Hari Kesehatan Nasional: Sebagai Kontribusi Sosial Kemasyarakatan

Health

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya hidup sehat, Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap tanggal 12 November setiap tahunnya.

Pernahkah Anda mendengar tentang hari kesehatan? Sesuai namanya, peringatan hari kesehatan ditujukan untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Secara internasional, hari tersebut diperingati setiap tanggal 7 April. Tahun ini, tema peringatannya adalah Beat Diabetes yang bertujuan mengurangi angka diabetes sekaligus memberikan kesadaran dan pemahaman lebih pada masyarakat dunia.

Tak hanya diperingati secara internasional, hari kesehatan juga diperingati di Indonesia. Biasa disebut sebagai Hari Kesehatan Nasional atau HKN, peringatan ini berlangsung pada tanggal 12 November setiap tahunnya. HKN Tahun 2019 ini adalah HKN ke-55 dengan tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul”.

HKN sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan atau perilaku yang kurang sehat. Peringatan HKN biasanya disambut dengan beragam rangkaian kegiatan kesehatan baik di pusat maupun daerah. Berikut detil mengenai HKN mulai dari sejarahnya, perayaannya, hingga sudah sejauh mana pencapaiannya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Sejarah Hari Kesehatan Nasional

Sejarah Hari Kesehatan Nasional

Sejarah lahirnya HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November berawal dari upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia. Di era 50-an, penyakit Malaria mewabah di Indonesia. Penyakit ini menjangkiti hampir semua masyarakat di seluruh negeri. Terdapat ratusan ribu orang yang tewas akibat wabah Malaria tersebut. Akibat banyaknya korban yang jatuh, pemerintah kemudian segera mengambil tindakan dengan melakukan beragam upaya untuk membasmi Malaria.

Upaya pembasmian penyakit Malaria dimulai tepatnya pada tahun 1959 dengan dibentuknya Dinas Pembasmian Malaria oleh pemerintah. Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1963, namanya kemudian diganti menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria yang disingkat menjadi KOPEM. Upaya pembasmian ini dilakukan oleh pemerintah dengan dibantu organisasi kesehatan dunia WHO dan USAID. Dengan dilakukan upaya pemberantasan Malaria tersebut, pemerintah berharap Malaria bisa benar-benar diberantas.

Baca Juga: Mengkonsumsi Vitamin dan Mineral untuk Kesehatan Tubuh

Bentuk upaya pemberantasan penyakit Malaria sendiri dilakukan dengan menggunakan obat jenis DDT. Penyemprotan obat ini dilakukan secara massal ke rumah-rumah penduduk yang ada di pulau Jawa, Bali dan Lampung. Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Presiden RI kala itu, melakukan penyemprotan pertama secara simbolis pada tanggal 12 November 1959, bertempat di desa Kalasan, Yogyakarta. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai HKN untuk diperingati setiap tahunnya.

Perayaan

perayaan Hari Kesehatan Nasional

Perayaan HKN pada 12 November pertama kali diperingati di tahun 1959. Saat itu dilakukan penyemprotan nyamuk Malaria secara simbolis oleh Presiden Soekarno. Usai penyemprotan secara simbolis dilakukan, penyuluhan pun diberikan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyakit Malaria dan agar mereka lebih waspada terhadapnya. Di tahun-tahun berikutnya, HKN terus diperingati dengan tujuan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat Indonesia.

Tema perayaan HKN setiap tahunnya berbeda-beda, namun tentu saja dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia sekaligus pemahaman mereka akan pentingnya hidup sehat. Biasanya, akan ada beragam kegiatan yang dilakukan guna meramaikan acara yang diawali oleh pembukaan dari Menteri Kesehatan ini. Seperti pada peringatan tanggal 12 November 2015 lalu, terdapat beragam kegiatan yang dilakukan mulai dari lomba jurnalistik, lomba fotografi, kegiatan ilmiah dengan menggelar simposium bertema kesehatan, sampai upacara dan tabur bunga untuk mengenang jasa para pahlawan.

Terlepas dari bentuk acara dan jenis kegiatan yang ada di dalamnya, perayaan HKN sendiri tidak akan berjalan dengan mulus tanpa dukungan semua pihak. Diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan kepala daerah, dunia usaha, sampai dengan organisasi kemasyarakatan agar persiapan acara bisa dilakukan dengan baik. Dukungan masyarakat juga diperlukan dengan berpartisipasi langsung selama acara, baik dengan mengikuti lomba atau hanya sekadar hadir untuk mendengarkan talk show tentang kesehatan yang biasanya diberikan.

Baca Juga: Cari Tahu Lebih Dalam Seputar Jaminan Kesehatan Nasional

Tahun ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan berbagai acara guna mempermudah masyarakat dalam menjalani pola hidup sehat. Salah satunya dengan mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan atau perilaku yang kurang sehat.

Kegiatan GERMAS meliputi banyak hal terkait kesehatan fisik, pangan sehat dan perbaikan gizi, peningkatan kualitas lingkungan serta edukasi, juga peningkatan pecegahan dan deteksi dini penyakit, terutama penyakit tidak menular.

Penyakit tidak menular yang meningkat tidak hanya dapat menurunkan produktivitas seseorang, melainkan juga bisa menyebabkan meningkatnya pembiayaan layanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat itu sendiri dan pemerintah.

Pencapaian

Pencapaian Hari Kesehatan Nasional

Menyongsong perayaan HKN mendatang, marilah kita mengkaji kembali apa yang sudah berhasil dicapai dengan adanya perayaan tersebut. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, saat ini masyarakat sudah semakin mudah untuk mengakses fasilitas kesehatan. Terbukti dengan adanya peningkatan pelayanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Selain peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur fasilitas kesehatan pun sudah semakin memadai. Untuk daerah-daerah terpencil, bahkan pemerintah sudah menyediakan flying doctor dan rumah sakit bergerak, sehingga pelayanan kesehatan juga bisa menjangkau daerah-daerah tersebut.

Peningkatan pelayanan kesehatan beserta infrastrukturnya tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain itu, pemahaman masyarakat akan pentingnya hidup sehat juga diharapkan semakin meningkat, seiring dengan terus diadakannya peringatan HKN. Di setiap perayaan biasanya juga akan diberikan penghargaan khusus bagi mereka yang berjasa dalam hal meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Pemberian penghargaan tersebut tentunya bisa memotivasi masyarakat untuk terus melakukan yang terbaik guna tercapainya peningkatan kualitas kesehatan di negeri ini.

Baca Juga: Mudahnya Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan sebagai upaya awal memulai hidup sehat adalah dengan rutin mengecek kesehatan secara berkala setiap 6 bulan sekali. Fungsinya untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya. Karena bisa saja kita tidak menyadari bahwa ada penyakit tidak menular akibat pola hidup yang tidak sehat.

Para orang tua juga disarankan untuk dapat membentuk pola pengasuhan anak yang tepa. Misalnya dengan memberikan makanan yang bergizi pada sang buah hati dan ASI ekslusif. Orangtua diminta untuk mempelajari berbagai pengetahuan mengenai pola pengasuhan anak, sehingga tidak keliru dalam mendidik dan menjaga kesehatan sang anak.

Pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan obesitas dan sebenarnya dapat kita cegah sebelum muncul. Terdapat tiga faktor yang memicu timbulnya obesitas yaitu masakan rumahan, restoran, dan cara bagaimana makanan tersebut diolah.

Sudah siapkah Anda untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini? Ingat, partisipasi dan dukungan Anda sangat berharga demi tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Comments are closed.