Mudahnya Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan

Health

Ada beberapa cara pindah faskes BPJS Kesehatan yang bisa Anda pilih, yaitu via offline dengan datang langsung ke kantor cabang, atau online melalui aplikasi. Anda pilih yang mana?

Sekilas mengenai BPJS Kesehatan, BPJS merupakan salah satu program pemerintah di mana seluruh rakyat Indonesia diharuskan memilikinya untuk mempermudah dalam melakukan pengobatan kesehatan. Namun, setiap program tentu memiliki aturan mainnya masing-masing. Sama halnya dengan yang lain, di BPJS Kesehatan terdapat prosedur di mana setiap peserta harus memilih faskes tingkat 1 sebagai tempat pertama kali mereka kunjungi ketika sakit.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau yang disingkat faskes 1 BPJS Kesehatan adalah fasilitas kesehatan yang berupa klinik, puskesmas, atau dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Pada umumnya, faskes dipilih oleh peserta ketika mereka mengajukan pendaftaran BPJS Kesehatan pertama kali.

Faskes tingkat 1 merupakan fasilitas kesehatan yang harus dikunjungi pertama kali oleh peserta BPJS ketika mereka ingin berobat jalan gratis dari BPJS. Meskipun sudah memilih faksesnya, tetapi ada saja alasan ingin mengubah faskes tingkat 1 BPJS. Seperti peserta pindah domisili atau ketika faskes tingkat 1 pilihannya dianggap terlalu jauh, pelayanannya atau fasilitasnya kurang memuasakan, dan lain sebagainya.

Untuk ketentuan pindah faskes, dahulu hanya bisa dilakukan secara offline dengan mendatangkan langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat, tetapi seiring perkembangan zaman, kini perpindahan faskes sudah bisa dilakukan secara online.

Baca juga: EPS BPJS Ketenagakerjaan, Bayar Iuran Lebih Mudah

Namun, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini cara pindah faskes BPJS Kesehatan baik online ataupun offline.

Alasan Pindah Faskes Tingkat 1 BPJS Kesehatan

Sebelum membahas cara pindah faskes BPJS Kesehatan, berikut ini alasan-alasan yang biasa digunakan untuk pindah faskes, yaitu:

  1. Faskes dianggap kurang tepat dan tidak sesuai dengan harapannya.
  2. Faskes tidak memiliki sejumlah fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan peserta.
  3. Tidak mendapatkan pelayanan yang baik di faskes yang dipilih.
  4. Lokasi faskes terlalu jauh dari rumah.

Sebagai informasi, meski Anda memiliki hak untuk pindah faskes, tapi pihak BPJS hanya memberikan satu kali kesempatan saja, lho. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan ingin pindah ke faskes yang mana sebaiknya pertimbangkan dengan matang. Setelah perubahan pertama Anda tidak mungkin bisa pindah faskes lagi nantinya.

Cara Pindah Faskes BPJS Secara Offline

Untuk pindah faskes BPJS Kesehatan secara offline sebenarnya sangatlah mudah karena dilakukan dengan cara manual. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Datang ke kantor BPJS terdekat.
  2. Mengambil formulir penggantian faskes di loket perubahan data.
  3. Mengisi formulir dengan lengkap sesuai data kepesertaan BPJS.
  4. Serahkan ke petugas BPJS beserta kelengkapan dokumen yang diperlukan.

Perlu digarisbawahi, jangan sampai data yang Anda masukkan keliru atau salah, karena jika salah maka akan membuat proses perubahan faskes menjadi lama.

Jika ingin lebih cepat Anda bisa mengunduh formulir penggantian faskes di situs resmi BPJS Kesehatan. Cetak dan isi formulir tersebut di rumah, kemudian baru dibawa ke kantor BPJS sesuai domisili. Jadi, tidak akan memakan waktu lama.

Baca juga: Apakah Kartu Indonesia Sehat Sama Seperti BPJS Kesehatan?

Cara Pindah Faskes BPJS Secara Online

Di zaman yang sudah digital seperti saat ini, Anda dengan mudah bisa pindah faskes BPJS via online atau melalui aplikasi JKN yang bisa diunduh melalui smartphone Anda. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Unduh aplikasi mobile JKN di Google Play Store untuk Android dan App Store untuk iPhone.
  2. Melakukan pendaftaran dengan memasukkan beberapa informasi yang tertera, seperti nomor kartu BPJS, KTP, e-mail, dan lainnya.
  3. Masuk menggunakan nomor kartu BPJS yang sudah terdaftar.
  4. Pilih menu “Ubah Data Peserta” yang terdapat di tampilan utama aplikasi JKN.
  5. Data peserta yang tertera bisa diubah secara online, salah satunya adalah pilihan faskes 1.
  6. Saat mengganti faskes, maka akan muncul pop up yang meminta Anda untuk memilih provinsi, kabupaten, dan juga faskes.
  7. Jika sudah dipilih, maka Anda akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirimkan via e-mail atau nomor handphone.
  8. Setelah proses verifikasi faskes selesai, maka akan muncul konfirmasi perubahan data faskes dari yang lama menjadi yang baru lengkap dengan waktu mulai berlakunya.

Umumnya pindah faskes itu baru akan berlaku per tanggal 1 pada bulan berikutnya. Jadi, sebelum faskes yang baru aktif, maka untuk sementara Anda bisa menggunakan faskes yang lama.

Baca juga: Alur Rekam Medis Rawat Jalan dan Inap di Rumah Sakit

Syarat Pindah Faskes

Sebelum melakukan perpindahan faskes, perlu diketahui kalau peserta BPJS yang ingin pindah faskes syarat utamanya adalah harus sudah menjadi peserta minimal tiga bulan. Lalu, dokumen apa aja yang harus dipersiapkan kalau ingin pindah faskes BPJS Kesehatan? Berikut ini ulasannya.

  1. Identitas diri (KTP).
  2. Kartu peserta BPJS Kesehatan.
  3. Kartu Keluarga.
  4. Daftar kolektif Gaji (Bagi PNS, TNI, Polri dan PPNPN)
  5. Bukti bayar sampai bulan pelaporan (untuk pindah kelas)
  6. Fotokopi buku rekening (bagi perubahan kelas 3 menjadi kelas 1 atau 2)
  7. Surat keterangan domisili, kuliah, atau kerja (bagi peserta dari luar wilayah DIY)
  8. Saat ingin pindah faskes, jangan lupa untuk mempertimbangkan dan memilih faskes baru yang memang dapat memberikan layanan kesehatan terbaik buat Anda.

Kini, Anda sudah tahu berbagai informasi untuk mengurus perpindahan faskes BPJS Kesehatan Anda. Jadi pelajari dan perhatikan dengan baik ya. Bila suatu waktu Anda atau orang-orang sekitar Anda membutuhkan fasilitas ini untuk mengubah faskes BPJS Kesehatannya, Anda bisa langsung membantu mengurusnya.

Comments are closed.