Bijak Mengatasi Ancaman Kabut Asap Berbahaya

Health

Ancaman kabut asap tak bisa lagi disepelekan, akibatnya bagi kesehatan menjadi alasan utama untuk segera meminimalisasi dampak yang berkelanjutan.

Baru-baru ini, di Indonesia dilanda bencana yang cukup besar yaitu kebakaran hutan. Tentunya hal tersebut berdampak bagi kualitas udara, kontaminasi asap sisa kebakaran hutan memberi dampak fatal bagi kesehatan masyarakat.

Kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terlibat dalam proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Sementara itu, partikel-partikel yang terdapat dalam kabut ini adalah asap itu sendiri, debu, pasir, dan serbuk sari.

Gas dan partikel yang terkandung akan masuk dan terhirup oleh sistem pernapasan manusia dan menyebabkan efek yang berbahaya. Berikut efek jangka pendek dan jangka panjang yang Anda harus ketahui.

Efek Buruk Kabut Asap

dampak buruk kabut asap

Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh kabut ini. Namun, gangguan pernafasan juga dapat dipicu oleh paparan polusi udara yang parah serta sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dalam kondisi seperti itu, infeksi virus akan lebih mudah terjadi karena kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang.

Asma

Selain faktor genetik, asma juga dapat disebabkan oleh kualitas udara yang buruk. Kabut berbahaya ini membawa partikel berukuran kecil yang masuk lewat saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan layaknya asap rokok.

Baca Juga: Infeksi Virus: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Iritasi Mata

Efek buruk asap ini juga dapat menyebabkan iritasi pada mata akibat debu dan zat iritatif di dalamnya. Mata menjadi lebih sensitif karena banyak partikel yang masuk dan mengganggu kebersihan mata. Untuk itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata jika bepergian ke luar rumah.

Iritasi Kulit

Tak hanya menimbukan gangguan pada organ dalam, seperti saluran pernapasan dan jantung, polusi asap juga dapat merusak kulit. Asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa asap dapat meningkatkan risiko penuaan dini pada kulit, jerawat, kanker kulit, dan memberatnya gejala eksim dan psoriasis.

Batuk dan Iritasi Tenggorokan

batuk karena kabut asap

Dalam bentuk yang paling ringan, Anda dapat mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam. Namun, efeknya bagi sistem pernapasan manusia bisa berlangsung lama walau gejala sudah menghilang. Hal ini bisa terjadi masker tidak melindungi tubuh dari partikel ekstra kecil.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Yayasan Paru-paru Kanada menyebutkan polusi asap yang disebabkan kebakaran hutan bisa berakibat fatal pada penderita PPOK, karena akan mengurangi atau memperburuk kinerja paru-paru. Semakin lama pasien terpapar, semakin besar juga risiko kematiannya.

Penelitian di Thailand menunjukkan bahwa pada musim polusi asap, jumlah kunjungan di Unit Gawat Darurat terkait kambuhnya gejala penyakit PPOK yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan zat yang terkandung bersifat iritatif dan dapat membuat paru-paru meradang.

Penyakit jantung

Kabut asap membawa partikel mini PM2.5 yang bisa masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernapasan. Studi dari California Environmental Protection Agency tahun 2014 memperlihatkan pasien yang terpapar asap dalam waktu lama lebih berisiko terkena serangan jantung atau stroke.

Partikel-partikel yang ada didalamnya berisiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga dapat berakibat buruk bagi jantung. Hal ini terjadi karena partikel yang sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikrometer. Makin kecil ukuran partikel, maka makin besar risiko yang bisa ditimbulkan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Tenggorokan Pahit dengan Cepat

Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan asap dalam jangka panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Hal ini di duga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel di dalam asap.

Kanker Paru-paru

Tingginya konsentrasi asap di udara akan membuat Anda sulit bernapas dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru. Hal ini terutama menimpa mereka yang banyak beraktivitas di ruangan terbuka. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup kabut berbahaya ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit paru-paru seperti infeksi paru-paru terutama pada anak-anak, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bahkan kanker paru-paru.

