Tip Mengenai Gejala dan Cara Mengatasi Dehidrasi

Health

Pusing, lemas dan sulit konsentrasi adalah tanda awal dehidrasi. Apabila dibiarkan berlarut, dampak yang ditimbulkan akan semakin berat. Temukenali cara tepat mengatasi dehidrasi lewat artikel ini.

Kata dehidrasi lebih sering kita dengar dalam berbagai iklan produk minuman berenergi. Tagline menyehatkan dan menyegarkan jadi bahasan utama. Lantas apa sebenarnya makna dan pengertian dari dehidrasi itu sendiri? Lalu, bagaimana cara cepat dan tepat mengatasi dehidrasi?

Pengertian Dehidrasi

Menurut beberapa sumber dehidrasi merupakan suatu kondisi dimana tubuh lebih banyak kehilangan cairan dibanding cairan yang masuk. Perlu Anda ketahui cairan didalam tubuh kita terus berkurang akibat sejumlah aktifitas seperti menghembuskan nafas, berkeringat, kencing dan buang air besar. Jika tidak diberi asupan cairan yang cukup untuk menggantikan yang hilang saat itulah tubuh akan mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Baca juga: Mengkonsumsi Vitamin dan Mineral untuk Kesehatan Tubuh

Saat tubuh mengalami dehidrasi keseimbangan tubuh akan terganggu, mulai dari kadar garam, mineral dan gula darah jadi tidak stabil. Tentu hal ini akan mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan dan jika berlangsung lama berpotensi menyebabkan komplikasi sererti serangan jantung dan gagal ginjal.

Dehidrasi dapat menyerang siapa saja, pria wanita, dewasa maupun anak-anak. Pada anak-anak biasanya penyebab tubuh kehilangan cairan adalah diare yang berkepanjangan dan disertai muntah. Sementara pada orang dewasa biasanya mereka yang mengganggap persoalan cairan tubuh ini kurang penting juga kerap mengalami hal serupa.

Namun dibanding orang dewasa, kasus dehidrasi memang jamak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Bayi baur lahir pun bisa mengalami dehidrasi, terutama jika sang ibu belum bisa memproduksi air susu ibu (asi) dalam jumlah yang cukup. Pemberian susu formula sering disarankan ketika para orang tua menghadapi kondisi seperti ini. Simak artikel ini lebih lanjut untuk memahami cara mengatasi dehidrasi dengan lebih lengkap.

Gejala Dehidrasi

tip mengatasi dehidrasi

Tanda-tanda kekurangan cairan tubuh umumnya berbeda di setiap orang. Tapi kebanyakan orang yang mengalaminya sering mengeluhkan rasa haus yang luar biasa, pusing, serta mulut terasa kering. Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang paling umum muncul ketika tubuh kehilangan banyak cairan

  • Merasa sangat kehausan
  • Mulut terasa kering atau lengket
  • Urin yang dihasilkan lebih sedikit dari biasanya
  • Urin berwarna pekat, cenderung kuning gelap
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kram otot di bagian tubuh tertentu
  • Jika sudah parah biasanya penderita akan mengalami berbagai gejala seperti :
  • Urin berwarna lebih gelap
  • Kulit sangat kering
  • Sakit kepala parah
  • Jantung berdebar lebih cepat atau tidak beraturan
  • Pernapasan tidak beraturan
  • Mata terlihat sayu, seperti kurang tidur
  • Tubuh kekurangan tenaga
  • Kebingungan
  • Mudah pingsan
  • Sementara pada bayi gelajanya hampir mirip namun ada sejumlah perbedaan dengan orang dewasa, berikut adalah tanda-tanda dan gejala bayi kehilangan cairan tubuh:
  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok tetap kering setelah 3 jam
  • Wajah terlihat pucat, terutama di bagian mata dan pipi
  • Rewel dan mudah menangis
  • Tubuh lemas

Sebenarnya dehidrasi ini dapat Anda atasi sendiri dirumah, yakni dengan mengonsumsi banyak cairan seperti air putih. Tapi, jika gejala yang lebih parah muncul penanganan lebih lanjut wajib dilakukan. Gejala tersebut berupa demam, diare lebih dari 2 hari, produksi urin berkurang drastis, atau bahkan tidak ada sama sekali, pusing, lemas, sulit konsentrasi, pingsan, nyeri perut, dan selalu memuntahkan cairan yang diminum.

