Kenali Berbagai Jenis dan Gejala Gangguan Kecemasan

Health

Gangguan kecemasan terlihat sepele. Namun, dampak yang ditimbulkan sangatlah besar, bahkan membuat penderitanya tak bisa beraktivitas.

Setiap orang pasti pernah merasa cemas, tak terkecuali Anda, kan? Pada tahap normal, sejatinya rasa cemas tidak akan berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang. Namun faktanya, tak sedikit orang yang merasa cemas berlebih hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa cemas yang dialami oleh orang tersebut bukanlah cemas biasa, melainkan masuk dalam kategori gangguan kecemasan. Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan biasanya mengalami masalah pada psikologisnya. Gangguan kecemasan sendiri wujudnya berbeda-beda pada setiap orang. Namun, sebelum bicara lebih jauh seputar gangguan kecemasan, mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui apa maksud dari gangguan tersebut.

Gangguan kecemasan merupakan istilah umum untuk kecemasan berlebihan yang tidak bisa dikendalikan oleh pengidapnya. Umumnya, orang yang merasa cemas pada tahap normal akan kembali tenang dan tak merasa cemas lagi setelah sesuatu yang ia cemaskan sudah berhasil dilewati. Hal ini berbeda dengan gangguan kecemasan. Para penderita gangguan kecemasan seringkali merasa cemas berlebih pada suatu hal yang orang tersebut tidak ketahui alasannya apa. Hal ini tentu sangatlah mengganggu terutama bagi orang-orang yang memiliki segudang aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Para ahli psikologis menyatakan bahwa gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah yang termasuk dalam gangguan mental atau psikologis.

Baca juga: Dampak Buruk dari Susah Tidur yang Harus Dihilangkan!

Gangguan kecemasan dibagi menjadi lima jenis dan tentunya setiap jenisnya mempunyai masalah yang berbeda. Penasaran apa saja jenis-jenis gangguan kecemasan? Mari kita simak secara saksama di bawah ini!

Jenis-jenis Gangguan Kecemasan

Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Biasa disingkat GAD atau Generalized Anxiety Disorder merupakan jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan kronis serta rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Gejala-gejala ini bisa muncul bahkan ketika Anda sedang tidak menghadapi situasi yang menegangkan sama sekali.

Ini tentu berbeda dengan kecemasan biasa yang muncul misalnya saat Anda mau presentasi di depan orang banyak atau sedang menghadapi wawancara kerja. Orang dengan GAD bisa tiba-tiba sangat cemas ketika tidak ada apa-apa.

Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Anda mungkin sudah pernah dengar soal jenis gangguan kecemasan yang satu ini. Gangguan obsesif kompulsif atau OCD merupakan munculnya pikiran yang membuat seseorang jadi sangat terobsesi akan suatu hal dan akan melakukannya berulang-ulang kali. Hal tersebut biasa disebut kompulsif. Bila tidak dilakukan, orang yang menderita OCD akan merasa sangat cemas tak terkendali.

Contoh tindakan obsesif kompulsif yaitu menata pensil dan alat tulis dalam urutan tertentu (misalnya dari panjang ke pendek). Namun, kalau sudah ditata rapi pun ia akan mengulang-ulang lagi tindakan tersebut tanpa henti. Contoh lainnya yaitu mengecek apakah pintu rumah sudah terkunci. Meskipun ketika meninggalkan rumah Anda sudah mengunci pintu, pikiran obsesif bahwa pintu tadi belum dikunci terus menghantui penderita. Akibatnya, orang tersebut pun kembali lagi ke rumah dan mengecek pintu lagi dan lagi sehingga aktivitasnya menjadi terhambat.

Gangguan Panik

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa menyerang tiba-tiba dan menunjukkan gejala-gejala fisik yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung. Tanda munculnya gangguan kecemasan satu ini antara lain rasa takut yang benar-benar intens, nyeri dada, detak jantung tidak teratur (palpitasi), napas memburu, pusing, dan sakit perut.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD atau gangguan stres pascatrauma umumnya terjadi setelah seseorang mengalami kejadian yang mengerikan, mengancam nyawa, membahayakan keselamatan, dan kejadian ekstrem lainnya. Tak heran kalau jenis gangguan kecemasan ini sering sekali ditemui pada veteran perang, tentara, korban kekerasan, korban bencana alam, atau korban kecelakaan.

Baca juga: Sakit Kepala: Apa Saja Jenis dan Penyebabnya?

Orang dengan PTSD terus menerus mengalami kilas balik atau flashback soal kejadian yang membuatnya trauma. Terutama saat ada pemicu yang mirip dengan kejadian traumatis yang dialaminya, misalnya seorang korban gempa bumi mungkin akan mengalami kecemasan dan ketakutan yang berlebihan ketika merasakan guncangan sedikit saja meskipun penyebabnya bukanlah karena gempa.

Fobia Sosial (Gangguan Kecemasan Sosial)

Gugup ketika bertemu orang lain terutama orang asing atau orang yang cukup penting itu wajar saja. Namun, bila selalu merasa gugup dan takut berada di lingkungan baru hingga berkeringat dan merasa mual, Orang tersebut mungkin mengalami kecemasan sosial. Gangguan kecemasan satu ini hadir karena kekhawatiran bahwa perilaku Anda akan mempermalukan diri sendiri, menyinggung perasaan orang lain, atau kehadirannya ditolak. Kondisi ini tentu akan membuat orang tersebut kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Namun, fobia lainnya juga bisa masuk dalam jenis gangguan kecemasan. Misalnya agorafobia, yaitu ketakutan akan tempat-tempat yang ramai dan terbuka. Ini karena orang yang punya fobia juga menunjukkan gejala kecemasan berlebihan.

Baca juga: Macam-macam Phobia yang Banyak Diderita Orang di Dunia

Gejala Umum Gangguan Kecemasan

Setiap gangguan kecemasan memiliki gejala yang berbeda. Namun, secara garis besar, semua gangguan kecemasan di atas memiliki gejala yang sama. Berikut ini adalah gejala gangguan kecemasan yang umum terjadi:

  1. Mudah lelah.
  2. Selalu merasa gelisah.
  3. Mudah marah.
  4. Sulit berkonsentrasi atau mengosongkan pikiran.
  5. Otot terasa tegang.
  6. Gangguan tidur.
  7. Sulit mengendalikan rasa cemas.
  8. Mudah Merasa sakit hati atau “berada di ujung tanduk”.
  9. Merasa kesulitan, panik, atau takut.
  10. Tidak bisa tenang atau tetap diam.
  11. Jantung berdebar-debar.
  12. Tangan dan kaki terasa dingin, berkeringat, mati rasa, atau kesemutan.
  13. Sesak napas.
  14. Merasa pusing.
  15. Mulut kering.
  16. Mual.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, tak ada salahnya untuk mengunjungi psikiater untuk mengetahui apakah Anda terkena gangguan kecemasan atau tidak. Kalaupun iya, Anda dapat mengantisipasinya sebelum semakin parah.

Comments are closed.