Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Amandel

Health

Meski sebagian besar penyakit amandel tidak tergolong serius, namun Anda tetap disarankan menemui dokter jika mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, atau gejala justru semakin parah.

Apa Itu Penyakit Amandel?

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada kelenjar tonsil, yaitu salah satu kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh untuk menangkap dan membunuh kuman pada saluran pernapasan. Penyebab umumnya adalah infeksi virus dan selebihnya disebabkan karena bakteri.

Beberapa infeksi virus yang sering menyebabkan amandel bengkak seperti influenza, coronavirus, adenovirus, epstein-barr virus, dan herpes simplex virus. Namun, jangan salah, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh bakteri dari streptococcus grup A, yang juga jadi penyebab radang tenggorokan.

Apa yang Menyebabkan Penyakit Amandel Membengkak?

Radang tenggorokan ini hampir pernah dialami siapa saja. Namun perlu diketahui, bahwa tonsil adalah jaringan limfoid yaitu suatu jaringan di dalam tubuh yang mengandung sel darah putih yang berfungsi sebagai imunitas tubuh melawan infeksi di dalam tubuh yang berlokasi di beberapa tempat dalam rongga mulut dan rongga faring (kerongkongan), berbentuk almond, sepasang, dan mudah dilihat.

Fungsi dari tonsil adalah melawan infeksi di dalam tubuh khususnya pada daerah mulut baik yang disebabkan oleh virus, jamur, maupun bakteri dengan cara membantu tubuh memproduksi antibodi untuk melawan infeksi.

Nah, saat amandel atau tonsil itu sendiri yang terinfeksi, ia akan meradang yang menyebabkan amandel bengkak.

Penyebab radang tenggorokan antara lain:

  1.       Infeksi virus, seperti virus influenza.
  2.       Infeksi bakteri paling sering disebabkan oleh bakteri streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridans, dan streptococcus pyogenes. Dan bakteri yang jarang menyerang contohnya adalah chlamydia dan gonorrhea.

Biasanya gejala yang terjadi pada jenis-jenis penyakit tenggorokan adalah:

  1.       Demam.
  2.       Sakit kepala.
  3.       Nyeri otot.
  4.       Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher.

Sedangkan gejala umum tonsillitis adalah:

  1.       Nyeri tenggorok.
  2.       Demam.
  3.       Pada tenggorok dan tonsil biasanya terlihat merah dan membengkak.
  4.       Pada tonsil dapat terlihat nanah yang menutupi secara penuh ataupun bercak-bercak putih.

Ada beberapa hal lain yang menyebabkan kondisi ini terjadi, yakni:

Penyakit Asam Lambung (GERD)

Mengapa penyakit asam lambung (GERD) ini bisa menyebabkan penyakiti amandel? Normalnya, makanan yang Anda makan, dari tenggorokan menuju lambung harus melewati satu tabung panjang penghubung yang disebut sebagai kerongkongan. Otot berupa katup pada kerongkongan inilah yang mencegah adanya arus balik pada makanan dari lambung kembali ke tenggorokan.

Saat kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi, katup pada o otot kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya, dengan menutup jalan agar makanan tidak kembali ke tenggorokan, asam lambung Anda mengalir ke kerongkongan, lalu mengiritasi dinding kerongkongan.

Kebiasaan Merokok

Reaksi dari kebiasaan merokok ini menujukkan adanya hubungan antara perilaku merokok dengan pembesaran hingga kanker pada tonsil. Kondisi ini diprediksi terjadi sebagai reaksi dari tonsil terhadap reaksi kimia yang terkandung dalam rokok.

Apa Harus Dilakukan Operasi Penyakit Amandel?

Operasi amandel menjadi umum dilakukan dikalangan anak-anak, meskipun beberapa orang dewasa juga melakukannya. Pembedahan untuk mengeluarkan tonsil yang bengkak ini juga tergolong aman dan umum dilakukan. Akan tetapi sekarang, banyak dokter yang lebih memilih menunggu dan menggunakan operasi amandel hanya pada kasus tertentu.

