Cerebral Palsy: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Health

Pastikan Anda selalu menjaga kesehatan agar bayi yang terlahir dari rahim Anda tidak mengidap penyakit Celebral palsy. Untuk yang tidak tahu, pasti penyakit ini cukup asing. Jangan khawatir, berikut ini ulasan selengkapnya!

Celebral palsy merupakan gangguan otak yang terjadi pada bayi atau sering juga disebut dengan kelumpuhan otak. Hal ini sangat berpengaruh pada gerakan atau kemampuan motorik seseorang yang terganggu sehingga menyebabkan kesulitan untuk mengotrol gerakan tubuh. Meskipun kemungkinan besar penyakit ini banyak dialami oleh bayi, tapi tidak menutup kemungkinan, anak-anak dalam rentang usia tiga hingga lima tahun bisa terkena gangguan atau kelainan ini.

Penyebab Celebral palsy

Bayi memiliki otak yang sedang berkembang. Bila terdapat kelainan pada otak, maka akan terjadi kelumpuhan. Kelainan ini terjadi pada saat bayi memasuki tahun-tahun pertama. Berikut penyebab umum dari penyakit ini.

  1. Terjadi kelainan pada otak dikarenakan semasa di dalam kandungan, kurangnya asupan oksigen yang masuk.
  2. Kelahiran prematur juga bisa menjadi salah satu penyebab dari adanya kelainan ini. Namun, tidak selalu kelahiran prematur dapat menyebabkan kelainan otak.
  3. Bayi mengalami sakit kuning yang parah, akan berdampak kepada otak, sehingga terjadilah kelainan otak.
  4. Ibu dari bayi mengalami suatu infeksi virus, seperti inveksi campak, mengidap sifilis, mengidap rubella, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk selalu menjaga kesehatan ketika sedang mengandung. Sebab, sebagian besar kelainan dari bayi terjadi akibat sang ibu tidak bisa menjaga kesehatan.
  5. Adanya infeksi otak parah, seperti meningitis dan ensefalitis.
  6. Otak mengalami pendarahan yang cukup berat yang bisa menyebabkan kelainan.
  7. Adanya cedera berat. Cedera berat pada kepala karena jatuh atau kecelakaaan. Selain menyebabkan kelainan otak, hal ini juga bisa berakibat kelumpuhan saraf-saraf otak.

Gejala-Gejala Celebral palsy

Kelainan otak ini memiliki beberapa gejala yang bisa dilihat, seperti berikut ini.

  1. Bayi mengalami perkembangan yang lambat. Misalnya, usia dua tahun belum bisa berjalan ataupun berbicara.
  2. Bayi memiliki pergerakan kaki dan tangan yang tidak normal. Tidak seperti pergerakan bayi pada umumnya.
  3. Bayi kesulitan melakukan gerakan tubuh yang tepat dikarenakan tidak adanya koordinasi otot dengan otak.
  4. Otot tidak normal yang terbentuk pada bayi.
  5. Tidak bisa mengontrol gerakan tubuh yang terjadi, sehingga tubuh bergerak tanpa terkontrol atau tubuh tidak bisa tergerak meskipun berusaha menggerakkan tubuh.
  6. Otot kaki dan otot tangan mengalami kekakuan, sehingga kesulitan untuk digerakkan bahkan tangan dan kaki terasa kaku.
  7. Tidak bisa menjalin koordinasi antara kedua sisi tubuh. Hanya bisa menggunakan satu bagian tubuh untuk melakukan aktivitasnya karena kesulitan menggerakkan kedua sisi dengan perintah yang sama.
  8. Kesulitan untuk berjalan secara normal. Bayi yang menderita penyakit ini, gejalanya adalah berjalan dengan kaki berjinjit, mengangkang atau dengan cara kaki bersilang.
  9. Penderita kelainan ini akan kesulitan untuk melakukan komunikasi karena mereka tidak bisa mencerna ucapan secara cepat.
  10. Penderita ini juga memiliki ciri-ciri kesulitan dalam mengunakan telianganya untuk mendengar. Oleh karena itu, ia akan cenderung kurang memahami perkataan atau suatu arahan.
  11. Memiliki mata yang tidak sama atau mata juling. Mata yang juling biasanya karena adanya kelainan.
  12. Kurangnya kecerdasan dalam menerima materi seperti bayi pada umumnya.
  13. Adanya gangguan pada mental.
  14. Penderita kelainan ini sering sekali kencing di berbagai tempat karena ia kesulitan mengendalikan keinginan buang air kecil atau tidak bisa menahan ketika ingin buang air kecil.
  15. Responnya yang lambat atau tidak normal bahkan respon yang berlebihan terhadap suatu sentuhan, sehingga ia tidak mampu merespon dnegan benar.
  16. Bayi mengalami kesulitan dalam menelan makanan bahkan cenderung tidak bisa menelan.
  17. Penderita ini tidak memiliki kesadaran bahwa air liurnya tetap menetes sepanjang waktu.
  18. Penderita ini sering sekali mengalami gangguan pada sendi dan itu kerap sekali terjadi.
  19. Seringnya mengalami penyakit asam lambung.

Cara Mengobati

Cara pemulihan atau cara pengobatan penyakit ini tidak sama dengan penyakit pada umumnya. Namun, tetap ada cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Berikut ini metodenya.

Melalui Obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan bisa meredakan nyerir. Jenis obat yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung dengan kelainan yang dialami.

Terapi

Ada berbagai jenis terapi yang bisa dilakukan oleh penderita kelainan ini, contohnya fisioterapi. Terapi ini bertujuan untuk memperkuat gerakan dari otot-otot si penderita sehingga dapat menghindari terjadinya otot yang pendek. Sebab, otot yang pendek bisa mengakibatkan gerakan tubuh tidak bisa leluasa.

Kedua, terapi okupasi, yaitu terapi ini berguna bagi penderita yang tidak bisa melakukan aktivitasnya seperti orang normal pada umumnya. Ketiga, terapi bicara diperuntukkan khusus bagi penderita yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan berbicara layaknya seperti orang normal.

Operasi

Operasi akan dilakukan pada daerah-daerah tertentu yang menjadi dampak dari kelainan ini. Operasi ini ada berbagai macam, seperti, operasi ortopedi yang memiliki fungsi untuk membuat sendi yang mengalami perubahan, agar kembali ke posisi semula. Selain itu, bedah ini biasanya dilakukan untuk pasien yang memiliki otot tendon yang pendek sehingga butuh pemanjangan. Kedua, operasi SDR yang hanya dilakukan apabila prosedur lain sudah tidak bisa lagi digunakan maka akan menggunakan cara ini.

Itulah sedikit ulasan mengenai penyakit Cerebral Palsy. Agar terhindar dari kelainan ini, ibu harus memiliki nutrisi yang cukup saat sedang mengandung. Selain itu, ibu harus selalu menjaga kesehatannya. Sebab, apabila sang ibu tidak terlalu peduli dengan kesehatannya maka akan berdampak pada bayi yang ia kandung dan hal tersebut pastinya akan menyebabkan kelahiran yang tidak normal atau terjadinya kelainan pada bayi tersebut.

Kelalaian sang ibu akan memiliki dampak yang besar untuk kehidupan sang anak. Semoga dengan adanya artikel ini, seluruh ibu bisa lebih memperhatikan dirinya dan juga kesehatan kandungannya agar tidak mengalami penyesalan yang terjadi di kemudian hari. Semoga bemanfaat!

Comments are closed.