Ketahui Gejala dan Pengobatan Kanker Usus Besar

Health

Masalah pencernaan seperti diare atau sembelit memang sangat umum terjadi, namun jangan sepelekan kehadirannya sebab bisa jadi gejala awal kanker usus besar. Bagaimana gejala persisnya?

Dalam beberapa kasus penyakit, gejala – gejala awal yang mendasari timbulnya sebuah penyakit memang tidak terlihat sehingga sulit didiagnosis. Sama halnya seperti kanker usus besar, gejala penyakit ini pada awalnya terlihat umum. Namun, jika Anda sering mengalami gejala gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, dan memiliki keluarga yang menderita kanker jenis ini, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Sebenarnya, kanker usus besar dapat dikatakan sebagai tumor ganas yang berada di usus besar. Gejala yang paling umum dari kanker ini adalah buang air besar (BAB) berdarah. Seringkali kemunculan penyakit ini diawali dengan tumbuhnya polip atau tumor jinak. Hingga saat ini, penyebab kanker ini belum diketahui dengan jelas. Namun ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker ini, antara lain tidak suka makan serat, jarang berolahraga, dan merokok. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu menghindari pola hidup yang tidak sehat. Jangan lupa juga untuk proteksi diri dengan asuransi kesehatan.

Baca juga: Alur Rekam Medis Rawat Jalan dan Inap di Rumah Sakit

Penyebab Kanker Usus Besar

Kanker usus besar disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen pada jaringan usus besar. Akan tetapi, penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui dengan pasti. Kendati sampai sekarang masih dilakukan penelitian mengenai penyebabnya, namun banyak ahli yang sepakat bahwa ada beberapa pemicu yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker usus besar, antaranya :

  • Pola makan kurang serat
  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak
  • Merokok
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Jarang berolahraga

Selain itu, ada beberapa kondisi atau penyakit yang juga membuat seseorang menderita kanker jenis ini, yaitu:

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker jenis ini.
  • Menderita polip usus.
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit radang usus.
  • Pernah menjalani radioterapi di bagian perut.
  • Menderita kelainan genetik yang disebut familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch.
  • Berusia di atas 50 tahun.

Gejala

mengenal kanker usus

Gejala kanker ini pada stadium awal terkadang tidak terasa, atau bahkan tidak muncul sama sekali. Walaupun demikian, ada beberapa gejala yang dapat muncul pada kanker ini di stadium awal, yaitu:

  • Diare atau sembelit
  • Perut kembung
  • Kram atau sakit perut
  • Perubahan bentuk dan warna tinja
  • BAB berdarah

Jika sudah memasuki stadium lanjut, penderita kanker ini dapat mengalami gejala berupa:

  • Kelelahan
  • Sering merasa BAB tidak tuntas
  • Perubahan pada bentuk tinja yang terjadi lebih dari sebulan
  • Penurunan berat badan drastis

Apabila kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dapat muncul gejala berupa:

  • Sakit kuning (ikterus)
  • Pandangan kabur
  • Pembengkakan pada lengan dan tungkai
  • Sakit kepala
  • Patah tulang
  • Sesak napas

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Diagnosis

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker jenis ini, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien. Umumnya dokter akan menanyakan pula riwayat penyakit pasien yang mampu memicu terkena kanker, begitu pula dengan penelusuran histori penyakit keluarga. Kemudian pemeriksaan dilanjutkan dengan fisik dan penunjangnya, diantaranya :

Endoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter gastroenterologi yang berkemampuan memeriksa kondisi usus besar, menggunakan bantuan alat berupa selang fleksibel disertai kamera mikro pada ujungnya yang dimasukkan lewat anus. Pemeriksaan dengan alat ini disebut kolonoskopi. Selain dengan selang fleksibel, terdapat juga endoskopi dengan media kapsul berkamera yang harus ditelan oleh pasien, untuk melihat keseluruhan saluran pencernaan.

Biopsi usus

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengambil sampel jaringan usus untuk diperiksa di laboratorium, guna mengetahui potensi sel ganas (kanker). Tahapan ini umum dilaksanakan setelah  pemeriksaan kolonoskopi, atau saat operasi untuk mengangkat sebagian usus besar.

