Catat Jadwal Imunisasi Anak dan Fungsi Tiap Jenisnya!

Health

Menjalani jadwal imunisasi anak merupakan sebuah pilihan bagi setiap orang tua, agar lebih paham, apa saja jenis vaksin yang tersedia beserta fungsinya?

Terlepas dari pro dan kontra pemberian vaksin bagi Anak, imunisasi sendiri merupakan bentuk preventif. Segala bentuk pencegahan memang seringkali dianggap hal yang baik untuk dilakukan daripada tidak sama sekali. Sebagian orang tua yang bepikir seperti itu biasanya sudah menyiapkan jadwal imunisasi anak lengkap.

Sesungguhnya, imunisasi bertujuan untuk meningkatkan pembentukan antibodi untuk memperkuat kerja sistem imun tubuh anak saat melawan patogen (kuman, bakteri, jamur, virus, dan lainnya) penyebab penyakit berbahaya. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan jadwal imunisasi anak.

Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan versi jinak dari virus atau bakteri penyakit yang sudah dilemahkan. Tubuh anak kemudian mendeteksi kedatangannya sebagai “ancaman” dan memicu sistem imun untuk memproduksi antibodi yang nantinya bertugas untuk melawan penyakit. Jadi, jika suatu saat anak terserang penyakit tersebut, tubuhnya sudah memiliki “pasukan” antibodi yang mampu mengenali dan melawan serangan virus atau bakteri tersebut.

Baca juga: Jangan Anggap Sama, Ini Perbedaan Vaksin dan Imunisasi!

Di bawah ini dipaparkan jenis-jenis imunisasi wajib dan tambahan yang biasa Anda pelajari dalam rangka mengenali vaksin-vaksin yang tersedia beserta fungsinya. Setelah Anda memahami jenis-jenis vaksin yang ada, Anda dapat menentukan jadwal imunisasi anak yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Imunisasi Wajib Untuk Anak

memilih jadwal imunisasi anak

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa imunisasi wajib yang harus diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 tahun. Imunisasi ini bisanya diberikan gratis oleh pelayanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah.

Vaksin hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan bisa berujung pada kanker hati atau sirosis. Vaksin hepatitis B harus didapat segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahiran. Namun, bayi harus mendapatkan suntikan vitamin K1 dulu 30 menit sebelum divaksin.

Setelah jadwal vaksin yang pertama, imunisasi hepatitis B juga harus diulang dua kali lagi. Satu saat bayi telah berumur 1 bulan dan terakhir saat usianya 6 bulan. Pengulangan imunisasi ini bertujuan untuk “memperbarui” jangka waktu perlindungannya dan memperkuat sistem imun anak.

Baca juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Keluarga yang Bagus

Vaksin polio

Polio adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Polio menyebabkan badan pengidapnya lumpuh sehingga juga umum dikenal sebagai penyakit lumpuh layu. Pada

polio terdiri dari 4 rangkaian yang harus dilengkapi semuanya. Vaksin yang pertama diberikan segera setelah baru lahir, yang kedua pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat menginjak 6 bulan. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi polio dilanjutkan saat bayi berusia sekitar 18-24 bulan.

Vaksin BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang saluran pernapasan, dan mungkin menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera diobati.

Berbeda dengan beberapa jenis imunisasi di atas, vaksin BCG cukup diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan. Efektivitasnya akan paling optimal jika diberikan saat bayi berusia 2 bulan.

Vaksin campak

pentingnya jadwal imunisasi anak

Campak (rubeola) adalah infeksi menular yang cukup umum terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh.

Nah, imunisasi dapat membantu menurunkan risiko buah hati Anda tertular penyakit ini. Vaksinasi dimaksudkan untuk mencegah atau bahkan menghilangkan penyakit campak berat yang dapat menimbulkan radang paru, diare, dan bahkan menyerang otak.

Vaksinasi untuk campak dapat diterima sebanyak 2 kali, yaitu saat anak di usia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, untuk vaksin campak yang kedua di usia 24 bulan bisa dibliang tidak dibutuhkan apabila saat usia 15 bulan sudah menerima vaksin MMR.

Vaksin pentavalen (DPT-HB-HiB)

Vaksin pentavalen merupakan vaksin kombinasi dari vaksin DPT, vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Jadwal pemberian vaksin ini sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Jika tidak dicegah sejak dini, beragam penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius pada anak di masa depannya.

