Jalur Sepeda, Titik Lokasi dan Aturannya

HealthLifestyle & Leisure

Jalur sepeda yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta berada di 18 titik. Jumlah ini dinilai masih kurang namun bisa menjadi awal yang baik mewujudkan kota Jakarta Ramah Sepeda.

Jalur sepeda adalah jalur yang khusus diperuntukkan untuk lalu lintas pengguna sepeda dan kendaraan yang tidak bermesin yang memerlukan tenaga manusia. Jalurnya biasa dipisah dari lalu lintas kendaraan bermotor untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas pengguna sepeda.

Sayangnya, masyarakat Indonesia masih sering melanggar aturan dengan menggunakan jalur ini tidak sebagaimana mestinya. Walhasil pada akhir 2019 pemerintah berkomitmen menindak tegas siapapun yang melanggar aturan terkait jalur sepeda. Selain itu pelebaran atau perluasan titik jalur sepeda juga dilakukan sebagai upaya mendukung gerakan bersepeda di ibu kota yang sudah sesak dengan kendaraan bermotor.

Baca juga: Ayo Mulai Bersepeda Sehat Sekarang Juga!

Kabar pembaharuan jalur sepeda di Ibu Kota Jakarta memberi angin segar. Hal ini dikarenakan para pesepeda bisa leluasa dan menikmati olahraga tersebut dengan nyaman dan aman. Namun, meksipun sepeda menjadi salah satu olahraga yang sangat dianjurkan, tetap Anda harus waspada dan melindungi diri dengan asuransi kesehatanFutuready.com bisa menjadi sarana Anda untuk mendapatkan asuransi yang tepat dengan cara mudah dan aman. Klik, link ini Anda bisa langsung mendapatkan asuransi sesuai dengan kebutuhan.

Titik Lokasi Jalur Sepeda

Sejumlah titik baru pun dibuka oleh pemerintah untuk memperluas area jalur sepeda. Berikut adalah titik lokasi jalur untuk para pesepeda yang terbaru.

jalur sepeda di Jakarta

Jakarta Pusat

  1. Tugu Proklamasi
  2. Jalan Dipenegoro
  3. Jalan Imam Bonjol
  4. Jalan M.H. Thamrin
  5. Jalan Medan Merdeka Selatan

Jakarta Timur

  1. Jalan Pemuda
  2. Jalan Pramuka
  3. Jalan Matraman
  4. Jalan Jatinegara Timur
  5. Jalan Jatinegara Barat

Jakarta Barat

  1. Jalan Tomang Raya
  2. Jalan Cideng Timur
  3. Jalan Cideng Barat
  4. Jalan Kebon Sirih

Jakarta Selatan

  1. Jalan Fatmawati
  2. Jalan Panglima Polim
  3. Jalan Sisingamangaraja
  4. Jalan Jenderal Sudirman

Pergub Jalur Sepeda

Jangan menganggap remeh jalur jalan yang satu ini. Jika dulu Anda terbiasa menggunakannya saat mengendarai sepeda motor kini sudah ada aturan jelas mengenai sanksi pelanggaran jalur sepeda yang tertuang adalah Peraturan Gubernur (PerGub) No128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Lajur Sepeda. Pergub ini ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta pada 20 November dan mulai berlaku pada 21 November 2019. Berdasarkan Pergub kendaraan yang boleh melewati jalur sepeda adalah sebagai berikut.

  1. Sepeda Listrik
  2. Sepeda biasa
  3. Otopet
  4. Skuter
  5. Hoverboard
  6. Unicycle

Baca juga: Penting Sebelum Memilih Asuransi Kesehatan: Ini Perbandingan Asuransi Kesehatan Untuk Keluarga dan Individu

Kendaraan selain diatas yang memaksakan diri menggunalan lajur sepeda akan dikenakan denda secara materi maupun masa tahanan. Jadi selalu perhatikan rambu-rambu jalanan jika Anda tak ingin kena hukuman. Pengendara sepeda motor, mobil, bus bahkan truk dilarang keras menggunakan jalur ini.

Jenis pelanggaran bagi pengendara kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4 di jalur sepeda, adalah:

  • Menyerobot atau menggunakan lajur sepeda
  • Memarkir motor atau mobil di jalur sepeda

Jadi mereka yang menggunakan jalur sepeda atau memarkir kendaraannya di lajur sepeda meski hanya sebentar tetap akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 500 ribu atau pidana penjara 2 bulan. Sesuai dengan Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan pemerintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah).

peraturan tentang jalur sepeda

Aturan ini telah berlaku di beberapa daerah, termasuk Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan RS Fatmawati Raya, Jalan Panglima Polim, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur. Sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga di area lajur sepeda.

