Infeksi Virus: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Health

Infeksi virus dan bakteri adalah dua hal yang berbeda. Nah, agar Anda tidak salah dalam melakukan tindakan, berikut ini informasi seputar gejala, penyebab, dan pencegahan dari virus.

Demam, batuk, dan pilek merupakan salah satu reaksi tubuh yang dijadikan sebagai petanda bahwa adanya bakteri atau virus yang hinggap di dalam tubuh. Namun, sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa virus dan bakteri merupakan kedua hal yang berbeda. Jika tubuh Anda demam dikarenakan terifeksi virus, maka demam tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, sedangkan tubuh yang terinfeksi bakteri harus diberi antibiotik.

Meski begitu, penggunaan antibiotik tidak selamanya efektif untuk membunuh bakteri, karena bakteri memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat cepat. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat justru akan membuat bakteri menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik tersebut. Jika hal ini terjadi, obat antibiotik menjadi tidak efektif lagi untuk membunuh bakteri. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik sebaiknya sesuai dengan rekomendasi dokter.

Baik infeksi bakteri maupun infeksi virus, keduanya sama-sama disebabkan oleh mikroba. Seperti namanya, infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan infeksi virus adalah infeksi yang disebabkan oleh virus.

Baca juga: Jangan Anggap Sama, Ini Perbedaan Vaksin dan Imunisasi!

Perbedaan dari keduanya memang sering kali sulit untuk dikenali. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada gejala yang mirip yang ditimbulkan dari bakteri dan virus. Nah untuk lebih memahami lagi perbedaan dari infeksi bakteri dan virus, berikut ini ulasannya.

Perbedaan Virus dan Bakteri

infeksi virus dan bakteri

Infeksi Virus

Virus adalah mikroba dengan ukuran yang sangat kecil. Virus akan hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada sel inangnya. Ketika virus masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang sel-sel di tubuh inangnya, menguasai sel-sel tersebut, dan terus berkembang biak di dalam sel.

Virus bisa merusak, membunuh, mengubah sel dalam tubuh, misalnya di dalam hati, darah, atau saluran pernapasan. Virus juga dapat memicu terjadinya suatu penyakit. Beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain adalah flu, herpes, dan cacar air, atau penyakit serius seperti hepatitis B dan C, HIV/AIDS dan Ebola.

Untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, dokter mungkin akan memberikan obat antivirus. Namun, beberapa penyakit akibat infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga pengobatan hanya bertujuan untuk meringankan gejala. Perlu diingat, obat antibiotik tidak bisa membunuh virus di dalam tubuh.

Infeksi Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme yang bisa hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia disebut bakteri patogen. Infeksi bakteri patogen bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti tuberkulosis, radang tenggorokan, atau infeksi saluran kemih. Namun, tidak semua bakteri berbahaya, karena ada beberapa jenis bakteri yang secara normal memang hidup di dalam tubuh manusia dan berperan untuk melindungi tubuh dari bakteri patogen, contohnya flora normal.

Baca juga: Celana Dalam: Kebiasaan dan Dampak Buruk dari Kesalahan Penggunaan

Gejala Infeksi Virus

Gejala infeksi virus memang sangat bervariasi. Hal ini tergantung kepada organ tubuh yang terkena virus tersebut. Namun, secara umum, berikut ini beberapa gejala terkena infeksi virus.

  1. Demam.
  2. Batuk.
  3. Pilek.
  4. Bersin-bersin.
  5. Sakit kepala.
  6. Nyeri otot dan sendi.
  7. Diare.
  8. Kram perut.
  9. Mual dan muntah.
  10. Nafsu makan menurun.
  11. Berat badan turun tanpa sebab.
  12. Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.
  13. Urine berwarna gelap.
  14. Ruam.
  15. Benjolan di atas kulit.
  16. Pendarahan.

gejala infeksi virus

Segera ke dokter bila suhu tubuh naik hingga 39 derajat Celsius ke atas. Perhatikan pula gejala yang dapat menyertai demam dan butuh penanganan medis dengan segera, seperti:

  1. Sakit kepala berat.
  2. Sesak napas.
  3. Sakit di bagian dada dan perut.
  4. Muntah terus-menerus.
  5. Leher kaku atau nyeri saat menunduk.

Penyebab Infeksi Virus Pada Beberapa Organ Tubuh

Terdapat banyak virus yang menjadi penyebab infeksi. Contohnya, jenis virus yang menginfeksi di saluran pernapasan berbeda dengan jenis virus yang menginfeksi pada saluran pencernaan. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini informasi seputar penyebab infeksi di beberapa organ tubuh.

Infeksi Virus Pada Saluran Pernapasan

Seperti namanya, infeksi ini menyerang sistem pernapasan, baik sistem pernapasan atas maupun bawah. Infeksi virus pada sistem pernapasan dapat memengaruhi beberapa organ, seperti hidung, sinus, tenggorokan, hingga paru-paru. Jenis virus yang menginfeksi saluran pernapasan sangat beragam, antara lain influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, coronavirus (SARS), parainfluenza (croup), dan adenovirus.

Baca juga: 5 Obat Paling Penting Dalam Sejarah di Dunia

Pada umumnya, penularan infeksi ini terjadi ketika percikan ludah dari batuk atau bersin seseorang yang sedang terinfeksi, terhirup oleh orang lain. Penularan juga dapat terjadi bila menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkontaminasi.

Infeksi Virus Pada Saluran Pencernaan

Infeksi virus pada saluran pencernaan memengaruhi organ di sistem pencernaan, seperti lambung dan usus. Jenis virus ini menyebar melalui pemakaian bersama barang pribadi dengan orang yang terinfeksi. Penularan virus juga dapat terjadi melalui sumber makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita. Menyentuh mulut, atau makan tanpa mencuci tangan dengan benar-benar bersih setelah buang air besar, juga dapat menyebabkan penularan.

Beberapa contoh infeksi virus pada sistem pencernaan yang dapat menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi rotavirus, infeksi norovirus, infeksi astrovirus, dan beberapa infeksi adenovirus.

pencegahan infeksi virus bakteri

Pencegahan Infeksi Virus

Beberapa infeksi dapat dicegah dengan melakukan vaksin yang berfungsi sebagai perangsang sistem kekebalan dalam tubuh. Vaksin bisa diberikan melalui suntikan ataupun obat sesuai dengan umur. Berikut ini beberapa vaksin yang harus diberikan ke dalam tubuh sebagai sistem kekebalan.

  1. Cacar.
  2. Campak.
  3. Demam kuning.
  4. Gondongan.
  5. Hepatitis A.
  6. Hepatitis B.
  7. Human papillomavirus (HPV).
  8. Influenza.
  9. Japanese encephalitis.
  10. Polio.
  11. Rabies.
  12. Rotavirus.
  13. Rubella.

Comments are closed.