Efek Samping dan Semua Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Kuret     

Health

Kuret atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai kuretase, merupakan prosedur menghilangkan jaringan di dalam rahim. Prosedur ini dijalani oleh para wanita. Mau tahu lebih dalam?

Beruntunglah jika tidak pernah mengalami masalah kehamilan yang buruk. Namun realitasnya, tidak semua wanita bisa mendapat kesempatan mengandung sampai sembilan bulan dan melahirkannya dengan sempurna.

Dalam beberapa keadaan, ada saja ibu yang harus kehilangan janinnya sehingga harus merasakan proses kuretase atau kuret. Memang ini pilihan yang sangat berat. Bukan cuma harus kehilangan janin namun juga proses yang dijalankan amat berat.

Siapa pun Anda, mengetahui proses kuret diharapkan dapat membantu pasien dan pendamping untuk mempersiapkan diri dan menjalaninya dengan lebih tenang.

Kuret sebenarnya adalah nama sebuah alat operasi untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Prosedurnya disebut kuretase. Prosedur ini dilakukan oleh dokter kandungan, dan umumnya memakan waktu kurang lebih 10-15 menit. Sebelum kuret dilakukan, pasien telah dibius terlebih dahulu.

Pahami Ini Dulu Sebelum Menjalani Kuret

Fungsi Kuret

Kuret tidak hanya dilakukan untuk membersihkan rahim setelah keguguran, tapi juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis kondisi tertentu pada rahim, seperti ketika terjadi perdarahan vagina yang mencurigakan.

Kuret untuk Pemeriksaan

Untuk membantu diagnosis, pada umumnya kuret dilakukan jika pasien mengalami kondisi-kondisi seperti di bawah ini.

Mengalami Perdarahan Setelah Menopause

Mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi, atau dengan jumlah yang berlebihan

Sebagai langkah pemeriksaan lanjutan jika dokter menemukan sel abnormal dari hasil pemeriksaan, misalnya untuk mendeteksi kanker serviks pada hasil papsmear yang abnormal.

Ketika prosedur kuret dijadikan sebagai bagian dari proses diagnosis, maka dokter akan mengumpulkan sampel jaringan dari rahim untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi, seperti kanker rahim, polip rahim, atau hiperplasia endometrium (kondisi prakanker yang ditAndai dengan menebalnya dinding rahim).

Sebagai prosedur pemeriksaan, kuret sering dipadukan dengan histeroskopi, yang dilakukan dengan memasukkan selang fleksibel tipis dengan kamera dan sinar, untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang tidak normal pada rahim.  Di tengah proses histeroskopi, dokter mungkin dapat mengangkat tumor fibroid dan polip berukuran kecil dalam rahim. Namun sebagai prosedur pemeriksaan, kuret kini tidak lagi banyak digunakan dan lebih sering digantikan dengan ultrasonografi (USG).

Kuret Sebagai Terapi

Jika kuret untuk pemeriksaan hanya dilakukan dengan mengambil sampel, kuret yang dijalankan untuk menangani kondisi tertentu dilakukan dengan mengeluarkan hampir seluruh jaringan dalam rahim.

Langkah ini umumnya dilakukan dalam situasi berikut:

  1. Membersihkan jaringan yang tersisa dalam rahim untuk mencegah perdarahan berat. Misalnya, setelah terjadi keguguran atau setelah prosedur aborsi.
  2. Mengangkat polip pada rahim atau leher rahim (serviks).
  3. Mengeluarkan gumpalan di rahim yang disebabkan oleh kehamilan mola (hamil anggur).
  4. Pembersihan plasenta yang tersisa dan menempel dalam rahim, untuk menangani perdarahan berlebih setelah persalinan.
  5. Mengangkat tumor fibroid jinak yang terbentuk pada dinding rahim.
  6. Lapisan pada dinding dalam rahim, yang disebut endometrium, akan terbentuk kembali, namun haid Anda berikutnya mungkin akan terlambat datang. Jika kuret dijalankan karena Anda mengalami keguguran, konsultasikan kepada dokter untuk merencanakan kehamilan selanjutnya.

Proses Kuret

Sebelum menjalani kuret, dokter atau perawat akan menanyakan kondisi dan riwayat kesehatan Anda. Pastikan dokter mengetahui jika Anda:

  1. Alergi terhadap obat-obatan atau bahan tertentu.
  2. Kemungkinan sedang hamil.
  3. Sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat kelainan darah.
  4. Selain hal tersebut, dokter biasanya akan meminta Anda untuk puasa selama 6-8 jam sebelum tindakan kuret dilakukan. Anda akan diminta berbaring dengan posisi kedua kaki terbuka, selama kuret.

Umumnya sebelum proses kuret dimulai, pasien akan dibius agar tidak merasakan sakit. Jenis bius yang akan diberikan tergantung kepada jenis kuret yang akan dilalui. Bius lokal akan membuat daerah di sekitar leher rahim kebas atau tidak merasakan apa pun. Bius epidural akan membuat tubuh dari pinggang ke bawah menjadi kebas. Sementara itu, bius total akan membuat Anda tidak sadar sepanjang prosedur.

Setelah dibius, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina, dan membersihkan leher rahim menggunakan antiseptik. Kemudian, berikut tahapan yang akan dijalani pasien kuret:

  1. Dilatasi. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dilatasi. Ini adalah proses pelebaran leher rahim menggunakan obat, atau dengan menempatkan alat bernama laminaria yang akan menyerap cairan pada leher rahim dan mengembang, sehingga dapat melebarkan leher rahim untuk mempermudah proses kuret.
  2. Kuretase. Pengangkatan lapisan dan isi rahim dengan alat tipis serupa sendok bernama kuret. Sebuah alat bernama kanula juga bisa digunakan untuk mengisap jaringan yang tersisa di dalam rahim. Namun, jika kuret dilakukan untuk tujuan pemeriksaan, dokter hanya akan mengambil sedikit jaringan sebagai sampel, untuk kemudian diuji di laboratorium.

