Bukan Herd Immunity, Ini 5 Langkah Jitu Menekan Penyebaran Virus Corona

Health

Herd immunity memang berhasil dalam beberapa kasus, namun kurang cocok diterapkan di Indonesia terlebih dalam menghadapi virus Covid-19 dengan tingkat kematian yang tinggi.

Pandemi virus Covid-19 yang muncul akhir 2019 lalu tak kunjung memperlihatkan titik terang. Sejumlah negara termasuk Indonesia masih melaporkan adanya temuan kasus positif yang membuat masyarakat semakin pesimis pandemi ini bisa berakhir dalam waktu dekat. Ditengah pesimisme tersebut muncul istilah herd immunity yang digadang-gadang menjadi salah satu metode yang dapat menekan penyebaran virus Covid-19.

Herd immunity bahkan sering dikaitkan dengan kehidupan new normal yang tengah digalakkan pemerintah dan beberapa negara lain di dunia. Namun masyarakat Indonesia sendiri sebenarnya belum memahami pasti apa itu herd imunity, bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari dan apa resiko yang bisa timbul.

Baca juga: 7 Hal Penting Membeli Asuransi untuk Risiko Akibat Virus

Apa itu Herd Immunity?

Istilah herd immunity (kekebalan kelompok) sebenarnya sudah sering didengungkan dalam dunia medis, namun tidak bagi masyarakat awam. Herd immunity merupakan kondisi dimana sekelompok komunitas (manusia/hewan) mampu membentuk anti body yang dapat melemahkan maupun membunuh sebuah virus.

Agar tubuh dapat meciptakan anti body, kita harus memiliki kekebalan yang baik. Hal ini bisa diciptakan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin melakukan check-up menyeluruh. Asuransi kesehatan akan membantu Anda memastikan kondisi tubuh selalu sehat, karena beberapa perusahaan asuransi menawarkan manfaat gratis check-up sati kali dalam satu tahun.

Dalam kondisi kesehatan yang prima, kekebalan tubuh akan meningkat. Artinya semaki banyak orang dalam sebuah komunitas yang kebal terhadap virus, maka penyebaran virus bisa ditekan. Kekebalan ini dapat diperoleh melalui vaksin atau juga bisa terjadi secara alami, yakni pasien mampu mempertahankan daya tahan tubuh ketika virus menyerang, sehingga ketika virus kembali mencari inang secara otomatis tubuh mampu menciptakan anti body yang dapat membunuh jaringan virus, sehingga mencegah adanya penyebaran dan penularan.

Namun membentuk herd immunity secara alami ini membutuhkan waktu panjang dan beresiko tinggi. Sebab penerapan herd imunity atau yang juga kerap disebut kekebalan kelompok ini hanya bisa terjadi ketika ada sebanyak mungkin orang terinfeksi virus. Bukan tidak mungkin harapan yang diinginkan justru berubah menjadi bencana karena orang dengan kekebalan tubuh rendah ternyata jauh lebih tinggi dibanding mereka yang punya kekebalan tinggi.

Pada beberapa kasus setidaknya 80 hingga 95 persen populasi harus kebal terhadap penyakit untuk menghentikan penyebarannya.

Herd Immunity Bukan Solusi

apa itu Herd Immunity
Sejarah memperlihatkan bahwa beberapa wabah besar yang pernah melanda dunia seperti cacar air dapat musnah dengan herd immunity, namun saat itu cacar air dapat dibasmi setelah vaksin varicella ditemukan. Karena itulah herd immunity tidak bisa menjadi solusi, bahkan ketika vaksin sudah tersedia.

Beberapa virus, khususnya yang masuk dalam jenis flu sering bermutasi untuk menghindari respon kekebalan tubuh. Jadi kekebalan tidak selalu bertahan selamanya, tak heran jika para dokter merekomendasikan suntikan vaksin flu dilakukan setiap tahun.

Hal ini juga dapat terjadi pada kasus Covid-19, selain virusnya dapat bermutasi virus corona jelas lebih berbahaya dibanding flu biasa karena dapat menyebabkan kematian mendadak pada para pasiennya. Tingkat kematian untuk COVID-19 secara global belum bisa ditentukan,  tetapi data saat ini menunjukkan tingkat kematiannya 10 kali lebih tinggi daripada flu.

