Fakta-Fakta Bajakah Obat Kanker

Health

Hanya tumbuh di hutan belantara Kalimantan, Bajakah obat kanker disinyalir dapat menyebuhkan penyakit berat lainnya seperti Tumor.

Baru-baru ini bajakah semakin populer, pasalnya tanaman khas masyrakat suku Dayak ini disinyalir dapat mengobati kanker. Adalah tiga siswa asal Banjarmasin yYazid Rafi Akbar, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani ang menemukah khasiat Bajakah obat kanker. Penemuan ini akhirnya membawa ketiganya meraih medali emas dalam ajang World Invention Creativity Olympic, Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019.

Apa itu Bajakah?

akar Bajakah obat kanker

Source: Industry.co.id

Bajakah adalah sejenis akar tanaman dari batang pohon tunggal yang merambat. Warnanya coklat dengan akar yang kuat dan besar. Ketingian maksimumnya bisa lebih dari 5meter. Akar bajakah hany berada di dasar aliran air lahan gambut.  Tanaman asli Kalimantan ini hanya dapat tumbuh dan ditemukan dihutan dan sampai saat ini belum ada yang menanamnya untuk tujuan komersial.

Terkait akar bajakah sebagai obat kanker, karena didalam tubuhuna ini mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi melawan sel kanker. Selain itu terdapat kandungan penting lainnya yakni saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik.

Namun dibalik pamornya yang sedang naik, orang-orang di bidang medis menyangsikan kebenaran dari bajakah obat kanker ini. Sebab menurut mereka, penelitian Bajakah terdahulu masih ditahap awal, belum melalui serangkaian uji coba.

Populernya Bajakah juga membeberakan fakta lain terkait tumbuhan ini, cukup unik jika kita bedah satu-persatu. Penasaran apa fakta menarik dari tumbuhan yang dianggap misitis ini?

Fakta-Fakta Bajakah Obat Kanker

Obat Turun Temurun

Bagi warga Palangkaraya Bajakah bukanlah barang baru, dari ratusan tahun lalu tumbuhan ini memang sudah dikenal punya kemampuan menyembuhkan. Terutama penyakit-penyakit berat seperti tumor dan kanker. Warga Dayak pedalaman lah yang masih menggunakan tanaman tersebut untuk pengobatan sehari-hari mereka.Tak jelas bagaimana asal mula penemuan Bajakah sebagai obat, namun orang-orang dulu biasa mengonsumsinya sebagai pengganti teh dipagi dan malam hari atau justru sebagai pengganti air putih.

Baca Juga: Penyakit Albino, fakta Penyebab dan Gejalanya

Sudah Terbukti Sembuhkan Kanker Stadium 4

Pohon Bajakah obat kanker

Source: GDM Organik

Penemuan Bajakah sebagai obat kanker ini tak lepas dari pengalaman salah satu peneliti yang ibunya mengalami kanker  payudara stadium 4. Keterbatasan akses dan dana membuat mereka terpaksa mencoba segala pengobatan alternatif, termasuk mengonsumsi akar bajakah sebagai tanaman yang dianggap mistis oleh warga sekitar. Secara mengejutkan penderita bisa sembuh total hanya dalam dua minggu, kesembuhannya pun tanpa merasakan efek samping. Cara mengonsumsinya hanya dijadikan sebagai minuman teh saja.

Jadi Pro dan Kontra

Faktanya, banyak para pakar obat masih meragukan khasiat sebenarnya dari tumbuhan ini. Meski berhasi menyabet medali emas, namun ini dinilai bukan suatu kebaruan untuk dunia medis. Terlebih penelitiannya masih sangat awal sehingga belum mengalami beragam uji joba. Persoalan lainnya adalah efek samping yang belum ditemukan.

Para praktisi obat khawatir populernya bajakah ini justru menyesatkan para idolanya. Pasalnya, pernah ada suatu masa ketika buah merah populer jadi obat HIV namun karena cara pengonsumsian yang kurang tepat, pasien bukannya sembuh malah berakhir dengan kematian.

