Buah Merah Asli Tanah Papua, Berlimpah Manfaat!

Health

Buah merah atau yang nama latinnya pandanus conoideus ini terbilang cukup langka dan juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja manfaat tersebut?

Buah merah asli tanah Papua ini memang sudah dipercaya oleh masyarakat Papua dapat mengobati berbagai penyakit dan sangat baik bagi kesehatan. Masyarakat Papua biasanya mengonsumsi buah ini dengan cara dimakan langsung atau dipotong-potong dan kemudian direbus atau dipanggang. Buah ini terdiri dari biji dan daging yang bisa dikonsumsi.

Selain itu, ada juga cara lain yang biasa dilakukan, yaitu biji dan daging buahnya ditumbuk, dicampur dengan air, dan disaring untuk menghasilkan saus merah kental sebagai bumbu masakan. Selain itu, minyak ekstraknya juga digunakan sebagai penyedap makanan dan pewarna alami.

Selain sebagai makanan, buah merah juga dimanfaatkan oleh masyarakat Papua sebagai obat tradisional. Buah ini dipercaya mampu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Jika dilihat dari bentuk buah ini sekilas seperti buah nangka. Hanya warnanya yang berbeda dan juga bentuknya sedikit lebih besar dan panjang.

Baca juga: Pengobatan Alternatif yang Paling Banyak Diminati di Dunia

Manfaat Buah Merah untuk Mengatasi Berbagai Penyakit

manfaat buah merah papua

Buah asli Papua ini memiliki kandungan berbagai nutrisi untuk tubuh, yaitu protein, kalori, karbohidrat, lemak sehat, dan antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, alfa-karoten, beta-karoten, dan zat warna antosianin. Dari semua kandungan tersebut, apa saja manfaat yang bisa dirasakan untuk tubuh manusia?

Mampu Mencegah Kanker

Kandungan antioksidan tingginya dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Di mana radikal bebas ini merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan kanker. Bukan hanya itu saja, buah ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, misalnya pada kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Selain itu, buah ini juga terdapat kandungan tokoferol yang sangat tinggi, hingga 11000 ppm dan kandungan karoten sebesar 7000 ppm yang merupakan jenis aktioksidan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan radikal bebas.

Memiliki Sifat Anti-Peradangan

Buah asli Papua ini memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat mengurangi peradangan. Manfaat ini membuat buah tersebut berpotensi untuk dijadikan obat alternatif bagi penyakit radang usus yang dapat berkembang menjadi kanker usus. Meski demikian, belum ada penelitian ilmiah yang secara khusus membuktikan efek buah tersebut dalam meredakan peradangan.

Mencegah Diabetes

Diabetes juga dapat dicegah atau disembuhkan dengan bantuan buah asal Papua ini. Kandungan tokoferol dalam buah ini dapat membantu tubuh Anda mengontrol kadar gula darah. Tokoferol dapat membantu meningkatkan kerja pankreas, sehingga penggunaan hormon insulin untuk mengubah gula menjadi energi menjadi lebih efektif. Dengan begitu, risiko Anda mengalami diabetes mungkin berkurang.

Baca juga: 5 Obat Paling Penting Dalam Sejarah di Dunia

Mencegah Tekanan Darah Tinggi dan Penyakit Lain yang Terkait

Bukan hanya mencegah kanker, kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah ini juga bisa memberikan manfaat pada tubuh Anda dalam mencegah tekanan darah tinggi. Tokoferol dalam buah merah dapat membantu tubuh mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah. Sehingga, pembekuan darah tidak mudah terjadi dan tidak menyebabkan penyumbatan aliran darah. Dengan begitu, risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, stroke, maupun penyakit jantung menjadi berkurang.

Menjaga Kesehatan Mata

buah merah untuk berbagai penyakit

Buah merah juga salah satu sumber betakaroten yang tinggi. Betakaroten merupakan salah satu jenis vitamin A yang diperlukan oleh mata Anda untuk melihat. Dengan memenuhi kebutuhan betakaroten, maka kesehatan mata Anda pun terjaga. Tak heran, orang di Papua mempunyai kesehatan mata yang baik.

Membantu Mencegah HIV/AIDS dan Hepatitis B

Pandanus conoideus juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga risiko Anda lebih kecil untuk terkena HIV/AIDS dan hepatitis. Selain antioksidan, asam lemak omega-3 dan omega-9 dalam buah merah juga bisa berfungsi sebagai antivirus yang dapat menghambat pembentukan membran lipid virus. Hal ini membuat virus tidak dapat berkembang biak, sehingga membantu mencegah HIV/AIDS dan hepatitis B.

Asam Urat

Asam urat dapat terjadi karena adanya masalah pada fungsi lever, sehingga memproduksi asam urat secara berlebihan yang menimbulkan rasa sakit pada persendian. Tokoferol dalam buah merah dapat membantu mengencerkan darah dan memperbaiki sistem kerja dari hati.

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Osteoporosis

Kekurangan kalsium pada orang berusia lanjut bisa membuat tulang menjadi keropos, maka makanlah buah ini yang memiliki kekayaan akan kalsium. Sehingga bisa mencegah dan membantu untuk mengobati osteoporosis.

Lupus

Lupus juga merupakan penyakit yang dapat merenggut nyawa seseorang. Lupus menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga dapat mengganggu kesehatan dan penderitanya mengalami kesulitan saat bernapas. Sari buah merah dapat menjadi solusi penyembuhannya. Setelah mengonsumsinya, para penderita lupus akan mendapatkan staminanya yang kuat kembali karena antioksidan pada sari buah ini.

Buah tersebut dapat Anda konsumsi sebagai sumber nutrisi. Namun perlu diingat, apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal, sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya ya. Apalagi jika Anda ingin menggunakannya sebagai obat herbal.

Masih banyak buah-buah atau kekayaan alam lainnya yang ada di Indonesia dan memiliki beragam manfaat untuk Anda. Apa Anda tahu apa saja? Ceritakan ke kami ya, biar kami bisa bahas dan menambah informasi dengan menuliskannya di artikel Futuready dan membaginya kepada seluruh pembaca Futuready. Jaga selalu kondisi kesehatan Anda dan keluarga. Agar orang-orang tercinta di sekitar Anda bisa terus menghabiskan waktu bersama-sama Anda. Have a nice day, dan nikmati pengalaman berasuransi dengan cara mudah di Futuready.com!

Comments are closed.