Mengenal Imunisasi Anak dan Berbagai Jenisnya

Health

Imunisasi anak adalah cara terbaik untuk menghindarkan anak dari penyakit berbahaya. Ada cukup banyak vaksin yang diperlukan oleh sang buah hati.

Setiap keluarga pasti menginginkan keturunan atau anak yang sehat dan terbebas dari ancaman penyakit infeksius dan berbahaya. Sebab, tanpa perlu diragukan lagi, anak merupakan karunia yang perlu dijaga sepenuh hati, baik secara fisik maupun mental. Tapi, nyatanya hal tersebut tak bisa berjalan mulus, karena banyaknya ancaman penyakit berbahaya yang dapat menyerang sang buah hati. Agar terhindar dari hal tersebut, tentu ada satu hal yang wajib kita berikan pada sang anak, yaitu imunisasi. Imunisasi anak dapat membuat daya tahan tubuh si kecil menjadi lebih kuat dan dapat membentengi dirinya dari berbagai serangan penyakit. Sejatinya, ada banyak sekali jenis imunisasi anak saat ini. Hal ini tak lepas dari banyaknya penyakit yang dapat menyerang. Jadi, setiap vaksin memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tapi, konsultasikan lebih dulu pada dokter spesialis anak agar sang buah hati mendapatkan vaksinasi sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

Baca juga: Cara Mengatasi Anak Picky Eater, Mudah Kok!

Alasan Perlunya Imunisasi Anak

Sebagian besar orangtua pasti pernah bertanya-tanya dalam hati tentang alasan perlunya imunisasi anak. Jawaban untuk pertanyaan ini sangatlah sederhana, yaitu untuk mencegah anak terserang penyakit infeksi menular. Setelah itu, mungkin timbul lagi pertanyaan mengapa setelah imunisasi kondisi anak malah menjadi demam. Sejatinya, demam adalah respon tubuh terhadap imun yang  dimasukkan dan bergabung dalam tubuh anak sehingga sistem imun (kekebalan tubuh) anak menjadi lebih kuat. Selain alasan yang disebutkan di atas, nyatanya masih ada beberapa alasan penting lain mengapa anak perlu diimunisasi. Setidaknya, terdapat tiga alasan penting mengapa imunisasi wajib untuk semua bayi:

  1. Imunisasi cepat, aman, dan sangat efektif.
  2. Sekali anak diimunisasi, tubuh anak dapat melawan penyakit lebih baik.
  3. Jika anak tidak diimunisasi, anak akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.

Suntikan saat imunisasi mungkin membuat si kecil sakit, namun suntikan ini dapat memberi sistem kekebalan tubuh yang berlipat pada anak. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit, sehingga memicu respon kekebalan tubuh anak, menyebabkan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Suatu saat, jika anak terserang penyakit tersebut, maka anak sudah mempunyai pasukan antibodi yang mampu melawan penyakit tersebut. Inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Jenis Imunisasi yang Wajib Diberikan untuk Anak

Imunisasi terbukti mampu memberantas penyakit menular, sepeti campak, gondongan, batuk rejan (pertusis), polio, cacar air, dan lainnya. Oleh karena itu, disarankan kepada para orangtua yang mempunyai bayi untuk membawa bayinya ke posyandu, puskesmas, bidan, maupun dokter untuk mendapatkan imunisasi. Di Indonesia, setidaknya ada lima jenis imunisasi wajib untuk bayi dan anak, dan ini diberikan secara gratis di posyandu. Jenis imunisasi tersebut adalah:

Hepatitis B

Vaksin ini diberikan saat bayi baru lahir, paling baik diberikan sebelum waktu 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran.

Polio

Vaksin polio diberikan sebanyak empat kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini bisa diberikan pada saat lahir, kemudian pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah lumpuh layu.

BCG

BCG hanya diberikan sebanyak satu kali dan disarankan pemberiannya sebelum bayi berusia tiga bulan. Paling baik diberikan saat bayi berusia dua bulan. Vaksin BCG ini berfungsi untuk mencegah kuman tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak, dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Campak

Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan ketika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang otak.

Pentavalen (DPT-HB-HiB)

Pentavalen merupakan vaksin gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (Hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin ini diberikan sebanyak empat kali, yaitu pada usia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan 18 bulan.

Baca juga: Homeschooling, Opsi Belajar untuk Anak yang Dapat Dipilih Orangtua

Vaksinasi Tambahan yang Baik untuk Anak

Semua jenis imuniasi wajib di atas harus diberikan secara lengkap sebelum anak berusia satu tahun. Selain itu, juga terdapat jenis vaksin tambahan lain yang dapat diberikan kepada anak, yaitu:

  1. Pneumokokus (PCV), dapat diberikan pada anak usia 7-12 bulan sebanyak dua kali dengan interval dua bulan. Bila diberikan pada anak usia di atas dua tahun, PCV cukup diberikan sebanyak satu kali. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.
  2. Varisela, diberikan setelah anak berusia 12 bulan, paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air.
  3. Influenza, diberikan pada anak minimal usia enam bulan, dan diulang setiap tahun.
  4. Hepatitis A, dapat mulai diberikan saat anak berusia dua tahun. Berikan sebanyak dua kali dengan interval 6-12 bulan.
  5. HPV (human papiloma virus), dapat mulai diberikan saat anak sudah berusia 10 tahun. Vaksin ini melindungi tubuh dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan kanker mulut rahim.

Demi mewujudkan kehidupan sang buah hati yang sehat dan terbebas dari ancaman penyakit berbahaya, sudah seharusnya sebagai orangtua kita wajib memberikan imunisasi anak sesuai dengan saran dari para ahli, baik bidan maupun dokter. Sudahkah anak Anda diimunisasi?

Comments are closed.