Baca Juga: Kanker Prostat, Definisi hingga Faktor Risikonya

Meski ada sejumlah bukti keberhasilan bajakah tapi pakar-pakar dunia kesehatan, sepakat mengasumsikan bajakah bukanlah obat kanker. Merekapun mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tak serta merta menelan informasi yang ada. Untuk berbagai penyakit berat seperti tumor dan kanker sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Kemungkinan Eksploitasi

Bajakah Obat Kanker yang baru ditemukan

Semakin boomingnya bajakah sebagai obat kanker menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi warga Dayak yang sudah hidup berdampingan lama dengan hutan. Melihat manfaatkan bajakah yang begitu besar dapat menyulut keserakahan manusia untuk mengambil akar ini secara berebihan dan merusak hutan.

Para pejabat setempat juga mengakui jika mereka khawatir prediksi tersebut benar. Karena itulah mereka melindungi betul hutan-hutan disana dan memastikan tak ada yang mengambil akar bajakah untuk tujuan komersial.

Harga yang Terus Menanjak

Karena terus menerus diberitakan berhasil mengobati sejumlah penyakit berat, permintaan bajakah pun kian hari kian bertambah. Demand yang tinggi ini tak bisa diimbangi dengan ketersediaan akar bajakah yang memang terbatas. Walhasil harganya terus melambung, kira-kira per 20cm akar bajakah dihargai Rp250ribu. Padahal itu adalah panjang rata-rata dalam sekali pemakaian untuk pengobatan.

Diberbagai e-commerse sudah banyak pedagang yang menjual akar spesial ini dengan beragam harga dan dikemas berbeda-beda. Belum diketahui apakah ada yang menjual bajakah palsu atau tidak. Namun kita tidak bisa membedakan keduanya, kecuali beli sendiri ditanah dimana tanaman ini tumbuh.

Tanaman Merambat

Sulit sekali menemukan bajakah diantara hutan belantara lantaran bentuknya yang sama dengan pohon-pohon pada umumnya. Yang membedakan adalah bahwa tanaman ini berjenis merambat dan hanya bisa merambati pohon tingi dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Selain itu bajakah juga tidak bisa hidup dengan banyak sinar matahari.

Baca Juga: Cari Tahu Lebih Banyak Seputar Penyakit Miom

Tak heran jika posisinya selalu tersembunyi. Jika ingin mencari akar yang satu ini mata Anda harus jeli karena selain pohonnya memang jarang, ia tidak akan menampakkan diri ditengah-tengah cahaya.

Lokasi

Untuk sampai ke hutan dimana akar bajakah tumbuh, Anda harus menempuh dua jam perjalanan dari pusat Palangkaraya atau dari SMA 2 Palangkaraya, perjalanan bisa ditempuh dengan sepeda motor namun saat dihutan hanya ada pilihan berjalan kaki. Sebelum sampai ke lokasi Anda akan terlebih dulu melewati hutan trans Kalimantan yang terkenal berhaya. Tak heran jika sudah di Pulau Jawa harga bisa berkali-kali lipat, karena untuk mendapatkannya pun tidaklah mudah.

Cara Konsumsi Bajakah

Sementara untuk cara konsumsinya, biasanya suku Dayak pedalaman terlebih dulu merebus akar bajakah dengan air, setelah itu didiamkan sampai hangat barulah diminum. Adapula yang mengeringkannya lebih dulu dibawah sinar matahari, lalu dicacah atau ditumbuk sampai jadi bubuk. ah sau gram tumbukan tersebut bisa direbus dengan air kurang lebih 30menit.

Tentu jika Anda membeli di online shop bajakah ini belum tentu asli dan bisa jadi telah melalui terlalu banyak produksi yang mana bisa saja menurunkan kualitasnya. Jika ingin membeli lebih baik dalam bentuk akarnya dan olah sendiri sampai menjadi bubuk, dengan begitu Anda tak perlu lagi mengkhawatirkan soal kualitasnya.

Namun perlu digaris bawahi ya, Kementrian Kesehatan sendiri belum mengesahkan khasiat tanaman ini. Karena itu kewaspadaa tetap diperlukan, sebaiknya konsultasikan dulu kepada ahlinya jika ingin mengonsumsi bajakah.

Comments are closed.