Mengenal Lebih Luas Seputar Kemoterapi

Health

Kemoterapi masih menjadi pengobatan yang banyak dipilih untuk melawan serta menghancurkan sel kanker jahat yang ada di dalam tubuh.

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan yang dianjurkan untuk melawan kanker. Setiap orang yang didiagnosis kanker, biasanya diarahkan untuk menjalani proses kemoterapi yang hampir semua berasumsi negatif dan merasa khawatir akan rasa yang akan terjadi saat pengobatan. Kemoterapi atau biasa disebut kemo ini dilakukan tidak sembarang. Ada beberapa jenis kemo yang dilakukan dan disesuaikan dengan jenis serta lokasi kankernya, Apakah sudah menyebar ke organ tubuh lain, atau tidak. Selain itu, pertimbangan lain seseorang bisa melakukan pengobatan ini adalah berdasarkan masalah dan riwayat dari kesehatan tersebut. Kemoterapi menjadi pengobatan yang diandalkan untuk membunuh dan menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Meski demikian, metode pengobatan ini juga memiliki efek samping yang tidak sedikit. Pasalnya, cara kerja dari pengobatan ini adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Tergantung kepada jenis kanker dan sudah sampai di stadium berapa. Lalu apa saja efek samping dari kemoterapi?

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Efek Samping Kemoterapi

Ada beberapa efek samping dari pengobatan ini. Mulai dari efek yang kecil hingga perubahan yang cukup siginifikan dari kemo tersebut. Apa saja itu?

  1. Rambut rontok.
  2. Nyeri.
  3. Kehilangan nafsu makan.
  4. Mual dan muntah.
  5. Sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia.
  6. Kulit kering dan terasa perih.
  7. Pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan.
  8. Sering terkena infeksi.
  9. Sulit tidur.
  10. Gangguan psikologis seperti depresi, stres, dan cemas.
  11. Gairah seksual menurun dan gangguan kesuburan (infertiltas).
  12. Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.
  13. Konstipasi atau diare.
  14. Sariawan

Namun, penting untuk diketahui bahwa efek samping kemoterapi tersebut akan segera hilang setelah pengobatan selesai. Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain, misalnya tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Sedapat mungkin hindari diri Anda dari orang-orang yang sakit atau terkena infeksi selama menjalani kemoterapi. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan saat menjalani kemoterapi, sangat dianjurkan untuk segera temui dokter.

Fungsi Kemoterapi

Kemoterapi dijadikan sebagai salah satu pilihan pengobatan untuk penderita kanker pasti ada manfaat penting yang bisa memberikan perlawan terhadap sel kanker jahat. Oleh karena itu, ada pun fungsi atau manfaat dari kemo ini, yaitu sebagai berikut.

Meringankan Gejala

Melalui proses pengobatan kemo dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.

Mengendalikan

Hingga saat ini kemo dipercaya dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.

Menyembuhkan

Kemo dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah kambuh atau berkembangnya sel kanker di dalam tubuh. Selain memiliki manfaat di atas, rupanya pengobatan ini juga dapat mempengaruhi sel sehat yang secara normal membelah diri dengan cepat, misalnya sel pada kulit, usus, serta rambut. Kerusakan pada sel sehat itu yang dapat mengakibatkan efek samping. Namun, hal ini umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi selesai.

Baca juga: Mengenal BPJS PCare dan Fungsinya

Cara Pengobatan Kemoterapi

Pada dasarnya, proses pengobatan ini dilakukan dengan cara memasukkan obat langsung ke dalam darah sehingga bisa mengalir ke seluruh tubuh dan proses mematikan sel kanker kulit bisa dilakukan dengan cepat hungga ke berbagai sudut organ tubuh. Sejauh ini, proses pengobatan kemo masih memiliki dua cara dan pastinya memiliki efek samping yang berbeda. Apa saja cara pengobatannya?

Kemoterapi Melalui Kateter Intravena

Proses pengobatan kemo melalui kateter intravena membuat obat langsung masuk ke dalam pembuluh darah vena. Jadi, proses kemoterapi ini menggunakan tabung (kateter) tipis dan lentur yang dimasukkan ke pembuluh darah vena. Saat memasukkan kateter tersebut, biasanya pasien akan mengalami sedikit rasa sakit akibat jarum yang masuk ke dalam kulit. Meski begitu, sebenarnya rasa sakit yang dirasakan akan hilang dengan cepat. Namun, jika Anda masih khawatir dan cemas akan rasa sakit yang nantinya timbul, dokter mungkin akan meresepkan obat anti nyeri yang dapat digunakan sekitar 20-30 menit. Sebagian besar, orang yang menjalani kemoterapi intravena (IV) melaporkan sedikit rasa sakit atau tidak nyaman. Bukan dunia kedokteran jika tidak melakukan pengembangan yang memberikan kemudahan dan juga kenyamanan untuk para pasiennya. Nah, untuk kasus ini, bagi pasien yang rutin menjalani kemoterapi, kemungkinan besar, dokter akan memberikan port-a-cath atau PICC (Peripherally Inserted Central Catheter) line sebagai jalan masuknya obat langsung ke pembuluh darah. Port-a-cath atau PICC ini dilakukan untuk memberikan kemudahan sehingga pasien tidak lagi harus disuntikkan jarum berkali-kali dan bisa meminimalisir rasa sakit. Biasanya, pengobatan ini akan dilakukan bagi pasien yang memiliki waktu pengobatan yang lama. Jadi dengan cara ini, jarum tidak harus dimasukkan dan dicabut setiap pengobatan. Port-a-caths dipasang lebih permanen dan memerlukan anestesi lokal. Pemasangan akses obat ini mungkin akan menimbulkan sedikit rasa sakit.

Kemoterapi Melalui Infus

Cara kedua proses kemo adalah melalui infus. Proses pengobatan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan sedikit rasa nyeri saat memasuki pembuluh darah Anda, tetapi ini biasanya kecil dan cenderung mereda seiring infus berlangsung. Jika IV line di tangan atau pergelangan tangan Anda, mengeluarkan rasa nyeri saat menggerakan tangan, tidak perlu cemas. Sebab, hal Ini sangat normal dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika selama proses pengobatan Anda merasakan rasa sakit yang parah, segera beritahu perawat atau dokter terkait. Dalam beberapa kasus, letak kanker Anda dapat membuat Anda sulit untuk duduk atau berbaring di satu tempat untuk waktu yang sangat lama, sama halnya dengan Anda yang baru menjalankan suatu tindakan operasi. Jadi, jika hal ini terjadi, dokter Anda dapat menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan sebagai cara meringankan rasa sakit.

Comments are closed.