Hari Diabetes Sedunia: Sadari Kadar Gula Anda

Health

Bahaya nyata diabetes yang tak dapat disembuhkan ini menjadi momok mengerikan bagi setiap orang. Mari tingkatkan kesadaran dengan ikut serta memperingati Hari Diabetes Sedunia!

Penyakit diabetes menjadi momok bagi setiap orang, apalagi jumlah penderita diabetes tiap tahun terus meningkat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diabetes sering dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan seseorang yang berakibat meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, ada faktor keturunan dari orang tua yang menurun ke anaknya secara langsung.

Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh, mengetahui pengetahuan tentang penyakit diabetes ini sedikitnya diperlukan untuk setidaknya waspada akan gejala-gelajanya. Berikut ulasan mengenai sejarah Hari Diabetes Sedunia serta jenis-jenis dan gejala diabetes untuk Anda ketahui.

Sejarah Lahirnya Hari Diabetes Sedunia

Sejarah Lahirnya Hari Diabetes Sedunia

Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tak memproduksi cukup insulin atau tubuh tak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin ini merupakan hormon untuk mengatur kadar keseimbangan gula darah. Seiring berjalannya waktu, diabetes dapat mengganggu fungsi organ tubuh manusia. Beberapa organ tubuh bekerja tak semestinya dan ada pula yang harus diamputasi.

Menurut jurnal yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Diabetes Day (WDD) diperingati untuk meningkatkan perhatian terhadap diabaetes yang terus meningkat di dunia. Pemrakarsa utamanya adalah International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organisation (WHO) yang menetapkan tanggal 14 November 1991 sebagai peringatan World Diabetes Day pertama.

Secara resmi, WDD masuk dalam hari penting di dunia secara resmi sejak 2006. Peringatan Hari Diabetes diperkuat dengan dikeluarkannya Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, hal itu ditandai dengan kelahiran Sir Frederick Banting pada 14 November 1891. Frederick Banting merupakan orang yang menemukan insulin bersama dengan Charles Best pada 1922. Dengan diperingatinya WDD harapannya masyarakat bisa ikut mengampanyekan kesadaran akan diabetes di dunia yang akan mempengaruhi lebih dari 1 miliar orang di lebih dari 160 negara.

Baca Juga: Penyakit Diabetes: Jenis, Gejala, dan Pencegahannya!

Istilah diabetes mungkin diciptakan oleh Apollonius dari Memphis sekitar 250 SM. Namun, nama diabetes pertama dicatat dalam bahasa Inggris, dalam kata “diabete” dalam teks medis yang ditulis sekitar 1425 M. Pada 1675, Thomas Willis yang merupakan seorang dokter menambahkan kata “mellitys” untuk melengkapi kata diabetes. Hal ini didasari pada rasa manis yang berasal dari urine yang banyak diperhatikan dan diteliti oleh orang Yunani kuno, Cina, Mesir, India, dan Persia seperti yang terlihat dari literatur mereka.

Pada 1919, Dr Frederick Allen dari Rockefeller Institute di New York menerbitkan “Peraturan Diet Total dalam Pengobatan Diabetes” yang memperkenalkan terapi diet ketat atau pengobatan kelaparan sebagai cara untuk mengelola diabetes. Setelah itu, Sir Frederick Grant Banting dan Charles Herbert Best mengembangkan dan menemukan insulin untuk diabetes pada tahun 1922. Atas jasanya, Frederick Banting menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi.

Pada Januari 1922, Leonard Thompson, seorang pasien amal di Rumah Sakit Umum Toronto, menjadi orang pertama yang menerima suntikan insulin untuk mengobati diabetes. Thompson mampu hidup 13 tahun lagi sebelum meninggal karena pneumonia pada usia 27 tahun.

Namun demikian, kita harus tetap waspada dengan bahaya yang disebabkan oleh diabetes. Walaupun berbagai upaya penyembuhan dan insulin sudah ditemukan, hal itu belum bisa menyembuhkan diabetes secara total. Perlunya perubahan gaya hidup dan pola makan untuk bisa terhindar dari serangan diabetes.

