Ini Perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui

Health

Meskipun terlihat sama, tetapi ada banyak perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang masih belum banyak diketahui. Kira-kira apa saja ya?

Program perlindungan tenaga kerja telah dimulai sejak lama, di mana lembaga pertama yang terbentuk adalah YDJS (Yayasan Dana Jaminan Sosial) sesuai dengan PMP No. 48/1952 dan PMP No. 8/1952 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh. Namun, setelah itu ada perubahan yang sesuai dengan PP No. 33 Tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja, di mana YDJS digantikan oleh ASTEK (Asuransi Sosial Tenaga Kerja). Lalu pada 1992, lahirlah undang-undang baru yang mengatur jaminan sosial tenaga kerja dan melalui PP No. 36/1995, berubahlah ASTEK menjadi Jamsostek.

Nama Jamsostek memang sudah sangat familiar di telinga para pekerja. Pasalnya, Jamsostek adalah suatu lembaga yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk melindungi pekerja agar kebutuhan minimal mereka terpenuhi. Jamsostek berdiri pada 1995, kemudian pada 2014, PT Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Lalu, apakah ada perbedaan jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan?

Meksipun secara fungsi terlihat sama, tetapi ada perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang mendasar dan pastinya perlu Anda ketahui. Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki dasar yang berbeda, yaitu penyelenggara Jamsostek adalah Perseroan atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sedangkan BPJS merupakan badan hukum publik langsung di bawah naungan presiden berdasarkan mandat dari UU No 24 Tahun 2011. Melihat dari posisinya, sudah dipastikan BPJS Ketenagakerjaan lebih terkontrol oleh presiden dan fungsi untuk melayani masyarakat berjalan dengan semestinya.

Itu hanya perbedaan yang mendasar saja. Rupanya ada banyak perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang masih belum diketahui. Berikut ini ulasannya!

Jaminan Kesehatan

Jika Anda sempat menggunakan Jamsostek, pasti salah satu program yang ditawarkan adalah pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya, si pemegang Jamsostek berserta keluarga dapat berobat atau mendapatkan fasilitas kesehatan. Namun, setelah pindah menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah membuat dua program baru, yaitu BPJS Ketenangakerjaan hanya menyediakan program-program perlindungan dasar yang dapat menjamin masa depan Anda sebagai seorang pekerja dan BPJS Kesehatan khusus untuk jaminan kesehatan. Jadi, Anda sebagai pekerja akan diberikan dua kartu, yaitu kartu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Santunan

Perbedaan Jamsostek dan PBJS Ketenagakerjaan yang kedua adalah perbedaan santunan yang diberikan. BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan lebih banyak santunan dibandingkan dengan Jamsostek. Contohnya, biaya pemulangan jenazah yang semula hanya Rp750 ribu kini naik menjadi Rp2 juta hingga Rp2,5 juta dan beberapa contoh lainnya.

Peserta

Cakupan peserta yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan ini lebih luas dibandingkan Jamsostek. Jika semula hanya boleh pekerja formal saja, tetapi BPJS Ketenagakerjaan mewajibkan seluruh pekerja baik itu sektor formal ataupun informal mengikuti program BPJS. BPJS ini diwajibkan dari pemerintah, oleh karena itu, jika perusahaan Anda tidak mengikuti pekerjanya dalam program ini, Anda bisa melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan atau kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Program

Perbedaan Jamsostek dan BPJS yang terakhir adalah program-program baru yang tidak ada di Jamsostek, seperti jaminan pensiun, jasa konstruksi untuk perusahaan mikro, kecil, menengah, ataupun besar, dan masih banyak lagi.

Jika dilihat perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan, tentu berubah sangat pesat. Perubahan ini mengarah kepada pengembangan yang lebih baik dan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Comments are closed.