Hipertensi Mengintai Anak Muda

Penyakit silent killer ini tak hanya menyerang usia tua. Anak muda pun perlu waspada.

Health

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali dianggap sepele. Apalagi banyak kasus penderita hipertensi yang tak menyadari gejalanya sejak dini. Jika tak cepat ditangani, penyakit ini dapat memicu kerusakan organ tubuh vital, seperti jantung, ginjal, mata, dan sistem saraf. Inilah alasan hipertensi dijuluki silent killer.

Penyakit yang lazim ditemui pada usia paruh baya ini, kini mengintai anak muda. Gaya hidup yang tak sehat menjadi salah satu penyebab hipertensi, seperti tingkat stres yang tinggi, sering mengonsumsi junk food dan makanan yang mengandung lemak jenuh, serta kurang asupan sayur, buah, dan air putih.

Menurut Mayoclinic.com, berikut beberapa hal yang dapat mengurangi risiko hipertensi:

1. Kurangi konsumsi garam
Kontrol tekanan darah dengan membatasi asupan sodium dalam tubuh. Pastikan konsumsi garam harian Anda tak lebih dari 2,300 mg. Bagi yang memiliki indikasi hipertensi, konsumsi garam maksimal 1,500 mg per hari. Hindari pula makanan kemasan dan cepat saji yang mengandung garam berlebihan.

2. Jaga pola makan
Cobalah terapkan pola makan ala Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang meningkatkan konsumsi buah, sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, dan makanan rendah lemak. Selain itu, hindari lemak jenuh dan perbanyak asupan potasium yang dapat mencegah dan mengontrol hipertensi.

3. Kontrol berat badan
Hati-hati, kegemukan atau obesitas berisiko tinggi terhadap hipertensi. Jika Anda berhasil menurunkan berat badan, berarti Anda menekan risiko hipertensi.

4. Olahraga secara rutin
Berolahragalah sekurangnya 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang bisa dipilih di antaranya, jalan kaki, jogging ringan, aerobik, bersepeda, berenang, dan yoga.

5. Jauhkan alkohol dan rokok
Alkohol dan rokok dapat memicu hipertensi. Selamatkan diri Anda dari pemicu penyakit ini.

6. Meminimalkan stres
Hindari pemicu stres sebisa mungkin. Latihan pernafasan atau meditasi dapat membantu untuk melepaskan stres dan merelaksasi pikiran.

Nah, lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Leave a Reply