Kanker Otak: Penyebab hingga Penanganannya

Health

Kanker otak merupakan salah satu kanker yang paling banyak diderita orang di dunia. Kanker ini berbahaya, tapi dapat disembuhkan, bagaimana caranya?

Mendengar kata kanker, yang terbersit di kepala kita pasti penyakit berbahaya yang dapat menyerang siapa saja. Ya, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia menurut catatan WHO.

Jenis kanker ada banyak sekali, tapi yang cukup banyak diderita masyarakat di dunia tak lain adalah kanker otak. Kanker ini menyerang bagian otak dan pada akhirnya menyebar ke bagian dan organ tubuh lainnya.

Lalu, jika seseorang terkena kanker otak, apakah tak ada sama sekali harapan untuk hidup? Agar lebih jelas, mari kita simak pembahasan mendalam seputar kanker otak di bawah ini!

Definisi Kanker Otak

Kanker otak adalah kondisi di mana tumbuhnya tumor ganas di otak. Penyakit ini dibagi menjadi dua tipe. Terdiri dari kanker otak primer (terhitung terjadi sebanyak 75 persen dari seluruh kasus tumor otak) yang penyebabnya datang dari otak, dan sekunder (25 persen dari seluruh kasus kanker otak) yang muncul dari bagian tubuh lain dan menyebar sampai ke otak.

Sekitar 40 persen kanker ini diawali dari penyangga neuron yaitu sel tumor Glial. Sel U glial termasuk juga tumor astrocytes, tumor glia primer, oligodendrocytes glioma, meningioma ventricular, dan medulloblastoma.

Tipe sekunder biasanya disebabkan oleh penyebaran dari kanker lain, seperti kanker payudara, paru-paru, ginjal, usus besar, dan melanoma pada kulit. Kanker ini tidak dapat dihindari tapi sebagian besar dapat ditangani jika terdeteksi sejak awal.

Tanda dan Gejala Kanker Otak

Sakit kepala berkepanjangan adalah gejala umum kanker ini karena tumor tumbuh menekan tengkorak. Sakit kepala biasanya terjadi di pagi hari setelah bangun dan semakin sakit ketika batuk dan bersin. Gejala lain tergantung pada lokasi tumor, tetapi juga bisa mengakibatkan perubahan kebiasaan Anda sehari-hari. Ada pun gejalanya antara lain:

– Sakit kepala, terutama di pagi hari. Sakit kepala bisa terasa ringan atau bahkan terasa berat

– Kelemahan otot yang sering terjadi di salah satu sisi tubuh

– Parestesi, tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemuran

– Tubuh sulit untuk seimbang dan koordinasi pada gerakan tubuh berantakan

– Kesulitan berjalan, lengan dan kaki kadang juga menjadi lemah

– Kejang

– Perubahan status mental. Ini bisa berupa perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, bahkan kebingungan tanpa sebab

– Merasakan mual dan muntah terutama di pagi hari dengan yang bisa disebabkan oleh vertigo

– Kelainan dalam penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, hilangnya penglihatan tepi)

– Kesulitan berbicara ( yang diakibatkan oleh gangguan suara)

– Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional. Misalnya, sulit atau mengalami ketidakmampuan untuk berbicara yang diikuti dengan tidak paham dengan apa yang lawan bicaranya katakan.

Pada banyak orang, gejala-gejala di atas mungkin diabaikan karena gejala tidak berlangsung signifikan. Gejala kanker satu ini bisa tumbuh dan berjalan lama, namun kadang-kadang, gejala-gejala ini juga bisa muncul lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, orang mungkin mengira gejala kanker otak yang dialami adalah kondisi stroke, padahal bukan. Pada beberapa pasien, gejalanya mungkin lebih jelas, terutama jika kanker terletak di lobus otak tertentu, yang biasanya bertanggung jawab untuk fungsi tubuh.

Stadium pada Kanker Otak

Setiap kanker diklasifikasikan berdasarkan stadium. Hal ini pun berlaku pada kanker otak. Ada pun stadium pada kanker satu ini yakni:

Stadium I: Jaringan kanker di otak masih jinak. Sel-sel terlihat hampir seperti sel-sel otak normal, dan pertumbuhan selnya cenderung lambat.

Stadium II: Jaringan kanker sudah mulai ganas. Sel-sel kanker mulai terlihat tidak normal, tidak seperti sel kanker stadium 1.

Stadium III: Jaringan kanker yang ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel normal. Sel-sel abnormal ini disebut sebagai anaplasik dan mulai tumbuh secara aktif di stadium ini.

Stadium IV: Jaringan kanker ganas mulai menunjukkan sel-sel abnormal yang jelas dan tumbuh agresif atau sangat cepat.

Penyebab Kanker Otak

Kanker satu ini memiliki banyak penyebab. Tapi, dari sekian banyak, yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab awal kanker ini antara lain:

– Radiasi pada kepala, seperti radioterapi atau CT scan membuat seseorang lebih berisiko menderita kanker otak, terutama glioma ganas.

– Memiliki penyakit genetik, misalnya sindrom Gorlin, sindrom Turner, Von Hippel-Lindau, Li-Fraumani, tuberous sclerosis, atau neurofibromatosis tipe 1 dan 2.

– Menderita HIV/AIDS. Penyakit ini dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker, termasuk kanker otak.

– Riwayat kanker dalam keluarga.

– Memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Kondisi berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30, meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker otak.

– Kebiasaan merokok.

– Hidup di daerah dengan tingkat polusi dan pencemaran lingkungan yang tinggi.

Pengobatan Kanker Otak

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk terbebas dari kanker ini, yaitu:

Operasi Pengangkatan Kanker di Otak

Operasi mengangkat tumor ganas di otak ini dilakukan dengan cara mencoba mengangkat semua sel tumor dengan memotong tumor. Dokter akan meninggalkan jaringan otak normal. Pembedahan ini melibatkan pembukaan tengkorak (kraniotomi), yang sering disebut operasi invasif.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah tindakan yang umum dilakukan dalam penanganan kanker ini, tapi tidak untuk jenis tumor otak primer. Dokter juga akan memberikan obat anti kejang seperti phenytoin yang sering digunakan sebelum dan sesudah operasi. Untuk pembengkakan otak, dokter akan menyarankan penggunaan obat steroid (dexamethasone).

Cara kerja kemoterapi adalah dengan menghancurkan sel-sel tumor di dalam tubuh menggunakan bahan kimia (obat-obatan) tertentu. Obat kemoterapi akan mematikan sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan kecepatan yang abnormal, termasuk sel kanker.

Radioterapi

Radioterapi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi paling sering digunakan untuk mengobati pasien kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien non-kanker, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

Radioterapi bekerja dengan cara merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker, sehingga sel tidak lagi bisa berkembang dan bahkan mati. Pengobatan ini juga bisa memengaruhi perkembangan sel-sel normal, tetapi efek samping yang ditimbulkan akan hilang jika sudah tidak melakukan terapi.

Sudah tahu lebih dalam seputar kanker otak sekarang, saatnya untuk memulai hidup sehat agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Semoga kita semua sehat selalu ya!

Comments are closed.