Apabila seseorang terpapar polusi asap dalam jangka panjang, maka orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru, sekalipun dia bukan perokok. Karena, asap mengandung banyak partikel penyebab kanker yaitu karsinogen.

Menelisik dampaknya pada kesehatan jangka pendek bahkan panjang, bagi Anda yang tinggal di daerah terdampak kabut asap sebaiknya segera lakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisasi paparan. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk setidaknya memperkecil dampak polusi asap bagi kesehatan Anda dan keluarga.

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengurangi Dampak Polusi Asap

Memeriksa Kualitas Udara Lokal

Perhatikan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lingkungan Anda. Untuk tingkat 0-50 masuk kategori kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat dan 300-500 sangat berbahaya.

Hindari Kegiatan di Luar Rumah

Tutup segala akses udara yang bisa masuk ke dalam rumah, seperti melalui jendela dan pintu. Nyalakan AC agar udara tetap terjaga. Lebih baik lagi bila ada AC yang memiliki filtrasi udara. Jaga kelembapan udara di dalam rumah dengan menggunakan filter HEPA. Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk melembapkan udara ruangan. Jaga kelembapan udara sekitar 30 hingga 50 persen, kelembapan dengan kadar tersebut dapat membantu mengendalikan alergen dan pemicu penyakit pernapasan lainnya.

Hindari Polusi Tambahan dan Pastikan Kebersihan Ruangan Rumah

Hindari aktivitas seperti membakar lilin, memasak, atau menyalakan kompor gas serta merokok karena dapat meningkatkan polusi dalam ruangan. Bersihkan lingkungan rumah dari debu dan kotoran secara berkala. Bahan kimia dan alergen dari polusi udara bisa terkumpul dan menumpuk menjadi debu yang memengaruhi kualitas udara di dalam rumah.

Cara untuk meminimalisasi penyebaran polusi udara ini adalah dengan menggunakan vakum yang mengandung filter high efficiency particulate air (HEPA). Vakum atau pembersih jenis ini dapat mengurangi debu dan kotoran yang terbuat dari bahan kimia brominated (PBDEs), serta alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu. Teknologi filter HEPA diklaim mampu membuat bakteri dan alergen lainnya terjebak dalam penghisap debu.

Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Jaga Kekebalan Tubuh Anda

Konsumsi makanan sehat sangat membantu menangkal racun jahat dari polusi udara. Oleh karena itu, konsumsilah makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan yang sarat akan vitamin C. Sayur dan buah-buahan juga dapat memperkuat sistem imun sehingga tubuh kita mampu melawan racun yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan Universitas Otago juga menyebutkan bahwa vitamin c lebih lama bertahan di jaringan tubuh jika melalui buah dibandingkan dengan dari suplemen.

Jangan lupa untuk tetap jaga asupan cairan dalam tubuh Anda. Dengan minum air yang cukup tentu akan sangat membantu Anda dalam membuang racun dari tubuh. Cairan tubuh yang cukup juga memicu kelembapan yang membantu menyerap polusi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak meluas.

Gunakan Masker Khusus

gunakan masker khusus untuk kabut asap

Untuk menangkal partikel yang terdapat dalam asap, Anda tidak cukup hanya dengan memakai masker bedah biasa. Masker ini tidak akan melindungi paru-paru Anda dari partikel kecil asap kebakaran hutan. Sebaiknya, gunakan masker N95 yang memang dibuat khusus dengan sistem filtrasi yang baik. Masker ini memang dijual dengan harga yang relatif lebih mahal untuk masker sekali pakai.

Selain peduli pada kesehatan, tak ada cara lain untuk mencegah terjadinya dampak polusi asap yang bisa saja menetap bagi tubuh Anda. Sebelum hal itu terjadi, segera lakukan cara-cara efektif di atas untuk menangkal kontaminasi partikel di dalam kabut yang membahayakan Anda.

Comments are closed.