Jenis Diabetes

mengurangi gula di hari diabetes

Diabetes sendiri ada dua jenis yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2 dan masing-masing tipe memiliki ciri-ciri yang berbeda antara satu penderita dengan lainnya. Untuk lebih mengenalnya, berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

Diabetes Tipe 1

Banyak terjadi pada kelompok Uuia dibawah 40 tahun. Sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang berfungsi untuk memproduksi insulin. Akibatnya, terjadi peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan lebih lanjut pada organ-organ tubuh tertentu. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan menyerang kelompok usia di bawah 40 an tahun, karenanya bahkan disebut sebagai diabetes anak-anak. Terapi yang dijalankan biasanya dengan memberikan suntikan insulin juga penerapan pola makan sehat, dan tentu juga menjalankan tes darah secara rutin.

Diabetes Tipe 2

Akibat kurangnya produksi insulin dalam tubuh. Jenis ini lebih umum terjadi, 90% penderita diabetes dunia ditengarai mengidap diabetes jenis ini. Hal ini disebabkan kurangnya produksi insulin dalam tubuh,sehingga sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin, istilahnya resistensi insulin. Secara umum, diabetes tipe ini dihubungkan juga dengan kondisi obesitas, meski bukan serta merta seseorang yang obesitas dapat divonis mengidap diabetes. Tetapi peningkatan indeks massa tubuh seseorang juga meningkatkan risiko diabetes, umumnya yang terserang adalah para manula.

Gejala Awal Diabetes

stop diabetes di hari diabetes

Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi. Untuk memastikan bahwa seseorang apakah mengidap diabetes atau tidak maka perlu diagnosis dokter melalui cek darah.

Bagi orang awam, setidaknya harus mengenal beberapa gejala yang biasanya mengiringi penyakit gula darah ini seperti berikut ini:

Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan turun adalah hal biasa, namun jika terjadi terus menerus maka Anda perlu waspada. Seseorang yang ditengarai mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan signifikan. Ini dianggap sebagai gejala awal diabetes, akibat glukosa tidak bisa diserap secara optimal oleh tubuh.

Baca Juga: 5 Tips Sehat Persiapan Puasa untuk Penderita Diabetes

Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Bisa jadi, peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang adalah pertanda awal dari diabetes. Hal ini terjadi karena sel mengharapkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan bersumber dari makanan. Namun demikian, tubuh tidak dalam kondisi optimal dan bisa bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang memicu rasa lapar berkelanjutan.

Intensitas Buang Air Kecil Meningkat Biasanya Malam Hari

Gejala diabetes ini yang paling dikenal masyarakat. Buang air kecil yang terus menerus dan sering, adalah gejala awal dari diabetes. Bila hal ini terjadi ada baiknya untuk segera memeriksakan diri, agar bisa mendapatkan penanganan segera dan cepat.

Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar gula dalam darah sudah cukup tinggi. Rasa kesemutan dan kebas (mati rasa) pada bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan adalah tanda untuk waspada, karena bisa jadi penyakit diabetes sudah menunjukan gejala stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada serabut saraf.

Penglihatan Menurun, Terganggu, dan Kabur

Kadar glukosa yang semakin meningkat menyebabkan cairan pembuluh darah terbatasi untuk masuk ke mata. Keadaan yang demikian bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Tetapi ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Penderita diabetes karena kadar gula yang berlebih menyebabkan kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak normal. Bila seorang penderita diabetes memiliki luka terbuka, maka akan sangat susah untuk proses penyembuhannya.

Baca Juga: 4 Langkah Mudah Merawat Penyakit Diabetes

Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Seorang wanita penderita diabetes umumnya juga disertai dengan infeksi jamur. Jamur ini akan muncul di beberapa bagian mulut, biasanya dalam bentuk sariawan di mulut, juga infeksi pada bagian vagina, yang disebabkan oleh jamur candida.

Tak ada salahnya lebih memerhatikan lagi kesehatan tubuh Anda, sebab penyakit apapun bisa saja datang tanpa Anda sadari. Tingkatkan kesadaran dengan lebih memerhatikan gejala yang terjadi pada tubuh Anda. Ikut serta memperingati Hari Diabetes Sedunia juga menjadi salah satu langkah positif bagi kehidupan yang lebih baik.

Comments are closed.