Jangan Anggap Remeh, Ini Informasi Lengkap Seputar Pembuluh Darah!

Health

Pembuluh darah memiliki kontribusi yang besar untuk tubuh manusia. Salah satunya, sebagai pengangkut darah dan mengalirkannya ke seluruh bagian tubuh.

Semua organ tubuh manusia memiliki peranan dan fungsinya masing-masing. Tidak terkecuali pembuluh darah. Pembuluh darah merupakan salah satu bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Bagian tubuh tersebut diibaratkan seperti selang yang selalu mengalirkan darah dari jantung ke seluruh organ tubuh manusia.

Selain berperan penting untuk transportasi darah, pembuluh darah juga berkontribusi sebagai pengendali tekanan darah. Hanya saja, pengendalian tekanan darah tidak semata-mata dilakukan oleh pembuluh darah, tapi juga didukung oleh sistem kerja yang mencakup sinyal dari otak dan sistem saraf, hormon, serta respons alami. Jadi, jika terjadi kelainan ataupun masalah Anda, tentu akan mengakibatkan gangguan pada kesehatan.

Baca juga: Obat Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami

Mengenali Jenis Pembuluh Darah

Secara umum, ada lima jenis pembuluh darah utama di dalam tubuh manusia. Berikut ini adalah jenis pembuluh darah dan fungsinya:

  • Pembuluh vena, yaitu pembuluh balik yang membawa darah ke jantung. Vena memiliki katup yang berfungsi menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi jantung.
  • Pembuluh venula, yaitu pusat berkumpulnya pembuluh kapiler. Venula mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dan mengalirkannya ke pembuluh vena.
  • Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh kecil dengan dinding sangat tipis yang menghubungkan arteriol dengan venula. Pembuluh kapiler disebut juga sebagai pembuluh pertukaran. Hal ini dikarenakan pembuluh kapiler bisa dilewati darah bersih yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu juga menerima zat sisa dari jaringan tubuh.
  • Arteriol, yaitu pembuluh arteri dengan ukuran terkecil. Pembuluh darah ini memiliki fungsi untuk mengirimkan darah ke pembuluh kapiler. Selain itu, arteriol mampu kontraksi dan relaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang masuk ke pembuluh kapiler.
  • Arteri, yaitu pembuluh darah yang bertugas membawa darah dari jantung menuju organ-organ lainnya. Arteri merespons sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi maupun relaksasi. Ukuran arteri sendiri bervariasi. Arteri-arteri dengan ukuran besar memiliki serat elastis tersendiri pada dindingnya untuk membantu kinerja jantung.

Komponen Utama Sistem Peredaran Darah pada Tubuh Manusia

Sistem peredaran darah pada tubuh manusia memiliki tiga komponen penting, di mana masing-masing komponen tersebut saling berkaitan. Berikut ini tiga komponen yang mengatur jalannya pengangkutan dan penerimaan kembali darah dari dan ke seluruh tubuh.

Jantung

Jatung merupakan salah satu organ paling vital yang ada di dalam tubuh manusia. Jatung memiliki sistem peredaran darah yang fungsinya memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh. Jantung memiliki empat katup yang berfungsi menjaga aliran darah mengalir ke arah yang benar. Katup ini termasuk katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki flaps, yang disebut leaflet atau cusp, yang membuka dan menutup sekali setiap jantung Anda berdetak.

Baca juga: Jarang Donor Darah? Ketahui Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Anda!

Pembuluh darah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pembuluh darah adalah sistem sirkulasi darah yang berfungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain atau sebaliknya.

Darah

Semua tubuh manusia mengadung 4-5 liter darah. Darah berfungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lainnya dari dan ke seluruh tubuh Anda. Jika tidak ada darah, oksigen dan sari makanan akan sulit disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Perbedaan antara Arteri dan Vena

Mungkin masih ada yang belum memahami atau mengetahui secara jelas perbedaan dari arteri dan vena. Perlu diingat, arteri dan vena merupakan dua hal yang berbeda. Demi mengenal perbedaan arteri dan vena lebih dalam, berikut ini uraian selengkapnya.

Darah yang Dialirkan

Tubuh memerlukan oksigen yang terkandung di dalam darah sebagai tumpuhan hidup. Darah yang mengandung oksigen tersebut dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh arteri, sedangkan tugas vena adalah membawa darah tersebut kembali ke jantung. Darah yang dialirkan di pembuluh vena memiliki kandungan oksigen yang lebih rendah dan mengandung residu pernapasan karbon dioksida.

Ketebalan Dinding Pembuluh Darah

Berikutnya perbedaan antara arteri dan vena yang signifikan adalah ketebalan pada dinding yang berbeda-beda. Pembuluh arteri memiliki lapisan otot tebal di dindingnya yang bisa berkontraksi untuk memperkecil ukuran arteri, atau berelaksasi untuk menjadi lebih lebar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Berbeda halnya dengan pembuluh vena berdinding lebih tipis karena lapisan ototnya lebih tipis.

Percabangan

Perbedaan selanjutnya adalah pada percabangan. Arteri memiliki cabang yang lebih banyak laiknya seperti ranting pada pohon. Cabang arteri yang terbesar disebut sebagai aorta. Aorta kemudian bercabang lagi menjadi beberapa pembuluh darah yang lebih kecil. Semakin menjauhi jantung, semakin kecil pula cabang arteri. Sementara itu, cabang vena menjadi semakin membesar ketika mendekati jantung.

Katup

Perbedaan arteri dan vena yang terakhir adalah katup yang tidak sama.  Vena memiliki katup satu arah. Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke arah yang salah. Sementara itu, arteri tidak memerlukan katup karena tekanan dari jantung membuat darah mengalir melalui satu arah.

Perbedaan lainnya, yaitu semua arteri berfungsi membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah tanpa oksigen ke paru-paru. Sebaliknya, semua vena berfungsi untuk membawa darah kaya karbon dioksida dari tubuh ke jantung, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung.

Semoga informasi di atas semakin membantu Anda memahami tentang pembuluh darah dalam tubuh Anda. Sehingga, begitu merasa sesuatu ada yang salah dalam tubuh, Anda bisa langsung mengetahuinya dan segera menemui dokter.

Comments are closed.