Disamping pemeriksaan tersebut, untuk memperoleh pengetahuan mengenai seberapa jauh kanker telah menyebar, serta menilai fungsi organ lain dan atau keberhasilan pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan:

  • Rontgen
    Pemeriksaan melalui alat bantu pencitraan khusus ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi usus besar. Agar hasilnya lebih jelas, pasien akan diminta untuk meminum larutan zat warna khusus (kontras) terlebih dulu.
  • CT scan
    CT scandilakukan untuk melihat kondisi usus besar dan jaringan di sekitarnya secara lebih rinci.
  • Tes darah
    Dengan sampel darah dokter memiliki bahan analisa guna menyimpulkan fungsi beberapa organ sebelum kemudian dokter onkologi melakukan pengobatan. Ada kesimpulan yang dapat ditarik dari bahan informasi berupa sel darah, seperti misalnya jumlah sel darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Pemeriksaan CEA juga kerap dilakukan dokter untuk menilai respon dari pengobatan yang diterapkan.

Dokter menganjurkan orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker jenis ini untuk menjalani skrining kanker secara berkala. Tujuannya adalah agar jika muncul kanker, dapat segera ditangani.

Pengobatan

Pengobatan kanker dilakukan sesuai stadium atau tingkat keparahan kanker. Beberapa jenis pengobatan untuk mengatasi kanker jenis ini adalah:

Radioterapi

pengobatan kanker usus

Radioterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi. Pancaran sinar ini terbagi menjadi dua metode, yakni alat di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau dari alat yang dipasang dekat lokasi kanker (radioterapi internal).

Terapi obat bertarget

Pemberian obat ditujukan kepada sel-sel kanker secara spesifik, beda halnya dengan kemoterapi yang melibas pula sel sehat. Terapi semacam ini dapat dilaksanakan secara tunggal atau disinergikan dengan metode lain. Beberapa obat yang digunakan, antara lain:

  • Regorafenib
  • Cetuximab
  • Bevacizumab
  • Ramucirumab

Secara umum, pasien yang menderita kanker dan terdiagnosis sejak stadium awal memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi dibandingkan pasien yang terdiagnosis pada stadium akhir.

Pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari kanker ini masih memiliki risiko untuk menderita kanker kembali. Untuk memastikan bahwa kanker ini tidak muncul kembali, dokter akan menjadwalkan kontrol pasien secara berkala.

Operasi

Operasi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi jaringan kanker pada usus besar. Jenis operasi tergantung tingkat keparahan dan penyebaran kanker. Bagian usus besar yang mengalami kanker dengan sedikit jaringan sehat di sekitarnya akan dipotong dan diangkat. Setelahnya pangkal usus besar akan disambung kembali ke sisa usus besar menuju anus, atau dapat pula disambung langsung ke lubang buatan di dinding perut sebagai tempat keluaran feses. Lubang ini disebut stoma, dan dibuat melalui operasi kolostomi.

Baca juga: Kanker Prostat, Definisi hingga Faktor Risikonya

Selain memotong usus besar, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang sudah digerogoti oleh kanker.

Kemoterapi

Cara ini kerap didengar untuk pengobatan kanker dengan cara pemberian obat-obatan dalam beberapa siklus yang diatur oleh dokter onkologi. Beberapa contoh obat kanker ini adalah oxaliplatin dan irinotecan.

Pencegahan 

Kanker pada bagian pencernaan dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Hal tersebut perlu dilakukan guna memperkecil risiko terkena penyakit. Adapun kiat yang dapat dilakukan seperti :

mencegah kanker usus

  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung serat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol.

Selain itu, agar kanker bisa dideteksi sedini mungkin, pemeriksaan melalui skrining juga perlu dilakukan. Metode pemeriksaan ini sangat dianjurkan, khususnya bagi orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker jenis ini, serta orang berusia 50 tahun ke atas. Semakin awal terdeteksi, kemungkinan kanker r untuk sembuh juga akan semakin besar.

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas tadi, tak ada salahnya untuk melakukan konsultasi ke dokter sebagai upaya pencegahan adanya indikasi penyakit satu ini. Jangan lupa juga meningkatkan perlindungan kesehatan Anda lewat asuransi dari Futuready, ya!

Comments are closed.