Setelah prosedur, kondisi pasien akan dimonitor selama beberapa jam untuk memastikan pasien sudah pulih sepenuhnya dari obat bius dan untuk mendeteksi apakah terjadi komplikasi, seperti perdarahan hebat. Mengantuk, mual, dan muntah adalah efek yang mungkin terasa apabila pasien menjalani bius total.

Umumnya pasien dapat langsung pulang dalam beberapa jam setelah prosedur, namun disarankan untuk ditemani dan diantar oleh keluarga. Normalnya, pasien dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa setelah 24 jam.

Sebagian pasien dapat merasakan mual dan kram selama setidaknya satu hari. Sebagian lagi bahkan dapat mengalami perdarahan lewat vagina selama kurang lebih 1-2 minggu. Karena itu, disarankan untuk menggunakan pembalut atau pantyliner setelah menjalani kuret.

Risiko Kuret

Meski relatif aman, namun tiap prosedur operasi pasti memiliki risiko. Kuret mengandung risiko sebagai berikut:

  1.     Perdarahan yang hebat.
  2.     Infeksi dalam rahim.
  3.     Luka parut pada dinding rahim, atau disebut sindrom Asherman, yang dapat menyebabkan keguguran di masa yang akan datang, nyeri atau gangguan haid, bahkan kemandulan.
  4.     Selain itu, risiko kuret yang lebih jarang terjadi termasuk kerusakan atau terbentuknya lubang pada leher rahim, rahim, kandung kemih, atau pembuluh darah. Lubang dapat terbentuk karena cedera akibat alat operasi.

Terbentuknya lubang pada rahim akibat cedera lebih berisiko terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause atau baru saja melahirkan. Meski umumnya lubang ini dapat menutup dengan sendirinya, namun kadang perlu dilakukan tindakan lanjutan berupa pemberian obat atau operasi jika terjadi kerusakan pada organ atau pembuluh darah.

Segera periksa ke dokter jika setelah menjalani kuret, Anda mengalami demam, perdarahan parah yang dapat membuat Anda perlu mengganti pembalut tiap jam, nyeri yang makin berat, keluarnya cairan yang berbau tidak sedap dari vagina, serta kram perut selama lebih dari dua hari.

Apa yang Boleh Dilakukan Setelah Kuret?

Setelah prosedur kuret selesai dilakukan, Anda akan menjalankan masa pemulihan. Masa pemulihan ini akan berlangsung selama beberapa hari tergantung dari kondisi Anda. Dokter pun akan memantau keadaan Anda setelah kuret. Terkadang, kuret juga dapat memunculkan komplikasi yang menunjukkan gejala seperti perdarahan berat, keputihan berbau busuk, nyeri pada perut, dan demam. Jika Anda mengalami gejala tersebut, Anda mungkin perlu perawatan khusus dan perlu dirawat selama beberapa hari.

Namun, jika Anda tidak mempunyai komplikasi setelah kuret, Anda mungkin bisa menjalankan aktivitas Anda kembali seperti biasa dalam waktu satu atau dua hari setelah kuret. Biasanya pemulihan setelah kuret tidak memerlukan waktu yang lama. Setelah prosedur kuret selesai, Anda mungkin merasakan kram perut yang biasanya berlangsung tidak lebih dari satu hari. Selain itu, Anda juga bisa mengalami perdarahan ringan yang bisa berlangsung selama beberapa hari sampai dua minggu.

Untuk menangani perdarahan, Anda bisa menggunakan pembalut biasa. Jangan menggunakan tampon karena dapat meningkatkan kemungkinan infeksi setelah kuret. Anda mungkin juga membutuhkan beberapa obat penghilang rasa sakit untuk meringankan sakit yang Anda rasakan, seperti paracetamol atau ibuprofen (sesuai saran dokter).

Pada masa pemulihan, sebaiknya Anda bergerak dan melakukan aktivitas ringan, walaupun mungkin Anda akan merasa tidak nyaman dengan rasa sakitnya. Tapi, hal ini dapat membuat otot Anda tetap kuat dan juga untuk membantu mencegah terbentuknya penggumpalan darah di kaki. Untuk memantau kondisi Anda, sebaiknya buat janji dengan dokter kapan Anda harus memeriksakan diri Anda lagi.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Kuret?

Ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan setelah menjalani kuret, yaitu:

  1. Jangan melakukan hubungan seksual sampai beberapa minggu setelah kuret atau sampai dokter Anda memperbolehkannya. Biasanya Anda diperbolehkan melakukan hubungan seksual setelah 2 minggu sejak dikuret atau sampai perdarahan Anda berhenti. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam rahim yang dapat menyebabkan infeksi.
  2. Anda juga dilarang untuk memasukkan apa pun ke dalam vagina, termasuk juga tidak boleh membersihkan vagina dengan douche atau cairan pembersih vagina dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Agar, Anda terhindar dari infeksi.
  3. Anda mungkin juga tidak diperbolehkan mandi selama kurang lebih tiga hari atau bisa lebih.
  4. Anda juga harus menghindari mengangkat barang berat selama beberapa hari setelah dikuret.

Kini, Anda sudah mengetahui lebih jauh mengenai detail tentang prosedur kuret. Dampingi siapa pun keluarga tersayang Anda di saat kondisi ini. Dukungan Anda amat sangat berarti untuk mereka.

Comments are closed.