Bahaya Junk Food untuk Kesehatan Anda!

Health

Meskipun memiliki rasa yang enak, tetapi junk food mengadung banyak bahan-bahan yang sangat berbahaya bagi tubuh. Apa saja efek samping dari mengonsumsi makanan ini?

Junk food atau yang identik selalu disamakan dengan makanan cepat saji ini masih menjadi salah satu makanan yang difavoritkan banyak orang. Selain memiliki rasa yang enak dan gurih, makanan ini juga terbilang mudah untuk didapatkannya.

Namun, Anda harus paham juga, bahwa fast food berbeda dengan junk food. Makanan yang ingin Anda makan, bisa saja dimasak atau dolah dengan cepat, namun apakah bisa dibilang junk food? Belum tentu. Berbagai makanan meski disiapkan dengan cepat tapi masih memiliki kandungan gizi yang tinggi. Sedangkan, makanan tergolong tidak sehat itu sendiri bisa dikatakan memang makanan yang memiliki kandungan gizi yang rendah. Namun, tahukah Anda bahwa makanan ini sangat berbahaya bagi tubuh? Sebab dibuat dengan bahan murah, seperti daging berlemak tinggi, biji-biji olahan, tambahan gula, dan juga lemak.

Bukan hanya itu, makanan ini juga memiliki tinggi sodium yang berfungsi sebagai pengawet dan membuat makanan beraroma lezat. Jika dibayangkan, tentu betapa bahayanya bukan makanan ini? Lalu, apa dampaknya bagi kesehatan Anda? Berikut ini beberapa bahayanya mengonsumsi junk food bagi kesehatan.

Baca juga: Ini 5 Makanan Ekstrim di Thailand. Berani Coba?

Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan

Mengganggu Sistem Ingatan

Jika orang sehat mengonsumsi junk food lebih dari lima hari maka akan berdampak buruk pada hati, kecepatan, dan sensitivitasnya. Jika terus dilanjutkan mengonsumsinya selama lima hari bisa semakin memperburuk ingatan Anda. Ini disebabkan, karena pola makan yang buruk dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di otak, yang berhubungan dengan ingatan.

Tidak Bisa Mengontrol Nafsu Makan

Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan olahan dan makanan yang digoreng dapat membuat otak sulit untuk memproses seberapa nesar rasa lapar dan apa yang telah Anda makan. Untuk mengembalikan berfungsinya otak, maka dosis harian asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 sangat diperlukan. Kekurangan dalam dua asam lemak ini dapat menyebabkan masalah yang berhubungan dengan otak dan makan berlebihan.

Meningkatkan Risiko Demensia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan asam lemak dan manisan dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh secara substansial. Semakin tinggi tingkat insulin dalam tubuh, semakin banyak otak berhenti merespons hormon ini dan menjadi resisten terhadapnya. Ini membatasi kemampuan untuk mengingat atau berpikir, sehingga menciptakan risiko demensia.

Dapat Menyebabkan Depresi

Mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula mengubah aktivitas kimia otak dan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengatasi stres, dan itu akan membuat Anda tertekan. Makan terlalu banyak makanan junk food juga dapat membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi penting seperti tryptophan asam amino. Kekurangan asam amino ini dapat meningkatkan perasaan depresi.

Tidak Sabaran dan Keinginan yang Tidak Terkendali

Junk food dipenuhi dengan karbohidrat olahan, yang mengubah tingkat gula darah Anda. Jika kadar gula Anda sangat rendah, itu dapat menyebabkan kecemasan, kelelahan, dan kebingungan. Kandungan lemak dan gula yang tinggi dalam junk food akan membuat Anda makan terlalu cepat dan juga membuat makan berlebihan hanya untuk memuaskan hasrat Anda.

Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Salah satu efek junk food pada perut adalah bahwa hal itu menyebabkan masalah pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan irritable bowel syndrome (IBS). Alasannya, karena makanan cepat saji ini digoreng dan minyak dari makanan terakumulasi di perut, menyebabkan keasaman. Junk food yang pedas juga dapat membuat lapisan perut iritasi.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Gerd dan Bagaimana Mengatasinya?

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Makanan cepat saji meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang merupakan faktor risiko utama dari gejala penyakit jantung. Lemak yang ada di dalam junk food berakumulasi di tubuh dan membuat obesitas. Semakin bertambah berat badan Anda maka semakin tinggi risiko penyakit jantung.

Menyebabkan Penyakit Ginjal

Makanan cepat saji seperti keripik dan kentang goreng mengandung sejumlah besar garam yang diproses halus, yang meningkatkan sekresi enzim dan air liur yang meningkatkan keinginan Anda. Natrium dan lemak jahat dari garam meningkatkan tekanan darah, sehingga mempengaruhi fungsi ginjal.

Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati

Kerugian lain dari junk food adalah dapat menyebabkan kerusakan hati. Makanan cepat saji mengandung kadar lemak trans yang tinggi yang disimpan sebagai lemak di hati, yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak dan disfungsi hati.

Meningkatkan Risiko Kanker

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Studi lain juga menunjukkan bahwa pria yang makan gorengan lebih dari dua kali dalam sebulan memiliki peningkatan risiko kanker prostat.

Baca juga: Tumor dan Kanker: Apa Perbedaannya?

Jenis-jenis Junk Food yang Harus Dihindari

Gorengan

Gorengan mengandung kalori, lemak, dan oksidan. Di mana hal tersebut dapat menimbulkan, obesitas, penyakit jantung koroner,  hingga kanker. Kanker dapat disebabkan karena zat karsinogenik dihasilkan dari proses penggorengan.

Mi Instan dan Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Jenis makanan ini mengandung garam dalam jumlah sangat tinggi. Kadar garam yang tinggi mengandung translipid yang dapat memperberat beban ginjal dan pembuluh darah jantung, serta menaikkan tekanan darah.

Asinan

Jumlah garam yang melebihi batas akan memberatkan beban ginjal, merusak selaput lendir lambung, merusak usus, memperbesar resiko tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Amonium nitrit yang sering ditambahkan dalam proses pengasinan dapat menimbulkan risiko kanker hidung dan tenggorokan.

Daging Olahan

Daging olahan, seperti bakso, sosis, nugget, ham, kornet, dan lain-lain mengandung garam nitrit yang berisiko menimbulkan kanker. Pengawet dan pewarna berisiko bagi hati serta natrium yang memperberat kerja ginjal.

Makanan Kaleng

Kandungan vitamin dan protein makanan dalam kaleng lebih sedikit dibandingkan dengan yang alami. Hal ini menurunkan nilai gizinya.

Olahan Keju

Makanan olahan keju jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menambah berat badan, menaikkan kadar lemak dan gula darah.

Comments are closed.