Kanker Payudara: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Health

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh.

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang pastinya ditakuti oleh seluruh manusia. Hal ini dikarenakan penyakit ini telah menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian. Sekilas informasi, pada dasarnya penyakit ini terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali sehingga menyebabkan jaringan tubuh normal rusak.

Sel-sel abnormal tersebut akan berubah menjadi sel kanker yang terus berkembang secara agresif dan menyebar ke berbaga bagian tubuh sehingga membentuk sebuah jaringan baru. Sel kanker juga tidak bisa mati dan rusak dengan sendirinya. Oleh karena itu, butuh sekali penanganan yang cepat dan tepat agar sel kanker tidak berkembang dan bisa langsung diobati.

Sebagai informasi, penyakit kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis penyakit kanker yang ditemui pada manusia, salah satunya adalah kanker payudara yang hingga saat ini masih menjadi musuh utama para wanita di seluruh dunia. Penyakit ini rentan sekali dialami pada wanita, tetapi tiak menutup kemungkinan dapat terjadi pula pada pria. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini ulasan mengenai gejala, penyebab, dan cara mengobati kanker payudara. (Baca juga: Kenali Pengertian, Jenis, Gejala, dan Penyebab Kista)

Gelaja Kanker Payudara

Sebenarnya, gejala yang dialami setiap penderita berbeda-beda. Namun, gejala umum yang sering dirasakan adalah adanya benjolan di payudara. Namun, nyatanya bukan hanya kanker yang menjadi satu-satunya kelainan pada payudara yang dapat dideteksi dengan ada tidaknya benjolan. Ini karena benjolan di payudara dapat dipicu oleh perubahan hormonal pada remaja hingga rusaknya jaringan lemak. Lalu, apa saja yang menjadi gejala penyakit ini secara detail?

  1. Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  2. Perubahan bentuk pada puting payudara.
  3. Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika Anda sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.
  4. Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat atau kuning.
  5. Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.
  6. Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  7. Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
  8. Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.

Gejala-gejala di atas merupakan ciri dari kanker payudara stadium awal. Jika ada beberapa gejala di atas sedang Anda alami atau sangat mencurigakan sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter sehingga mendapatkan penanganan khusus secara cepat dan tepat sesuai kondisi Anda. Pasalnya, jika semakin dini diobati, maka peluang untuk sembuh juga semakin besar.

Penyebab Kanker Payudara

Hingga saat ini, para peneliti masih belum bisa memastikan apa saja penyebab dari penyakit ini. Namun, ada beberapa dugaan sementara yang bisa dijadikan sebagai penyebab dari penyakit kanker ini sehingga Anda perlu waspadai.

Baca juga: Cara Mengecilkan Perut dengan Mudah dan Sederhana

Jenis Kelamin

Wanita 100 kali sangat rentan didiagnosis kanker payudara dibanding pria. Hal ini dikarenakan pengaruh hormon seks wanita, khususnya estrogen dan progesteron. Pada beberapa kasus, penyebab timbulnya penyakit ini karena kedua hormon ini bertindak sebagai pemicu pertumbuhan dan pembelahan sel. Risko kanker ini umumnya akan meningkat akibat sel-sel payudara yang kerap terkena paparan kedua hormon ini selama siklus menstruasi. Selain itu, wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum 12 tahun), menopause setelah 55 tahun, serta memiliki payudara besar juga berisiko tinggi terhadap penyakit kanker payudara.

Usia

Menurut penelitain, lebih dari dua pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan lebih. Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara di usia kurang dari 45 tahun.

Riwayat Medis Keluarga

Faktor risiko lain yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara adalah riwayat medis keluarga. Wanita berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak.

Genetik

Sejauh ini penyebab penyakit ini dikarenakan turunan atau genetik. Mungkin penyebab yang ini hampir sama dengan riwayat medis keluarga. Mutasi BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, tapi mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria.  Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Informasi Lengkap Seputar Pembuluh Darah!

Faktor Gaya Hidup

Penyebab kanker payudara yang sedang banyak dibahas adalah proses gaya hidup yang salah. Ada beberapa kebiasaan gaya hidup yang secara tidak langsung ikut menjadi penyebab kanker payudara, seperti obesitas atau kelebihan berat badan, konsumsi alkohol yang berlebihan, tidak memiliki anak, memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun, mengonsumsi pil KB, menggunakan terapi pengganti hormon, dan penyebab lainnya.

Cara Mengobati Kanker Payudara

Setelah membahas gejala dan juga penyebab dari kanker ini, kini saatnya beralih kepada cara mengobati kanker payudara. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penyakit ini kemungkinan besar bisa disembuhkan asalkan diobatinya sedini mungkin (sejak stadium awal). Nah, agar wawasan tambah luas, berikut ini beberapa cara mengobati penyakit kanker pada payudara.

Pembedahan

Salah satu cara mengobati penyakit ini adalah dengan melakukan pembedahan. Hingga saat ini ada beberapa macam pembedahan yang bisa dilakukan sebagai berikut.

  • Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi juga bisa dijadikan sebagai cara mengobati penyakit ini. Pasalnya terapi radiasi ini memiliki taget untuk membunuh sel-sel kanker sehingga dapat mengurangi risiko kekambuhan. Radiasi umumnya digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang lolos operasi. Terapi ini diberikan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani mastektomi.

Kemoterapi

Cara ini menjadi pilihan yang diambil jika stadium kankernya sudah memasuki angka krusial. Kemoterapi adalah terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

Terapi Hormon

Terapi hormon adalah jenis terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.

Terapi Target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini seperti, antibodi monoklonal, penghambat tirosin kinase, dan cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase).

Comments are closed.