Penting! Kenali Lebih Jauh Mengenai Tes Buta Warna

Health

Hampir semua orang dewasa sudah pernah melakukan tes buta warna baik di dokter atau pelayanan kesehatan. Tes yang memanfaatkan penggunaan warna ini biasanya dilakukan sebagai syarat tes menempuh kuliah ataupun melamar pekerjaan. Maka, tak heran banyak orang sudah melakukan tes ini. Ingin tahu lebih lanjut?

Sebelumnya Anda pasti perlu mengetahui bahwa buta warna terjadi karena adanya gangguan pada fungsi retina. Retina mata yang fungsi seharusnya adalah untuk menyampaikan informasi cahaya yang didapat oleh mata ke otak, sehingga menyebabkan kita bisa melihat warna. Tapi, pada orang buta warna terdapat komponen sel kerucut (sel pada retina yang bertugas mendeteksi warna) yang hilang atau malah tidak berfungsi sama sekali.

Baca juga: Mata Minus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penting untuk kita ketahui, sel kerucut terdapat di dekat pusat penglihatan. Terdapat tiga jenis sel di dalamnya, yaitu sel untuk melihat warna merah, hijau, dan biru. Jika salah satu komponen tersebut ‘rusak’, maka kita akan kesulitan dalam membedakan warna. Orang dengan masalah tersebut akan melihat warna yang berbeda dengan orang normal. Jika pada orang normal melihat benda berwarna merah, orang dengan buta pada warna justru akan melihat benda tersebut dengan warna lain. Mungkin saja hijau, biru, kuning, atau warna lainnya. Sebelum membahas lebih jauh mengenai tes kebutaan dengan warna tertentu, kenali terlebih dahulu apa itu penyakit buta warna.

Jenis Buta Warna

tes buta warna

Penyakit ini memiliki dua jenis, yaitu buta warna parsial dan total. Pada jenis ini, kita memiliki kondisi mata dimana tidak bisa melihat beberapa warna atau warna tertentu, misalnya merah-hijau (tidak bisa melihat warna merah dan hijau), biru-kuning (tidak bisa melihat warna biru dan kuning). Sedangkan pada buta warna total, kondisi mata kita tidak bisa melihat semua warna, sehingga dunianya hanya berwarna hitam dan putih atau monokromasi.

Faktor Penyebab Buta Warna

penyebab buta warna

Ada beberapa faktor penyebab yang perlu untuk kita ketahui, bahkan beberapa faktornya bisa kita hindari sebelum terlambat.

Faktor Genetik

Faktor ini tidak bisa kita hindari karena memang terjadi secara alami dan bukanlah sesuatu yang bisa kita pilih. Kebanyakan penderitanya adalah bawaan sejak lahir yang disebabkan oleh faktor genetik dan berikatan dengan kromosom X. Perlu kita ketahui seorang ayah penderita buta warna tidak akan memiliki anak yang menderita penyakit yang sama, kecuali ibu penderita memiliki gen dengan penyakit tersebut. Hal ini  dikarenakan wanita lebih dominan sebagai pembawa gen (carrier) yang akan menurunkan kebutaan warna kepada anaknya atau penderita tersebut. Umumnya penderita yang disebabkan faktor genetik juga sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, meskipun sebenarnya kondisi ini bisa melewati satu generasi. Anak perempuan sebenarnya bisa dipastikan mengidap kelainan tersebut jika kedua orang tuanya merupakan pembawa gen buta warna.

Penyakit

Tidak hanya karena faktor genetik, penyakit pada mata ini juga bisa disebabkan oleh penyakit. Penyakit seperti alzheimer, parkinson, diabetes, glaukoma, anemia sel sabit, kanker darah (leukemia), pecandu minuman beralkohol, dan degenerasi makula bisa menyebabkannya. Hal ini bisa kita hindari dengan cara mengurangi hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit tersebut menyerang kita.

Usia

Faktor usia memang sering menyebabkan dan menimbulkan berbagai keluhan ataupun penyakit. Biasanya kemampuan seseorang untuk membedakan warna dari waktu ke waktu secara perlahan akan berkurang dikarenakanpertambahan usia. Hal ini merupakan kondisi alami dalam proses penuaan, sehingga kita tidak perlu cemas, apalagi jika selama ini kita menerapkan pola dan gaya hidup sehat yang sangat memungkinkan membuat mata kita masih tetap bisa mengenal warna dengan baik.

Bahan Kimia

Tidak sedikit orang mengalami buta warna karena terpapar bahan kimia beracun seperti di tempat kerja, misalnya saja karbon disulfida dan pupuk. Pastikan kita menggunakan pelindung K3 atau benar-benar menghindarinya saat berada di tempat kerja. Faktor salah satu penyebabnya karena bahan kimia ini tentu bisa kita atasi, yaitu dengan menghindari bahan-bahan kimia beracun tersebut.

Baca juga: Mata Silinder dan Cara Tepat Mengobatinya

Efek Samping Obat

Pengobatan yang berpotensi menyebabkan buta warna adalah, digoxin, phenytoin, klorokuin, dan sildenafil. Apabila gangguan tersebut disebabkan oleh pengobatan, umumnya penglihatan kita akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Bagaimana Tes Buta Warna dilakukan?

fakor buta warna

Pada tes terhadap warna tertentu kita akan dihadapkan pada gambar berwarna yang membentuk satu pola, umumnya pola angka. Tes ini ditemukan oleh Shinobu Ishihara seorang Ophthalmologist dari Jepang, pada tahun 1917, yang dinamakan dengan tes penglihatan warna Ishihara.

Tes ini merupakan tes skrining untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami masalah tersebut atau tidak. Saat melakukan tes ini, kita akan melihat buku yang berisi pola lingkaran dengan banyak titik, berbagai warna, dan ukuran di dalamnya yang membentuk angka. Lingkaran atau piringan berwarna ini biasanya disebut dengan pseudoisochromatic. Istilah tersebut memiliki arti tersendiri yaitu titik-titik berwarna dalam pola yang pertama kali terlihat sama atau iso dalam warna atau chromatic,  tetapi kesamaan itu palsu atau pseudo. Biasanya dalam satu buku Ishihara ini terdapat 14, 24, atau 38 gambar lingkaran atau piringan berwarna.

Baca juga: Yuk, Miliki Produk Asuransi Kesehatan Murah dan Terbaik Hanya di Futuready

Warna titik-titik kecil dalam lingkaran ini dibuat hampir menyerupai, sehingga orang dengan masalah tersebut akan salah menebak pola angka yang tersembunyi dalam gambar tersebut, karena ia kesulitan dalam membedakan warna pada gambar tersebut. Orang dengan penglihatan normal tentunya bisa menebak dengan mudah angka tersembunyi di dalam lingkaran. Sebaliknya orang dengan buta warna akan melihat angka yang berbeda atau bahkan tidak melihat dengan jelas sehingga sangat sulit menebak.

Tes kebutaan pada warna perlu untuk kita lakukan karena pada kenyataannya kebanyakan penderitanya tidak menyadari kelainan yang ia derita, hal ini juga untuk mengetahui lebih dini agar kita tidak merasa kecewa jika tes ini diperlukan dalam mencari pekerjaan atau syarat masuk sekolah dan perkuliahan. Jika kebutaan pada warna yang kita derita merupakan faktor genetik maka tidak bisa disembuhkan, tapi jika ternyata dikarenakan usia, efek samping obat, dan bahan kimia, maka kita bisa menghindarinya mulai dari sekarang.

Comments are closed.