Inilah Manfaat Sunat dan Berbagai Metodenya!

Health

Sunat merupakan langkah medis untuk membersihkan penis dari kotoran dan bakteri. Sebab, jika dibiarkan, laki-laki akan berisiko terkena penyakit berbahaya.

Kesehatan dan kebersihan organ vital sangatlah penting, baik untuk pria dan juga wanita. Sebab, ada banyak sekali penyakit berbahaya yang dapat merusak fungsi organ vital manusia jika kondisinya tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya. Tentu, wanita dan pria memiliki cara yang berbeda dalam menjaga kesehatan serta kebersihan organ vital.

Bagi kaum hawa, ada banyak tindakan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan kesehatan organ vital. Tapi, untuk para pria, tindakan medis yang dapat dilakukan pada organ vitalnya tak lain adalah sunat. Sunat atau dalam bahasa medisnya disebut sirkumsisi merupakan proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Secara medis, setiap pria perlu disunat sehari atau dua hari setelah lahir. Tapi, di Indonesia, mayoritas pria baru disunat saat duduk di bangku sekolah dasar.

Dunia medis menyatakan bahwa semakin cepat seorang pria disunat maka semakin baik. Sebab, saat baru dilahirkan, tingkat kerumitan untuk menyunat kuncup penis terbilang rendah. Kerumitan tersebut semakin lama semakin meningkat sesuai dengan usia. Selain itu, membiarkan kuncup tanpa disunat hingga usia dewasa dapat memicu penumpukan kotoran dan bakteri yang dikeluarkan melalui air seni. Semakin banyak bakteri yang tertumpuk, semakin besar pula risiko penyakit kelamin yang akan dialami oleh kaum pria. Maka dari itu, sunat perlu dilakukan sedini mungkin dan selambat-lambatnya saat anak berada di usia sekolah dasar demi mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak manfaat sunat bagi kaum pria dari sisi medis di bawah ini!

Baca juga: Ini Informasi Seputar Operasi Usus Buntu

Manfaat Sunat Bagi Pria dari Sisi Medis

Mengurangi Risiko Terpapar Virus Berbahaya

Saat disunat, kulup yang menyelubungi ujung penis akan dipotong. Selanjutnya, ujung penis yang sebelumnya tertutup akan dibersihkan hingga steril. Seperti yang disebutkan di atas, penis yang tertutup kuncup berpotensi terserang bakteri dan virus yang menumpuk di dalamnya.

Maka dari itu, sunat perlu dilakukan untuk menghindari risiko tersebut. Pemotongan kuncup tersebut membuat anak laki-laki lebih terhindar penyakit menular seksual seperti human papilloma virus atau HPV. Selanjutnya, pria yang sunat juga lebih terhindar dari herpes dan sifilis.

Menghindari Munculnya Radang Pada Glans

Pria yang tidak sunat harus menarik kuncupnya ke bawah setiap akan berhubungan badan. Sebagian besar pria merasa kesulitan menarik bagian tersebut karena kuncup penis umumnya memiliki lubang yang kecil sementara kepala penis atau dalam dunia medis disebut glans semakin membesar. Kebiasaan menarik dan mengembalikan kuncup ini membuat penis mengalami peradangan di bagian glans.

Dapat dibayangkan betapa sakit dan nyerinya jika bagian tersebut mengalami peradangan. Tak hanya saat berhubungan badan, rasa nyeri juga pasti terasa saat buang air kecil atau bahkan sekadar memakai celana. Atas alasan itulah mengapa setiap pria perlu disunat.

Baca juga: Manfaat-Manfaat yang Dilindungi Asuransi Kesehatan

Menurunkan Risiko Infeksi Kandung Kemih

Pria dengan penis masih memiliki kuncup akan susah membersihkan bagian glans dengan cepat. Selain itu, urin juga kerap jatuh ke bagian dalam dan mengotori kuncup sehingga peluang bakteri berkembang dan menyebabkan infeksi kandung kemih semakin besar.

Maka, cara terbaik untuk menghindari atau setidaknya menurunkan risiko infeksi kandung kemih adalah dengan cara menyunat kuncup tersebut.

Risiko Kanker Menurun

Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki risiko kanker bagian organ vital. Jika wanita berisiko terkena kanker serviks, pria pun memiliki risiko yang sama pada kanker penis. Risiko kanker tersebut dapat menjadi sangat besar saat pria yang belum disunat melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. Tak hanya bagi pria, risiko kanker juga mengancam wanita yang berhubungan badan dengan pria tersebut.

Sebab, penis sangatlah tidak higienis jika masih memiliki kuncup yang menutupi bagian glans. Bakteri dan kotoran yang menumpuk di kuncup kemungkinan terbuka dan tersebar di bagian dalam vagina. Alasan tersebutlah yang menjadi dasar bagi setiap pria untuk disunat. Tak hanya mengurangi risiko kanker pada pria, melainkan juga pasangan.

Pada awalnya, sunat biasa dilakukan dengan cara tradisional, yaitu menggunakan bambu yang tajam untuk memotong kuncup. Namun, seiring berkembangnya teknologi, metode sunat pun semakin berkembang. Dari yang tradisional hingga modern, berikut adalah berbagai metode sunat yang ada di Indonesia!

Metode Sunat di Indonesia

Metode Tradisional

Metode satu ini mungkin sudah sangat jarang ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Tapi, di daerah, metode ini masih cukup laris. Metode sunat tradisional biasanya dilakukan oleh juru khitan, bengkong dengan menggunakan pisau, silet, atau pun bambu yang telah ditajamkan. Peralatan yang akan dipakai tersebut disterilkan dengan alkohol sebelum penggunaan.

Tanpa pembiusan, kulit penis yang akan dipotong diregangkan dengan semacam alat penjepit, baru kemudian dipotong dengan sekali iris. Setelah itu, bekas luka ditaburi semacam obat antiinfeksi dan dibalut tanpa melalui proses dijahit. Metode satu sangatlah menyakitkan, tak heran jika di perkotaan metode tradisional sudah mulai ditinggalkan.

Metode Konvensional

Metode sunat konvensional masih menjadi metode paling laris saat ini. Metode satu ini biasanya dikerjakan oleh dokter maupun mantri sunat. Alat yang digunakan telah sesuai dengan standar medis. Sebelum kulit penis dipotong, daerah sekitar penis akan diberi obat bius.

Obat ini diperlukan untuk mencegah rasa sakit berlebih pada pasien yang ingin disunat. Setelah itu, barulah kulit penis diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah dipotong, kulit penis disatukan kembali dengan cara dijahit sehingga hasilnya relatif lebih baik.

Metode Laser CO2

Dari semua metode yang ada, metode satu ini disebut sebagai metode sunat tanpa efek sakit sedikit pun. Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.

Itulah metode sunat yang ada saat ini. Tentu terdapat perbedaan harga pada setiap metodenya. Tinggal sesuaikan dengan bujet serta kebutuhan. Namun, mau menggunakan metode apa saja, tujuannya satu, agar para pria lebih bersih dan sehat.

Comments are closed.