Cara Mengatasi Trauma agar Tidak Berkepanjangan

Health

Berdiam diri dan selalu menghindari dari keramaian bukan cara mengatasi trauma bahkan membuat Anda semakin depresi dan terpuruk. Lalu, hal apa yang harus dilakukan agar trauma bisa hilang?

Trauma bisa diartikan sebagai salah satu gangguan stres akibat terjadinya suatu kejadian yang memberikan rasa shock terlalu dalam. Trauma atau yang lebih dikenal dengan PTSD (post-traumatic stress disorder) adalah gangguan kesehatan mental yang cukup serius, diakibatkan oleh suatu kejadian yang menyebabkan seseorang trauma. Meskipun pengalaman yang dialami seseorang tidak selalu seburuk apa yang mereka pikirkan, tetapi seseorang yang sudah menderita trauma menganggap semua hal tersebut sangat buruk dan dapat membahayakan dirinya.

Menghilangkan semua kejadian yang menyebabkan trauma tersebut merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Namun, untuk melupakannya tidak semudah itu. Ada banyak hal dan cara yang harus rutin dilakukan agar trauma tidak berkepanjangan. Lalu, apa saja cara mengatasi trauma?

Cara Mengatasi Trauma

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma. Salah satunya dengan kelima cara di bawah ini.

Kenali Gejala dan Penyebab Trauma

Ada banyak kejadian yang bisa memberikan rasa trauma, seperti menjadi salah satu korban bencana alam, kecelakaan lalu lintas, dan kerugian tak terduga lainnya. Trauma memang tidak datang setiap waktu, tetapi kejadian-kejadian itu bisa teringat lagi oleh penderita PTSD melalui mimpi buruk, ingatan sekilas, ataupun ingatan yang mengganggu pikiran.

Orang yang mengalami PTSD sering kali tidak dapat mengekspresikan emosi, menarik diri dari berbagai rutinitas dan lingkungan sosial, serta mengalami berbagai gejala gangguan kognitif. Dalam jangka panjang, PTSD dapat memicu depresi dan panic attack. Mencari tahu penyebab trauma seseorang diperlukan untuk mengetahui bagaimana mencegah rasa trauma datang kembali. Di samping itu, bergabung dengan kelompok dukungan terkait trauma tersebut dapat membantu mengingatkan bahwa kita tidak sendiri mengalami kondisi ini.

Kembali Mendekatkan Diri ke Lingkungan Sosial

Seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama, biasanya seseorang yang mengidap trauma lebih sering melarikan diri dari lingkungan sosial. Padahal, itu cara yang tidak dianjurkan bila ingin menghilangkan rasa trauma tersebut. Pasalnya, menjauhkan diri dari orang terdekat malah dapat menyebabkan Anda sering sendirian dan cenderung mengingat kembali apa yang membuat trauma. Sebaliknya, berbagi cerita dengan seseorang dapat mengurangi tekanan pikiran dibanding menyimpan masalah yang dialami sendiri. Lingkungan keluarga dan teman adalah tempat terbaik untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Memulai Terapi

Beberapa gejala trauma dapat membuat Anda lebih cepat merasa lelah dan mengurangi kualitas waktu istirahat. Akibatnya performa dalam pekerjaan, sekolah, maupun hubungan pribadi pun jadi terganggu. Terapi adalah salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, baik terapi kejiwaan dengan mendatangi psikolog maupun konsumsi obat seperti anti-depresan dan obat tidur. Meskipun upaya ini tidak menghasilkan efek yang cepat, tetapi sangat penting dilakukan untuk membantu menghadapi trauma dengan kondisi pikiran yang lebih jernih. Iringi terapi dengan mengurangi sumber stres agar pemulihan PTSD berjalan efektif.

Alihkan Perhatian ke Hal Positif

Anda harus bisa memulai lagi aktivitas seperti biasanya dan mencoba untuk lebih memikirkan hal-hal yang positif. Alihkan pikiran dari ingatan dan emosi yang tidak diinginkan. Meskipun menfokuskan pikiran pada suatu pekerjaan tidak akan langsung menghilangkan trauma, tetapi cara mengatasi trauma yang ini dapat meminimalisir dampak buruk jika hal tersebut kembali datang. Selain itu, cara ini juga bisa membantu menyeimbangkan kehidupan kembali. Mengalihkan perhatian kepada hal positif saat sendirian adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah ingatan trauma datang kembali.

Memulai Aktivitas dengan Relaksasi

Tidak jauh berbeda dengan poin nomor empat, tidak ada salahnya untuk kembali menjalani berbagai aktivitas yang dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang, seperti mendengarkan musik, meditasi, stretching, rekreasi, maupun berolahraga. Kondisi relaks tidak hanya membutuhkan ketenangan pikiran, tetapi sangat memerlukan juga kekuatan fisik. Oleh karena, Anda perlu memnyeimbangkan kedua hal tersebut agar aktivitas yang dilakukan berjalan dengan lancar. Namun perlu diingat, tujuan melakukan aktivitas tersebut adalah melupakan sejenak segala hal yang membuat stres atau yang memperburuk kondisi emosi, sehingga pilihlah aktivitas yang benar-benar membuat pikiran tenang. Hindari aktivitas dengan stimulus negatif dari lingkungan saat sedang berupaya untuk relaks, misalnya mendengarkan lagu sedih yang dapat mempengaruhi kondisi emosi. Hal ini tidak akan membantu menjadi lebih tenang dan hanya akan membuat kita menarik diri dari aktivitas tersebut.

Hindari Hal ini Bagi Penderita Trauma

Meskipun trauma bukan penyakit yang kritis, tetapi tetap harus mengobatinya agar kehidupan Anda bisa berjalan dengan normal seperti sedia kala. Namun, jika hingga saat ini masih menyimpan rasa trauma terhadap suatu kejadian, sebaiknya hindari hal tersebut agar tidak ada terjerat oleh kasus baru yang justru merugikan diri sendiri.

Menyalahgunakan Obat Terlarang

Salah satu pelampiasan seseorang yang sedang menderita trauma, yaitu dengan menyalahgunakan obat-obatan terlarang. Padahal, cara ini justru memberikan masalah baru yang pastinya sangat merugikan diri sendiri. Meskipun Anda dalam kondisi trauma, bukan berarti Anda tidak bisa berpikir jernih bukan? Oleh karena itu, sebelum melakukan suatu hal sebaiknya dipikirkan dengan baik-baik dan pikiran jernih.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Menjauh dari Keramaian

Meskipun dalam keadaan trauma, bukan berarti hidup Anda hancur. Anda masih harus melakukan semua aktivitas seperti biasanya dan mulai menata hidup kembali. Pasalnya, menenangkan diri dengan cara menyendiri dan menghindari orang terdekat secara berlebihan bukanlah hal yang tepat karena akan menjauhkan Anda dari dukungan yang mungkin dibutuhkan. Sama halnya dengan menyembunyikan emosi dan menghindari terapi, karena ini tidak akan menyelesaikan trauma yang dapat kembali sewaktu-waktu meskipun kita menganggap semua baik-baik saja.

Comments are closed.