Flek Paru-Paru Pada Bayi

Apa pengaruh flek paru-paru pada tubuh? Apa yang harus dilakukan agar cepat sembuh?

Health

Salam kenal dokter, 

Keponakan saya berusia 9 bulan divonis oleh dokter terkena flek paru-paru. Badannya makin kurus, namun perutnya semakin buncit. Apakah itu merupakan pengaruh dari penyakitnya? Atau mungkin karena obat yang dikonsumsi? Apa yang harus dilakukan agar ia cepat sembuh? Terima kasih dokter. 
Salam, 
Siti 

Salam sehat untuk Siti, 
Flek paru adalah istilah yang cukup sering digunakan oleh masyarakat untuk sebutan penyakit TB (tuberculosis) yang terjadi di organ paru-paru. Angka kejadian flek paru atau TB pada anak sudah tidak asing lagi di telinga kita baik itu kasus yang terjadi di keluarga sendiri atau tetangga. Tuberkulosis (TB) anak merupakan penyebab morbiditas (penyakit) dan mortalitas (kematian) yang sering dijumpai di negara berkembang. Risiko penularan infeksi TB meningkat pada anak yang tinggal dalam satu rumah dengan pasien TB dewasa aktif. Oleh karena itu intensitas paparan dengan sumber penularan dan kondisi imunodefisiensi (kekebalan tubuh yang rendah) merupakan faktor utama dalam menentukan risiko infeksi TB pada anak. 
Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycobacterium tubercolusis. Bakteri ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari orang dewasa hingga anak berusia di bawah 2 tahun. Bayi yang menderita TB memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Bakteri yang menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh dapat mengakibatkan terjadinya TB hati, TB selaput otak atau meningitis, dan TB tulang. Oleh karena itu, jika bayi dan balita sudah terdeteksi menderita flek paru-paru atau TB segeralah diobati. 
Gejala umum dari penyakit TB berupa batuk yang bahkan disertai dengan demam yang tidak henti selama lebih dari 3 minggu bahkan 3 bulan meskipun sudah diobati, demam, diare, nafsu makan berkurang, berat badan menyusut, dan di leher bagian samping seringkali teraba pembesaran pada kelenjar getah bening. Pada anak yang mengalami gejala tersebut biasanya dilakukan salah satu tes, yakni tes Mantoux untuk menegaskan diagnosis TB. Jika hasil tes mantoux positif, maka anak sudah terkena kuman TB sehingga harus dilakukan pemeriksaan darah dan foto rontgen untuk menilai apakah TB berada dalam keadaan aktif atau tidak. 
Mengetahui gejala TB sejak dini akan memperbesar peluang kesembuhan secara total dengan pemberian obat maupun antibiotik yang tepat. Namun bila terlambat, apalagi jika sudah disertai komplikasi, tentu jadi lebih sulit. Pengobatan TB berlangsung lama dan harus dijalani secara intensif, bisa dalam jangka pendek (minimal 6 bulan dengan pengobatan teratur) atau panjang. Selain itu diperlukan juga pemeriksaan lanjutan untuk melihat berapa besar keberhasilan pengobatan yang diberikan, juga untuk mengetahui apakah obat-obatan tersebut berdampak positif dalam penyembuhan. 
Yang terpenting, beberapa minggu hidup sehat dengan mengkonsumsi obat-obatan, si kecil akan terlihat lebih baik dan gejala-gejala yang timbul perlahan menghilang. Namun sering kali dalam pengobatan jangka panjang, pasien jadi bosan atau orang tua merasa anaknya sudah sembuh hingga pengobatan tidak dijalankan dengan tuntas. Padahal kalau pengobatan tidak dituntaskan, pasien akan kebal terhadap obat dan bila suatu saat kembali terserang kuman TB, maka pengobatannya menjadi lebih sulit. 
Untuk meminimalkan penularan kuman TB pada bayi, terapkan gaya hidup sehat dengan berikan zat-zat kekebalan tubuh sejak lahir seperti ASI dan hindari kontak fisik dengan penderita TB yang masih terinfeksi aktif. Selain itu, beri nutrisi dengan gizi makanan yang seimbang, menjaga kebersihan dan kesehatan rumah dan lingkungan, dan tanyakan ke dokter untuk pemberian imunisasi BCG agar bayi memiliki imun (pertahanan) terhadap serangan bakteri TB. 
Yang perlu diperhatikan bagi para orang tua yang anaknya telah mengidap flek paru ataupun positif TB, tidak perlu khawatir terlalu berlebihan. TB bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran dokter untuk hidup sehat dengan minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Orang tua juga harus waspada dan memberikan perhatian ekstra agar penderita rutin meminum obatnya. Jika tidak, pengobatan bisa gagal dan perlu diulang. 
Untuk kondisi tubuh keponakan Anda yang semakin kurus dengan perut yang membuncit, ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti adanya penyakit lain yang menyertai sebelumnya, malnutrisi (gangguan gizi sejak lahir), atau penyakit TB sudah mengenai organ lain (hati). Untuk memastikan kondisi keponakan Anda saat ini, periksakan ke dokter paru-paru agar dapat dinilai apakah pengobatan yang telah diberikan berjalan baik atau ada indikasi penyakit lain yang menyertai. 
Semoga bermanfaat. Terima kasih. 
Salam, 
dr. Ryan Thamrin

Leave a Reply