Kenali Pengertian, Jenis, Gejala, dan Penyebab Kista

Health

Hampir semua wanita di dunia pasti sangat mengenal penyakit kista. Penyakit ini tergolong penyakit berbahaya yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jika tidak dicegah dan diobati. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini ulasan mengenai pengertian, jenis, gejala, dan penyebab kista.

Selain kanker serviks, kista juga sudah menjadi momok untuk para wanita. Pasalnya, hampir semua penderita kista adalah seorang wanita. Kista yang paling sering diidap oleh wanita adalah kista indung telur atau ovarium. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Meksipun secara umum kista termasuk penyakit yang bisa disembuhkan tanpa operasi, tetapi penyakit ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tentu dibutuhkan penanganan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengertian Penyakit Kista

Kista adalah penyakit berupa benjolan berbentuk kapsul atau kantung dan terisi dengan cairan, semisolid, atau material gas. Penyakit kista bisa muncul pada jaringan tubuh mana saja dengan ukuran benjolan yang bervariasi. Mulai dari sangat kecil (mikroskopik) hingga sangat besar. Namun, jika benjolan kista sudah membesar bisa menghimpit organ dalam yang terdekat sehingga mengganggu fungsi organ tersebut. (Baca juga: Penyebab dari Penyakit Gejala Tipes)

Jenis Penyakit Kista

Kista memiliki beberapa jenis umum, seperti kista ovarium/kista indung telur dan kista otak. Kedua jenis tersebut memiliki perbedaannya masing-masing. Berikut ini perbedaannya.

Kista Ovarium

Jenis kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung berisi cairan di dalam atau pada permukaan indung telur. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kista jenis ini biasanya menyerang para wanita karena setiap wanita memiliki dua ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya, mulai dari masa pubertas hingga menopause. Selain itu, ovarium ini juga memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Namun, jika ovarium ini tidak dijaga baik-baik dan mengalami gangguan yang disebut dengan kista dan tentu akan membahayakan kesehatan Anda.

Dari jenisnya, kista Ovarium ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu kista fungsional dan patologis. Kista fungsional biasanya muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista jenis ini merupakan yang paling umum terjadi dan cepat hilang sehingga tidak berbahaya. Jika kista fungsional ini termasuk yang tidak berbahaya, berbeda dengan kista patologis. Kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi melainkan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini bisa bersifat kanker dan jika dibiarkan tentu akan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Kista Ovarium memiliki beberapa gejala yang harus diwaspadai, yaitu seperti pendarahan yang lebih banyak dari pada biasanya ketika menstruasi, siklus menstruasi yang tidak teratur, sulitnya buang air besar atau air kecil, dan lain sebagainya. Jika Anda merasakan gejala tersebut, Anda harus segara memeriksakannya ke dokter dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosa dan tindakan apa saja yang harus dilakukan.

Kista Otak

Secara pengertian, kista otak atau yang disebut kista arachnoid ini merupakan sejenis kantung berisi cairan bening yang letaknya ada di dalam kepala atau tulang belakang. Kista jenis ini bisa berkembang antara otak atau sumsum tulang belakang. Kista otak bukan merupakan “tumor otak” karena tidak berasal dari jaringan otak. Namun, termasuk penyakit yang cukup berbahaya juga. (Baca: Cara Mengecilkan Perut dengan Mudah dan Sederhana)

Kebanyakan orang yang mengidap penyakit ini muncul pada saat lahir (kongenital), tetapi tidak menyebabkan gejala seumur hidup. Meskipun begitu, Anda perlu berhati-hati karena kista otak ini bisa berkembang jika terjadi cedera pada kepala, adanya tumor, infeksi atau pendarahan, dan lainnya. Penyakit kista otak ini juga memiliki gejala-gejalanya, seperti nyeri pada kepala, mual, muntah, sering pusing, kejang-kejang, gangguan penglihatan, mengantuk, dan lainnya. Namun, kebanyakan orang yang merasakan gejala tersebut jika ukuran kista yang diderita sudah cukup besar.