Baca juga: 5 Obat Paling Penting Dalam Sejarah di Dunia

Jenis Imunisasi Tambahan Untuk Anak

Masih mengacu pada ketentuan Permenkes No. 12 Tahun 2017, bayi sangat ditekankan untuk mendapat beberapa jadwal imunisasi tambahan di luar lima vaksin wajib di atas. Pemilihan vaksin dapat diterima anak-anak atau orang dewasa yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Vaksin MMR

Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah penyakit campak (Measles), gondongan (Mumps), dan Rubela (campak Jerman). Vaksinasi diberikan pada anak-anak yang berentang usia 12-18 bulan. Namun jika anak sudah pernah vaksin campak dan punya riwayat kena salah satu penyakit di atas sebelumnya, ia tetap perlu mendapatkan vaksin MMR.

Vaksin tifoid

Vaksinasi ini bertujuan dalam pencegahan infeksi bakteri Salmonella typhii yakni penyebab penyakit tifus. Penerima vaksin dimulai saat anak sudah berusia 24 bulan. Namun, patut diingat bahwasanya kemampuan vaksin dalam mencegah tidak sepenuhnya, hanya sekitar 50-80%. Itu sebabnya vaksinasi ini perlu diulang sebanyak 3 kali dalam setahun.

Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus berfungsi mencegah infeksi rotavirus yang bisa mengakibatkan diare kronis. Vaksin ini memiliki dua varian, yakni vaksin monovalent dan pentavalent. Dua varian yang berbeda tersebut dapat diberikan secara oral dengan jadwal pemberian yang berbeda.

Vaksin monovalent dapat diterima anak dengan rentang usia 6 sampai 12 minggu selama 2 kali dalam penjarakan waktu 8 minggu per-pemberian. Beda halnya vaksin pentavalent yang diberikan 3 kali untuk anak yang sudah menginjak usia 2 bulan berjarak waktu pemberian per 4-10 minggu. Vaksin ini tidak bisa diberikan kepada anak yang melewati umur 8 bulan.

Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV adalah imunisasi untuk melindungi anak dari infeksi bakteri pneumokokus. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. Anak yang dapat menerima vaksi dimulai di usia 7 hingga 12 bulan dengan pemberian ganda dalam jarak 2 bulan. Pemberian vaksin untuk anak yang sudah lebih dari dua tahun cukup diberikan sekali.

Varicella

Vaksin varicella (Varivax) adalah imunisasi rutin untuk mencegah cacar air. Vaksin ini biasanya diberikan 1 kali, tepatnya setelah anak berusia 12 bulan. Namun, alangkah lebih baiknya untuk diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar.

Jika vaksin varicella diberikan setelah usia anak 12 tahun, dibutuhkan pemberian 2 dosis dengan jarak minimal sekitar 4 minggu. Orang dewasa bisa menerima vaksin ini apabila belum pernah kena cacar air sebelumnya.

Vaksin influenza

Vaksin influenza idealnya diberikan saat anak minimal sudah berumur 6 bulan. Vaksin ini berbeda dengan lainnya yang diberikan sesuai jadwal. Vaksin influenza boleh didapatkan kapan saja. Pemberian vaksin ini juga sebaiknya diulang kembali setiap tahun untuk meencegah anak terkena flu.

Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi virus yang menyebar melalui makanan maupun feses penderitanya. Vaksinasi dapat dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan sekali. Atau dapat pula diberikan 2-3 kali per 6-12 bulan untuk anak di atas 2 tahun.

Vaksinasi bisa dilakukan oleh anak yang lebih tuda atau orang dewasa selama 10 tahun sekali. Efektivitas vaksin akan mulai bekerja sekitar 15 hari setelah didapatkan dan akan bertahan selama kurang lebih 20-50 tahun.

HPV (human papiloma virus)

menentukan jadwal imunisasi anak

Vaksin HPV (human papiloma virus) bisa mulai diberikan ketika anak sudah berusia 10 tahun. Vaksin ini dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam rentang usia 10-18 tahun.

Pemberian vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks, penyakit seks menular seperti kutil kelamin, hingga kanker anus dan penis.

Lagi-lagi, penting untuk dipahami bahwa bukan berarti jika anak kemudian tetap terserang penyakit maka imunisasi yang sudah dilakukan itu disebut gagal atau tidak bekerja optimal. Tetapi, itu karena keefektian perlindungan yang diberikan dari vaksinasi memang hanya sekitar 80-95 persen. Jadi, Apakah Anda termasuk orang tua yang pro atau kontra terhadap vaksin? Pilihan ada di tangan Anda. Jadwal imunisasi di atas boleh Anda catat terlebih dahulu, lho.

Baca juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Menentukan Asuransi Kesehatan Keluarga

Comments are closed.