg

Ultrasonografi Trimester Ketiga

Banyak calon ibu tidak membutuhkan ultrasonografi pada trimester ketiga. Tetapi jika kehamilan Anda dianggap berisiko tinggi misalnya, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, perdarahan, kadar cairan ketuban yang rendah, kontraksi prematur, atau di atas usia 35 tahun dokter biasanya akan merekomendasikan USG.

Pemantauan Janin Doppler

Tes ini biasanya dilakukan selama trimester terakhir pada wanita yang menderita diabetes gestasional. USG biasa menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar yang memantulkan gelombang suara frekuensi tinggi dari sirkulasi sel darah merah untuk mengukur aliran darah dan tekanan darah. Tes akan menentukan apakah Bayi mendapatkan cukup darah atau tidak.

Baca juga: Cara Aman Berkendara Bagi Ibu Hamil

Biaya USG

Terkait berapa besar biaya USG untuk sekali tes bisa bervariasi tergantung kebijakan rumah sakit atau klinik. Namun, biasanya Anda bisa mendapatkan harga lebih murah ketika melakukan USG di Bidan. Rata-rata biaya USG dibidan dibanderol mulai dari Rp100 Ribu, tapi dengan teknologi yang digunakan bidan masih tertinggal, yakni hanya USG 2 dimensi. Sementara di rumah sakit atau klinik yang melibatkan dokter kandungan biaya USG bisa mencapai diatas Rp300 Ribu, dengan catatan Anda bisa mendapatkan pemeriksaan USG 3 dan 4 dimensi.

Comments are closed.