Kista Dermoid

Penyakit kista dermoid pada umumnya berbentuk kantong atau benjolan di permukaan kulit yang biasanya terletak pada kulit tubuh wanita. Kista jenis ini terdiri dari struktur jaringan kulit, kelenjar keringat, folikel rambut, jaringan saraf, atau gigi.

Penyakit Kista Coklat Endometriosis

Kista Coklat Endometriosis atau yang disebut kista coklat merupakan suatu kondisi di mana jaringan endometrium ditemukan di luar rahim. Gejala yang dirasakannya, yaitu merasakan nyeri pada bagian pinggul.

Penyebab kista ada beberapa faktor seperti berikut ini.

– Infeksi
– Kelenjar minyak yang tersumbat
– Reaksi dari benda lain yang menempel di kulit
– Bekas luka
– Iritasi kimiawi
– Gesekan pakaian yang terlalu ketat
– Mencukur
– Pertumbuhan sel yang tidak normal
– Luka kecil pada kulit
– Kerusakan pada sinar matahari karena radiasi ultra violet
– Kulit kering
– Kehamilan dan persalinan
– Kelompok kista yang berkumpul bersama-sama

Cara Menyembuhkan Penyakit Kista

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit kista. Berikut ini ulasannnya.

Tindakan Operasi

Cara menyembuhkan kista dengan tindakan operasi jika ukuran kista sudah besar, yaitu kurang lebih 5 hingga 10 cm. Pasalnya, kista tidak bisa disembuhkan secara alami dan butuh tindakan. Sebab, jika dibiarkan, kista bisa berpotensi menjadi kanker. Dalam dunia medis, ada dua jenis operasi untuk menghilangkan kista, yaitu laparoskopi dan laparotomi. Kedua jenis operasi ini memiliki perbedaan yang disesuaikan dengan jenis kistanya.

Laparoskopi merupakan salah satu bedah medis yang termasuk dalam operasi kecil. Pasalnya operasi ini dilakukan dengan cara membuat luka kecil sekitar 0,5 sampai 1,5 cm untuk memasukkan alat laparoskop yang berbentuk seperti mikroskop kecil. Kemudian gas akan ditiupkan ke bagian dalam panggul sehingga dokter bedah bisa mencapai bagian ovarium. Setelah itu kista akan diambil dan luka bekas potongan akan dijahit. Tindakan operasi ini sangat minimal rasa sakit dan waktu pemulihannya lebih cepat.

Selanjutnya adalah laparotomi. Laparotomi merupakan jenis tindakan bedah untuk ukuran kista yang terbilang cukup besar. Biasanya operasi ini disarankan untuk mengetahui jenis penyakit pada kista ovarium dan mengetahui penyebab kistanya. Apakah berpotensi menjadi kanker atau tidak. Operasi dilakukan dengan membuat luka sayatan pada dinding perut. Laparotomi termasuk jenis operasi berat dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

[quads id=7]

Kompres dengan Minyak Jarak

Selain melalui tindakan medis, cara menyembuhkan kista juga bisa dengan obat tradisional, yaitu seperti minyak jarak. Minyak ini dipercaya bisa mengobati kista karena mampu membersihkan semua jaringan yang tidak diperlukan seperti kista, merangsang peredaran darah, dan membuat kista hancur secara alami. Cara menggunakan minyak jarak ini cukup mudah, yaitu dengan melakukan kompres dibagian perut menggunakan handuk selama 20-30 menit.

Minum Cuka Sari Apel

Belakangan ini, cuka sari apel memang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya kista. Namun, untuk ukuran yang masih kecil. Cuka sari apel yang mengandung kalium sangat ampuh untuk mengecilkan ukuran kista kemudian bisa membuat kista larut. Cara ini sangat alami dan sama sekali tidak menyebabkan efek samping.

Minum Jus Buah Bit

Mungkin untuk sebagian orang masih kurang familiar dengan buah yang satu ini. Buah bit berbentuk bulat kecil berwarna merah yang menyegarkan. Warna merah tersebut mengandung senyawa betasianin yang bisa membantu hati untuk membersihkan racun, termasuk kista ovarium. Selain itu, buah bit juga bersifat asam yang bisa membantu mengecilkan ukuran kista dan melarutkan kista secara alami.

Comments are closed.