Jika tanda-tanda ini terjadi segera bawa ke dokter karena kadang dehidrasi adalah awal mula hadirnya penyakit berat seperti diabetes.

Faktor Penyebab Dehidrasi Pada Orang Dewasa

tip mengatasi dehidrasi

Karena kehilangan cairan tubuh umumnya dirasakan oleh bayi dan anak-anak, maka dehidrasi pada orang dewasa sebenarnya adalah tanda adanya penyakit serius lain. Nah ada beberapa faktor atau penyebab mengapa orang dewasa dapat kehilangan cairan tubuh padahal kegiatan minum air sudah jadi aktifitas rutin, berikut beberapa faktor penyebabnya:

  1. Usia

Faktor usia lanjut seringkali jadi sebab utama seseorang kehilangan banyak cairan tubuh. Sebab semakin tua usia tubuh semakin sulit menyimpan cairan. Selain itu rasa haus juga biasanya semakin menurun di rentang usia 50 tahun keatas. Keberadaan penyakit kronis semakin mendorong tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

  • Penyakit berat

Orang-orang dengan penyakit serius seperti diabetes dan gagal ginjal lebih beresiko mengalami dehidrasi. Sebab mereka yang punya penyakit berat terlebih komplikasi biasanya sulit mengontrol pengeluaran urin namun seringkali  tidak merasakan haus. Sehingga cairan yang keluar lebih banyak dibanding yang masuk.

Bahkan beberapa penyakit ringat seperti sariawan, sakit gigi dan sakit tenggorokan juga bisa jadi pemicu. Ketiga penyakit mulut dan tenggorokan ini sering menyebabkan penderitanya malas minum dan makan sementara aktifitas fisik dan pengeluaran urin terus jalan. Akibatnya cairan tubuh terus tergerus.

  • Sering bekerja di luar ruang

Bagi mereka yang sering bekerja di luar ruangan seperti kontraktor dan wartawan sering melupakan minum air karena kesibukannya. Pada akhirnya keluhan baru terasa ketika tubuh merasa lemas, pusing dan mual. Anda yang sering beraktifitas diluar ruang sebaiknya perbanyak minum air putih dan konsumsi buah segar untuk cukupi kebutuhan cairan tubuh.

  • Air yang tidak layak

Kendati konsumsi air sudah banyak namun dehidrasi tetap berpotensi menghampiri, jika air yang dikonsumsi tidak bersih atau tercemar. Air kotor tidak bisa menambah cairan tubuh dan justru menyebabkan sejumlah penyakit seperti diare, yang malah jadi sebab dehidrasi.

Mengingat dampak negatifnya, akan jauh lebih baik apabila kita memahami cara mengantisipasi dan mencegah dehidrasi.

Mengatasi Dehidrasi

tip mengatasi dehidrasi

Jika sudah terlanjur mengalami gejala kehilangan cairan tubuh apa yang mesti Anda lakukan sebagai pertolongan pertama?

Pertama minum banyak cairan, diutamakan air putih karena air putih efektif menggantikan cairan yang hilang. Namun penanganan ini bisa diberikan ketika dehidrasi baru menunjukkan tanda-tanda awal seperti lemas, pusing dan diarea. Jika sudah muntah sebaiknya berikan pertolongan medis karena kekurangan cairan bisa menyebabkan kematian.

Kedua berikan cairan oralit, ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik. Sebenarnya cairan oralit ini bisa Anda buat sendiri dirumah. Komposisinya terdiri ½ sendok teh garam, 6 sendok teh gula yang dicampur dengan 1 liter air.

Meski membutuhkan banyak asupan cairan, namun hindarai pemberian jus, minuman bersoda dan berbagai minuman kemasan lain. Sebab minuman kemasan biasanya tinggi kadar gulanya, sehingga justru akan memperparah gejala dehidrasi. Sebaiknya berikan yang alami-alami saja.

Baca juga: Air Hidrogen Manfaatnya Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Jika dalam 24 jam tubuh terus melemah dan justru tidak bisa menerima cairan apapun lewat mulut, alias memuntahkan semua cairan yang masuk maka Anda harus segera di infus. Jika kondisi seperti ini dibiarkan tanpa bantuan medis ginjal Anda akan mengalami kerusakan yang dapat berakhir dengan kematian.

 

Comments are closed.