Cari Tahu Seputar Sinusitis, Gejala, dan Cara Pengobatannya!

Health

Banyak orang yang menganggap kalau sinusitis serupa dengan flu. Padahal, jika dibiarkan, sinusitis dapat sangat berbahaya bagi fungsi tubuh lainnya.

Hidung merupakan salah satu indra yang sangat penting bagi manusia. Bagaimana tidak, hidung berfungsi untuk mendeteksi atau mencium bau sekaligus menjadi bagian dari sistem pernapasan. Bisa dibayangkan jika kita tidak memiliki hidung yang sempurna, pasti kita tidak akan dapat mencium aroma apa pun dan tentunya hanya dapat bernapas melalui mulut. Hal ini pastinya sangatlah mengganggu.

Melihat betapa vitalnya fungsi hidung, sudah seharusnya kita menjaga kesehatan hidung dengan baik dan benar. Sebab, tak bisa dipungkiri, hidung cukup mudah terganggu kesehatannya. Banyak sekali virus dan bakteri yang dapat mengganggu fungsi kerja hidung. Penyakit yang paling sering menyerang hidung tak lain adalah flu. Namun, nyatanya ada penyakit yang sepintas mirip dengan flu namun kondisinya lebih buruk dan perlu ditangani secara serius, yaitu sinusitis.

Sinusitis adalah infeksi dan pembengkakan pada sinus (salah satu bagian yang ada di dalam hidung) yang disebabkan oleh sumbatan di dalamnya. Gangguan penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba, tak heran banyak orang yang sulit membedakan antara sinusitis dan flu pada fase awal.

Secara garis besar, sinusitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu sinusitis akut dan kronis. Kedua jenis ini memiliki gejala dan durasi yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak kedua jenis tersebut di bawah ini!

Baca juga: Sakit Kepala: Apa Saja Jenis dan Penyebabnya?

Jenis Sinusitis

Sinusitis Akut

Jenis satu ini umumnya terjadi setelah seseorang mengalami flu atau terserang virus influenza. Sinusitis akut merupakan fase awal dari rangkaian sinusitis. Penyakit satu ini biasanya disebabkan oleh alergi, bakteri, dan jamur yang melekat di rongga hidung dan menyerang bagian sinus.

Pada fase ini, area di dalam hidung mengalami peradangan dan pembengkakan. Dampak yang ditimbulkan oleh peradangan dan pembengkakan tersebut tak lain adalah kesulitan bernapas. Penderita akan sangat sulit untuk bernapas secara normal karena oksigen atau udara yang dihirup mengalami hambatan yang cukup besar.

Tak hanya di dalam hidung, pembengkakan biasanya juga terjadi di beberapa bagian, yaitu di sekitar mata dan wajah. Selanjutnya, pembengkakan tersebut menyebabkan rasa nyeri hingga pada akhirnya menyebabkan sakit kepala yang cukup mengganggu.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini Gejala dan Penyebab Radang Tenggorokan

Gangguan penyakit ini dapat dikatakan sebagai sinusitis akut bila telah berlangsung selama 4 hingga 12 minggu. Pada dasarnya, sinusitis akut dapat diobati di rumah dengan obat-obatan sederhana serta istirahat. Jika seseorang menderita sinusitis akut, maka orang tersebut akan merasakan gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Lendir hidung (ingus) berwarna hijau atau kuning.
  2. Wajah terasa nyeri atau tertekan.
  3. Hidung mampet.
  4. Indra penciuman memburuk (sulit menangkap bau).
  5. Batuk yang cukup intens serta membuat tenggorokan gatal dan sakit.
  6. Bau mulut yang lebih tajam dari biasanya.
  7. Kelelahan yang membuat penderita sangat lemas hingga badan terasa gemetar.
  8. Sakit gigi yang cukup menyengat.

Sinusitis Kronis

Gangguan kesehatan ini merupakan fase lanjutan dari sinusitis akut. Awalnya, seseorang akan mengalami sinusitis akut, namun penyakit berlangsung lebih dari 12 minggu dan membuat pembengkakan serta nyeri semakin terasa di bagian hidung, sekitar mata, serta wajah.

Selain itu, bukan hanya pernapasan yang terganggu, tapi juga beberapa fungsi tubuh lainnya, seperti penglihatan, pendengaran, dan selaput otak. Jika tidak ditangani dengan baik, sinusitis kronis dapat merusak fungsi tubuh tersebut. Jadi, penderita bukan hanya mengalami kesulitan bernapas, tapi berisiko mengalami kebutaan, tuli, dan meningitis.

Baca juga: Kenali Manfaat dan Jenis Madu untuk Kesehatan

Seseorang yang mengalami sinusitis kronis harus segera berobat ke dokter agar dapat diberikan tindakan serta obat yang sesuai agar kondisinya membaik dan bahkan membuat penyakitnya hilang. Sinusitis kronis memiliki gejala yang lebih kentara dibandingkan sinusitis akut, yaitu:

  1. Cairan kental berwarna yang keluar dari hidung atau adanya cairan mengalir dari belakang tenggorokan.
  2. Penyumbatan hidung, menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung.
  3. Nyeri, sensitif, dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau kening.
  4. Berkurangnya fungsi indra penciuman dan pengecapan.
  5. Nyeri pada telinga.
  6. Nyeri pada rahang atas dan gigi.
  7. Batuk yang memburuk pada malam hari.
  8. Radang tenggorokan.
  9. Bau mulut yang menyengat dan mengganggu.
  10. Kelelahan  yang membuat penderita lemas dan badan terasa gemetar.
  11. Mudah tersulut emosi atau mudah marah.
  12. Mual dan muntah.

Gejala sinusitis kronis sejatinya memiliki kesamaan dengan sinusitis akut. Namun, gejala pada fase akut merupakan infeksi sementara dan sering dikaitkan dengan munculnya demam. Sedangkan pada fase kronis, gejala-gejala tersebut berlangsung lama dan menyebabkan kelelahan yang lebih parah.

Sejatinya, fase akut dan fase kronis memiliki penyebab yang kurang lebih sama. Sebab, penderita tak mungkin menderita sinusitis kronis tanpa mengalami sinusitis akut terlebih dulu. Maka, pahamilah penyebab awal terjadinya sinusitis berikut ini:

  1. Bakteri.
  2. Alergi.
  3. Polusi.
  4. Polip hidung (pertumbuhan daging jinak di dalam hidung yang dapat menyebabkan penderita kesulitan bernapas).
  5. Virus influenza.
  6. Kontak langsung dengan penderita sinusitis.

Sinusitis akut dan kronis sangatlah mungkin untuk disembuhkan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sinusitis akut dapat disembuhkan di rumah dengan cara yang alami serta dengan bantuan obat-obatan ringan. Adapun cara menyembuhkan sinusitis akut di rumah antara lain:

  1. Menghirup uap dari rebusan air.
  2. Membersihkan saluran atau rongga hidung dengan air garam.
  3. Kompres bagian hidung dan sekitarnya yang mengalami peradangan dengan handuk hangat.
  4. Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badan.
  5. Meminum obat sinusitis atau dekongestan tablet yang tersedia di apotek dan dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter.

Namun, untuk sinusitis kronis, tentu cara di atas tidak akan banyak membantu. Segera kunjungi dokter agar dapat penanganan yang sesuai medis dan mendapatkan obat khusus untuk menyembuhkan sinusitis kronis.

Semua orang berisiko terkena gangguan penyakit ini, baik anak-anak dan dewasa, pria dan wanita. Tetaplah jaga kesehatan diri dengan menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari sinusitis yang dapat mengganggu aktivitas.

Comments are closed.