Operasi amandel dikenal juga dengan nama tonsilektomi, yaitu prosedur bedah yang bertujuan untuk mengobati tonsillitis atau peradangan kronis pada tonsil.

Bila terinfeksi, tonsil biasanya akan menjadi bengkak dan ada rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Pada kebanyakan kasus, masalah ini dapat disembuhkan dengan antibiotik. Namun, bila kondisinya memburuk dan menjadi kronis, pasien dianjurkan untuk menjalani operasi amandel yang diangkat total.

Tonsilektomi dapat dilakukan dengan dua metode. Namun, metode yang lebih sering digunakan adalah diseksi diatermi bipolar, karena metode ini dapat mengurangi risiko pendarahan.

Metode ini dilakukan dengan menggunakan forcep elektris guna menutup pembuluh darah yang ada di antara amandel dan otot di sekitarnya. Kemudian, amandel akan diangkat satu persatu. Jadi cara ini digunakan untuk mengeluarkan tonsil yang bengkak secara total, untuk memastikan tidak ada jaringan yang tertinggal satupun.

Sementara metode lainnya adalah menggunakan metode intrakapsular. Cara ini menggunakan probe elektris untuk memecah dan menghancurkan protein di jaringan tonsil.

Probe tersebut, mengandung larutan garam yang dipanaskan dengan arus listrik, sehingga dapat menghancurkan kelenjar yang ada di lapisan amandel. Metode ini tidak terlalu berisiko merusak otot dan pembuluh darah di sekitar tonsil dan tenggorokan Anda.

Operasi amandel dilakukan bila Anda mengalami beberapa hal berikut ini:

  1.    Terjadinya tonsilitis lima hingga tujuh kali Anda alami dalam satu tahun.
  2.    Anda mulai mengalami kesulitan dalam bernapas.
  3.    Anda sering mendengkur saat tidur dengan volume yang keras.
  4.    Amandel Anda mengalami pendarahan.
  5.    Anda mengalami kesulitan dalam menelan makanan terutama daging.
  6.    Anda mengalami kanker di tonsil, Anda pun harus melakukan operasi amandel.
  7.    Operasi akan dilakukan, kalau daerah sekitar tonsil Anda terinfeksi dan membentuk kantong nanah, hal itu disebut abses.
  8.    Dokter akan menyarankan pembedahan jika obat antiobiotik tidak mampu lagi mengatasi bakteri.
  9.    Terdapat tumor meskipun kondisi ini agak jarang terjadi.

Sebelum melakukan operasi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menimbang-nimbang seberapa berpengaruhnya infeksi ini memengaruhi kehidupan Anda atau anak.

Dokter juga akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti:

  1.       Pemeriksaan kultur tenggorokan dengan melakukan usap tenggorok untuk menentukan bakteri penyebab. Pada pemeriksaan ini alat diusapkan ke belakang tenggorok, lalu hasilnya dibawa ke laboratorium untuk dilihat apakah ada pertumbuhan bakteri di dalam suatu wadah.
  2.       Pemeriksaan cepat (rapid test), yaitu dengan mendeteksi antigen (protein khas pada permukaan bakteri) streptococcus grup A. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan darah.
  3.       Pemeriksaan ASTO (Antistreptolisin O), namun pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan dua kali, yaitu pada awal sakit dan empat minggu setelahnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan darah.

Jika hasil pemeriksaan radang tenggorokan menandakan bahwa bakteri merupakan penyebabnya, maka akan diberikan antibiotik. Namun jika radang tenggorokan disebabkan oleh virus influenza, maka disarankan untuk diberikan obat antivirus atau obat peningkat daya tahan tubuh saja. Karena jika penyebabnya adalah virus, biasanya radang tenggorokan sembuh dengan sendirinya seiring dengan adanya peningkatan daya tahan tubuh.

Comments are closed.