Ini Informasi Seputar Operasi Usus Buntu

Health

Bagi Anda yang diagnosa menderita penyakit usus buntu, sebaiknya harus segera dioperasi. Operasi usus buntu menjadi satu satu cara untuk menghilangkan rasa sakit dan juga mencegah timbulnya komplikasi dengan penyakit lain.  Yuk, cari tahu semua informasi seputar operasi usus buntu.

Usus buntu atau dalam istilah medisnya disebut dengan apendisitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada usus buntu yang membutuhkan penangan medis secepatnya. Sebab, jika tidak segera diambil tindakan, usus buntu akan pecah dan menyebabkan infeksi berat yang dapat mengancam keselamatan Anda. Oleh karena itu, penting sekali untuk Anda mewaspadai dan peduli terhadap tanda atau gejala awal dari usus buntu. Bila Anda mengetahuinya sedini mungkin, tentu bisa mengurangi risiko terjadinya komplikasi dengan penyakit yang lain.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Sebenarnya, untuk mendeteksi penyakit usus buntu ini cukup mudah. Biasanya gejala mendasar dari penyakit ini adalah rasa nyeri di bagian perut sebelah kanan. Namun, setiap orang memiliki gejala usus buntu yang berbeda-beda. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini beberapa gejala usus buntu yang sering dirasakan oleh penderita penyakit usus buntu.

Sakit Perut

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gejala mendasar dari usus buntu biasanya dimulai dari nyeri atau kram pada perut yang terjadi secara mendadak dan berulang. Jika Anda sudah mulai merasakan sakit perut dan cukup sering, sebaiknya periksakanlah ke dokter agar diberikan penanganan lebih lanjut. Biasanya gejala terjadi dikarenakan usus buntu Anda mengalami pembengkakan dan peradangan yang mengiritasi lapisan dinding perut sehingga Anda mengalami nyeri di bagian perut. (Baca juga: Kenali Pengertian, Jenis, Gejala, dan Penyebab Kista)

Biasanya rasa nyeri yang dialami lebih banyak di bagian perut kanan bawah. Namun, ada juga beberapa orang yang merasakan sakitnya mulai dari perut bagian atas hingga dekat pusar atau di bagian belakang sehingga rasa sakit, nyeri, atau kram terjadi di punggung bagian bawah atau panggul. Rasa nyeri akibat usus buntu ini akan lebih meningkat jika Anda melakukan gerakan, seperti menarik kaki ke arah perut, bersin, batuk, hingga menarik napas dalam-dalam.

Mual, Muntah, dan Nafsu Makan Menurun

Gejala usus buntu berikutnya adalah mual dan muntah-muntah yang pastinya berujung pada nafsu makan menjadi turun drastis. Hal ini terjadi karena radang usus buntu terkadang berdampak pada saluran pencernaan dan sistem saraf sehingga menyebabkan Anda mengalami mual dan muntah.

Gangguan Pencernaan

Orang yang menderita penyakit usus buntu biasanya mengalami kesulitan untuk buang angin karena kemungkinan besar terjadi penyumbatan pada usus sehingga angin tersebut sulit untuk keluar. Jika buang angin saja sulit, apalagi untuk buang air besar?

Sering Buang Air Kecil

Gejala usus buntu yang lainnya adalah seringnya Anda buang air kecil. Usus buntu terletak di bawah panggul sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. Nah, ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih yang menyebabkan Anda akan sering sekali buang air kecil. Bahkan ada sebagian orang yang merasakan buang air kecil dikuti dengan rasa nyeri.

Operasi Usus Buntu

Melakukan tindakan operasi mungkin menjadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan dari penyakit usus buntu. Apalagi jika penyakit ini sudah tergolong sangat parah dan terancam akan pecah. Operasi usus buntu atau dalam medis disebut apendektomi adalah operasi pembedahan untuk mengangkat usus buntu atau umbai cacing (appendix) yang telah terinfeksi (apendisitis). Usus buntu merupakan suatu organ berbentuk kantung yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah.

Jenis-Jenis Operasi Usus Buntu

Operasi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu operasi usus buntu terbuka dan laparoskop. Untuk lebih jelas, berikut ini ulasan untuk kedua jenis operasi usus buntu:

Operasi Usus Buntu Terbuka

Operasi ini dilakukan dengan membuat irisan pada bagian kanan bawah perut sepanjang 2-4 inci. Setelah terbuka, kemudian usus buntu diangkat dan irisan ditutup kembali. Operasi usus buntu terbuka ini harus dilakukan jika usus buntu pasien sudah pecah dan infeksinya telah menyebar. Selain itu, operasi jenis ini juga menjadi metode yang harus dipilih bagi pasien yang pernah mengalami pembedahan di bagian perut.

Operasi Usus Buntu Laparoskopi

Berbeda dengan operasi terbuka, laparoskopi dilakukan dengan membuat 1-3 irisan kecil di bagian kanan bawah abdomen. Setelah irisan abdomen dibuat, akan dimasukkan sebuah alat laparoskop ke dalam irisian tersebut untuk mengangkat apendiks. Laparoskop merupakan alat berbentuk tabung tipis panjang yang terdiri dari kamera dan alat bedah. Operasi  laparoskopi ini memiliki kelebihan dibanding operasi terbuka, yaitu rasa nyeri dan bekas luka yang lebih sedikit.

Perawatan Setelah Operasi Usus Buntu

Setelah mengetahui jenis-jenis operasi usus buntu, kini saatnya memasuki masa pemulihan setelah operasi. Masa pemulihan pasca operasi ini berbeda-beda tergantung jenis operasinya tersebut. Jika Anda menjalankan operasi laparoskopi untuk menyembuhkan usus buntu, maka besar kemungkinan hanya satu hari saja Anda mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, beda halnya jika Anda menjalankan operasi terbuka. Biasanya Anda baru dibolehkan untuk pulang dari rumah sakit minimal tiga hari hingga satu minggu. Hal ini disebabkan operasi usus buntu terbuka tegolong lebih rumit dan rasa sakit yang dialami lebih lama. (Baca juga: Apasih Penyebab dari Penyakit Gejala Tipes?)

Agar pemulihan pasca operasi ini berjalan dengan lancar, berikut ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

– Jaga kebersihan di sekitar luka bedah untuk mencegah terjadinya risiko infeksi.

– Jika diperbolehkan, Anda bisa meminta pada dokter untuk diberikan obat yang meringankan rasa sakit dan antibiotik guna menghindari infeksi.

– Operasi selesai bukan berarti Anda bisa langsung beraktivitas. Pastikan luka bedah harus mengering terlebih dahulu agar tidak terjadi infeksi (luka bedah menjadi merah dan bengkak). Jika luka Anda terinfeksi, tanda-tandanya adalah demam tinggi (melebihi 38 derajat Celsius), kedinginan, muntah-muntah, kehilangan selera makan, kram perut, diare atau sembelit yang berlangsung lebih dari dua hari.

– Selama masa pemulihan, Anda dianjurkan untuk membatasi kegiatan fisik yang berlebihan demi mempercepat proses kesembuhan. Jangan terlalu banyak mengangkat barang yang berat-berat minimal satu bulan mendatang.

Comments are closed.