Celana Dalam: Kebiasaan dan Dampak Buruk dari Kesalahan Penggunaan

Health

Tidak hanya sekadar menggunakan saja, tetapi ada dampak buruk untuk kesehatan jika Anda salah dalam penggunaan celana dalam.

Menjaga kebersihan dan kesehatan diri itu bagian penting yang harus Anda lakukan. Baik untuk para wanita ataupun pria, menggunakan pakaian dalam merupakan suatu hal wajib yang harus dilakukan setiap hari. Alasannya cukup simpel, yaitu untuk menjaga bagian intim wanita atau pria yang sangat sensitif. Pasalnya bagian tersebut harus dijaga kesehatan dan kebersihannya.

Oleh karena itu, dalam penggunakan pakaian dalam wajib diperhatikan. Meskipun sudah banyak yang mengetahui bahwa pakaian dalam memiliki fungsi yang sangat penting, tetapi hingga saat ini masih banyak kesalahan yang dilakukan dalam pengunaan pakaian dalam, khususnya celana dalam sehingga menyebabkan masalah di bagian inti tersebut. Lalu, apa saja kesalahan yang sering dilakukan dalam penggunaan celana dalam?

Kebiasaan Buruk Penggunaan Celana Dalam

Pakai Celana Dalam Lebih dari Sehari

Siapa yang masih suka malas untuk mengganti celana dalam? Mungkin di antara Anda masih ada yang sering melakukan hal itu. Merasa dirinya tidak banyak melakukan aktivitas dan tidak berkeringat, lalu memutuskan tidak ganti celana dalam lebih dari satu hari. Padahal, kebiasaan itu sangat tidak dibenarkan dan memiliki dampak bahaya bagi kesehatan, lho. Khususnya untuk bagian intim sehingga menjadi lembap, hangat, kotor, dan menjadi tempat terbaik berkembangnya bakteri dan jamur. Coba bayangkan di bagian intim Anda terdapat banyak bakeri dan jamur hanya karena malas mengangganti pakaian dalam.

Memilih Kain Celana Dalam yang Salah

Dalam menentukan bahan untuk pakaian dalam pun harus diperhatikan, lho. Hal ini dikarenakan jika Anda memiliki bahan yang salah, tentu bisa berdampak buruk pada organ intim. Lebih baik hindari memakai celana dalam dengan bahan renda, silk, atau bahan lainnya yang tidak menyerap keringat. Pilih bahan celana dalam dengan kain yang halus, katun, mudah melar, dan bisa menyerap keringat dengan baik. Hal ini dikarenakan pemilihan bahan yang benar bisa membuat organ intim Anda bernapas dengan baik.

Harus Dicuci Rutin

Perlu dicatat bahwa celana dalam harus dicuci setiap kali pemakaian dan sebaiknya tidak dipakai lebih dari sekali karena berisiko menimbulkan infeksi, jamur dan tumbuhnya bakteri-bakteri buruk yang menyebabkan masalah. Jadi, Anda harus rutin mencunci setelah pemakaian.

Memilih Ukuran yang Salah

Selain bahan, memilih ukuran yang salah juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi organ intim Anda. Lebih baik menggunakan pakaian dalam yang kebesaran dibanding yang kekecilan. Hal ini dikarenakan pemakaian celana yang kekecilan bisa membentuk tubuh menjadi jelek dan membuat organ intim sulit bernapas. Lemak perut akan muncul dan membuat perut terlihat buncit. Celana dalam terlalu ketat juga bisa membuat area organ intim terlalu lembap dan mengundang bakteri untuk tumbuh.

Hindari Pakai Pewangi saat Mencuci

Untuk menghilangkan bakteri dan kotoran pada celana, sebaiknya mencuci dengan deterjen saja tanpa merendamnya dengan pewangi. Bahan pewangi bisa mengganggu pH prgan intim dan menyebabkan kulit organ intim Anda terlalu kering dan bahan menyebabkan iritasi.

Dampak Buruk dari Kesalahan Penggunaan Celana Dalam

Setelah membahas mengenai kebiasaan dari penggunaan pakaian dalam, berikut ini dampak buruk dari kebaiasaan tersebut untuk kesehatan.

Menurunnya Jumlah Sperma

Untuk para pria, jika melakukan kebiasaan buruk, misalnya penggunaan celana yang terlalu ketat bisa meningkatkan suhu skrotum atau kantung testis. Jika suhu terlalu tinggi, bisa menghambat produksi sperma. Bukan hanya itu, penggunaan celana terlalu ketat juga bisa meningkatkan suhu sekitar pangkal paha yang bisa menurunkan jumlah sperma.

Menghambat Sirkulasi Darah

Dampak buruk dari kebiasaan di atas juga bisa menghambat sirkulasi darah yang berdampak pada saraf menjadi mati rasa. Akibatnya, jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen melalui aliran darah. Kematian jaringan mungkin saja terjadi. Dampak ini bisa terjadi untuk wanita ataupun pria.

Infeksi Vagina

Terhambatnya sirkulasi darah di daerah intim, juga bisa memicu terjadinya iritasi dan peradangan area vagina bagi wanita. Hal ini juga bisa membuat area organ intim terasa kesemutan.

Asam Lambung Naik

Selain berdampak buruk pada organ intim, siapa sangka kebiasaan buruk dalam penggunaan celana dalam juga berdampak pada sakit perut yang menyebabkan asam lambung naik. Celana yang terlalu ketat dan pemakaian di atas pinggang bisa menekan bagian perut. Kemudian, menyebabkan naiknya asam lambung ke esofagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung.

Infeksi Bakteri

Area organ intim juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar tetap higienis. Jika melakukan kebiasaan buruk di atas dapat menyebabkan sirkulasi udara akan terhambat sehingga area organ intim menjadi lembap, apalagi jika berkeringat. Kelembapan di area organ intim akan memudahkan bakteri untuk berkembang biak. Infeksi akibat bakteri akhirnya tak dapat terhindarkan. Mungkin juga terjadi infeksi jamur.

Masalah pada Kulit

Bagian kulit juga bisa bermasalah jika melakukan kesalahan dalam penggunaan pakaian dalam. Contohnya bahan dari celana dalam terlalu ketat itu bisa menyebabkan gesekan pada kulit yang memicu timbulnya luka. Bisa muncul bintik-bintik merah pada pangkal paha maupun area bokong.

Meksipun terkesan sepele, ternyata ada dampak buruk untuk kesehatan akibat kebiasaan yang salah dari penggunaan celana dalam. Oleh karena itu, mulai saat ini, hilangkan dan tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut sehingga organ itim dan juga organ tubuh lainnya terhidar dari penyakit buruk yang disebabkan dari hal sepele.

Comments are closed.