Hingga kini belum terlihat adanya pelanggaran, penjagaan di beberapa ruas lajur akan tetap dilakukan hingga pemerintah menilai masyarakat sudah terbiasa dengan adanya jalur khusus pesepeda ini. Pemprov DKI Jakarta juga telah melakukan sosialisasi sekaligus uji coba jalur sepeda fase I, II, dan III, sejak September hingga November.

Hasilnya, dihari pertama penerapan tilang, terciduk 66 pengendara yang melanggar aturan. Terbanyak terjadi di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan, pelakunya didominasi oleh para pengendara sepeda motor. Sementara pada hari kedua, Selasa (26/11/2019), jumlah pelanggar justru meningkat dua kali lipat menjadi 149. Jalan Pramuka yang paling banyak dilanggar kembali oleh para pengedara sepeda motor.

Sanksi Kurang Efektif

Upaya pemerintah DKI melindungi para pesepeda dengan adanya sanksi, nyatanya kurang mendapat apresiasi terutama dari pegiat sepeda. Merek menilai sanksi yang diberikan berupa Pergub bakal kurang efektif karena yang menjadi soal adalah kondisi lalu lintas yang sudah semrawut.

Menurut para pegiat jalur sepeda ada dua kekurangan dari lajur sepeda garapan Pemprov DKI terbaru. Pertama, jalan khusus sepeda hanya ditandai dengan markah–cat berwarna hijau–dan traffic cone, bukan pembatas keras seperti jalur Trans Jakarta; dan kedua, petugas pengawasnya terbatas.

Jika ingin serius melindungi dan medukung gerakan bersepeda di Ibu kota seharusnya dibuatkan jalan khusus atau pembatas seperti Trans Jakarta, sehingga tidak memberi celah bagi para pelanggar.

5 Kota dengan Jalur Sepeda Terbaik

Amsterdam

Ibu Kota negara Belanda ini masyarakatnya dikenal lebih menyukai sepeda dibanding moda transportasi lain. Tak heran jika pemerintah setempat mengistimewakan jalur sepeda diseluruh ruas jalan Amsterdam. Hal ini terlihat dari banyaknya jalur sepeda bahkan bisa melebihi lalu lintas utama yang digunakan para pengendara kendaraan bermotor.

Copenhagen

Lajur Sepeda di Denmark ini lebar dan nyaman. Bahkan Anda akan mendapati jembatan khusus pesepada di berbagai lokasi seperti pelabuhan. Pemerintah kota Copenhagen sendiri memang ingin menjadikan kotanya sebagai city bike one. Tak heran jika hampir setengah penduduknya bersepeda.

Bordeaux

Meski termasuk salah satu negara maju, nyatanya Perancis setidaknya membutuhkan lima tahun untuk mewujudkan kota ramah sepeda. Sebelumnya, warga Perancis lebih suka berkendara menggunaan moda transportasi pribadi seperti mobil. Namun seiring dengan usaha pemerintah mengenalkan sepeda sebagai transportasi utama, kini kota ini sudah memiliki trek bersepeda sepanjang 200 km. Penduduk dan pemerintah setempat sama-sama mendukung gerakan bersepeda dalam keseharian mereka.

Baca juga: 4 Gaya Hidup Sehat Ala Atlet

Antrwerp

Antrwerp juga jadi salah satu kota ramah pesepeda, kota yang berada di pusat Belgia ini selalu mengalami kenaikan pesepeda setiap tahunnya. Pemerintah setempat berupaya mendukung gerakan bersepeda ini dengan menerapkan sistem sharing jalur bagi para pesepeda.Kota Antrwerp memiliki trek bersepeda yang dibangun pada tahun 2006-2012 dan memiliki panjang 1000 kilometer.

Berlin

jalur sepeda di Berlin

Di Berlin para pengguna sepeda sangat dimanjakan. Disebut sebagai salah satu kota ramah pesepeda, setidaknya 20-25 persen jalanan di kota Berlin telah dilengkapi dengan jalur bersepeda yang aman dan nyaman. Tercatat, jumlah pesepeda di Berlin juga mengalami peningkatan tiap tahunnya, 710 dari 1000 penduduk telah menggunakan sepeda dalam aktifitas sehari-harinya. Pemerintah Berlin sendiri telah membuat jalur khusus pesepeda yang panjangnya 620 kilometer, termasuk Fahrradstrassen.

Comments are closed.