Baca juga: Apakah BPJS Kesehatan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit?

Selain itu kekebalan kelompok juga bukan tanpa resiko, para pasien kemungkinan akan mengalami tiga hal ini jika kebijakan kekebalan kelompok digalakkan:

– Harus menjadi pasien positif covid-19

– Beresiko mengidap penyakit lain terkadang sangat serius.

– Setelah positif dan sembuh belum tentu mampu menghasilkan kekebalan yang dibutuhkan

Alhasil Vaksin wajib dibuat untuk menghentikan penyebaran virus. Sembari menunggu ketersediaan vaksin masyarakat harus terus menerapkan gaya hidup sehat dan pembatasan fisik untuk mencegah penyebaran wabah ini.

Herd Immunity bukan solusi

5 Langkah Menekan Penyebaran Virus Corona

Karena vaksin untuk virus Covid-19 belum tersedia, maka kita harus berupaya menekan penyebaran virus ini dengan berbagai cara. Beberapa tindakan pencegahan yang bisa kita upayakan diantaranya:

1. Rutin bersihkan tangan

Tangan terutama bagian telapak bisa menjadi sarang bakteri dan virus, sebab bagian tubuh yang satu ini sering berhubungan langsung dengan material lain yang mungkin saja membawa bibit virus Covid-19. Rutin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik menurut WHO efektif membunuh virus. Jika tidak memungkinkan mencuci tangan menggunakan sabun, Anda dapat menggantinya dengan menggunakan hand sanitizer. Hindari kebiasaan menyentuh wajah sebelum membersihkan tangan dengan benar.

2. Jaga rumah tetap bersih

menjaga imunitas tubuh

Kenop pintu, sakelar lampu, remote televisi, gagang lemari es dan microwave, tarikan kabinet dan laci, gagang keran dan flusher toilet adalah material rumah yang bisa menjadi perantara penyebaran virus. Bersihkan bagian-bagian ini sesering mungkin menggunakan produk pembesih yang tepat. Anda tidak perlu memilih produk pembersih yang sering digunakan rumah sakit, karena produsen produk rumah tangga biasa mampu menciptakan cairan pembersih berkualitas. Jika perlu gunakan disinfektan dan pemutih.

Baca juga: Infeksi Virus: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

3. Jaga jarak

Menjaga jarak satu sama lain merupakan upaya terbaik untuk memperlambat laju penyebaran virus. Usahakan jarak jarak Anda dengan orang lain sejauh 2 meter.

Hindari ruang kerja yang sempit dan berdiri berdampingan dengan orang-orang. Jangan berkerumun dengan lebih dari 10 orang dan tunda berbagai pertemuan keluarga.  Jika tidak ada keperluan mendesak upayakan dirumah saja. Manfaatkan waktu senggang untuk mempelajari hal baru untuk mengusir kebosanan selama dirumah saja.

4. Tunda liburan

Saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memang sudah dilonggarkan sehingga memungkinkan Anda untuk bepergian baik bagi keperluan bisnis maupun pribadi. Bandara, terminal dan stasiun sudah kembali melakukan perjalanan antar daerah. Namun perlu diingat dengan mobilitas tinggi arti wabah dapat bergerak lebih cepat. Resiko terpaparpun semakin tinggi.

tips sehat Herd Immunity

5. Terapkan gaya hidup sehat

Meski Anda anjuran diam dirumah saja, namun Anda tetap membutuhkan olahraga diluar rumah untuk membuat tubuh lebih prima. Berjalan atau jogging selama 30 menit mengitari kompleks rumah masih bisa dilakukan, sembari terus menjaga asupan makanan sehat agar kekebalan tubuh dapat dijaga.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penyebaran virus corona. Jaga diri tetap bersih dan terapkan social distancing (jaga jarak) adalah cara teraman sampai vaksin virus ini ditemukan.

sumber:

https://www.alodokter.com/herd-immunity-cara-yang-diduga-bisa-menekan-penyebaran-covid-19

https://www.jhsph.edu/covid-19/articles/achieving-herd-immunity-with-covid19.html

https://www.gavi.org/vaccineswork/what-herd-immunity

https://www.healthline.com/health/herd-immunity#stats

https://www.nytimes.com/interactive/2020/world/coronavirus-preparation-preparedness.html

 

Comments are closed.