Cara Mengobati Penyakit Tipes Agar Tidak kambuh lagi

Bagaimana agar penyakit tipes tidak kambuh lagi karena sampai saat ini saya sudah dua kali terkena tipes.

Health

Selamat sore Dokter,

Dua minggu yang lalu saya dirawat di rumah sakit karena sakit tipes. saat ini jika saya makan sambal (padahal hanya sedikit) perut terasa panas dan biasanya akan sembuh dengan meminum segelas susu hangat.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengobati penyakit tipes agar tidak kambuh lagi karena sampai saat ini saya sudah dua kali terkena tipes.

Mohon sarannya dan terima kasih.

Lyza N

Ê

Jawaban :

Halo Ibu Lyza,

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Cara mengobati penyakit tipes meliputi beberapa hal. Untuk memahaminya, ada baiknya perlu mengetahui bagaimana penyakit tipes itu bisa terjadi.

Dalam medis, penyakit tipes dinamakan demam typhoid (tifoid). Demam typhoid (Bahasa latin) adalah sebuah keadaan medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang dinamakan Salmonella typhi.

Bakteri tersebut ditemukan di dalam tinja dan air kemih penderita. Bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam saluran pencernaan dan bisa masuk ke dalam peredaran darah melalui paparan di tangan yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk makan tanpa cuci tangan dahulu sebelumnya. Demikiannya, hal ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan pada usus halus dan usus besar. Usus halus adalah Êbagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus besar merupakan akhir dari saluran pencernaan.

Oleh karena itu, penyebaran bakteri Salmonella typhi ke dalam makanan atau minuman sering dikaitkan oleh akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air besar maupun setelah buang air kecil.

Untuk mencegah tipes kambuh lagi, diperlukan pengobatan yang tuntas. Pasalnya, jika pengobatan tipes tidak tuntas, maka bakteri salmonella typhi tersebut berisiko masih ditemukan selama lebih dari 1 tahun di tinja penderita.

Mengejutkannya, selama penderita pembawa bakteri salmonella typhi terjangkiti, mereka biasanya tidak menunjukan gejala penyakit. Namun dapat diketahui hanya dari pemeriksaan kuman dari tinja dan kemih. Jika terdapat penurunan daya tahan tubuh, maka risiko penyakit tipes dapat berulang kambuh kembali.

Pengobatan penyakit tipes yang tidak tuntas yang dimaksud adalah jika pasien tidak tertib menyelesaikan cara mengobati penyakit tipes yang telah diresepkan dokter. Yakni dengan konsumsi obat antibiotik yang telah direkomendasikan dokter dengan dosis yang ada. Karena jika obat antibiotik tidak tertib dihabiskan diminum, maka bakteri salmonella typhi berisiko masih terdapat di tubuh.

BACA JUGA : MENCEGAH PENYAKIT TIPES DATANG KEMBALI

Selain itu, kesembuhan setelah pengobatan juga tidak menjamin seseorang menjadi kebal terhadap infeksi berikutnya. Dimana kejadian tipes kambuh lagi lebih sering dialami karena kurangnya menjaga kebersihan, berikut pencegahan penyakit tipes :

1. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah Anda makan, berikut langkah cuci tangan yang benar:

  • Basahi tangan. Basahi tangan dengan air bersih mengalir (hangat atau dingin).
  • Bentuk busa. Gunakan sabun, lalu gosok tangan Anda bersama-sama sampai mengahsilkan busa, pastikan untuk menggosok punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku Anda.
  • Gosok. Lanjutkan menggosok tangan setidaknya selama 20 detik.
  • Bilas. Bilas tangan di bawah air mengalir.
  • Keringkan. Keringkan tangan menggunakan handuk bersih atau udara kering.

2. Ketahui dengan pasti makanan yang Anda makan dibersihkan sebelum dimasak dan dimasak sematang mungkin.

3.ÊKetika tubuh sedang kurang fit, hindari jajan sembarangan karena pada dasarnya penyakit apapun akan lebih mudah menyerang saat tubuh kita dalam kondisi yang kurang prima. Ditambah lagi, kita tidak mengetahui secara penuh kebersihan dalam pengolahan makanan yang disajikan pada makanan jajanan.

4. Jika memungkinkan, bawalah bekal makan dari rumah, segala sesuatu yang dimasak di rumah sendiri seharusnya lebih higienis daripada yang biasa Anda dapatkan di tempat umum.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

dr. Dyah Novita Anggraini

Leave a Reply