Kenali Gejala-Gelaja Disleksia Pada Anak

Health

Sebagian orangtua mungkin penyakit disleksia terdengar asing di telinga. Namun, sebagai orangtua Anda perlu mencari tahu tentang penyakit ini sebab bisa membahayakan tumbuh kembang anak Anda.

Disleksia adalah penyakit yang dapat mengganggu proses belajar pada anak, di mana mereka mengalami kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Nantinya, penderita disleksia ini akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, baik itu untuk perubahan menjadi bentuk huruf, kalimat, dan sebaliknya.

Pada umumnya, penyakit ini sering menyerang anak-anak yang dapat mempengaruh tingkat kecerdasannya. Penyebab dari disleksia masih belum diketahui lebih jelas, tetapi banyak pakar yang menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan faktor gen dan keturunan dari orang terdahulunya. Di mana gen-gen yang diturunkan tersebut dapat berpengaruh terhadap bagian otak yang berfungsi untuk pengaturan bahasa. Selain itu, gangguan yang dialami setelah lahir, seperti cedera otak, stroke, atau trauma pun bisa menjadi penyebab penyakit disleksia pada anak.

Penyakit disleksia sangatlah berbahaya karena kondisinya akan diderita seumur hidup. Meskipun begitu sebagian besar anak yang menderita penyakit ini masih memiliki kemampuan belajar yang tinggi bahkan bisa lulus dengan nilai yang baik di sekolah, tetapi dengan bantuan program belajar khusus. Nah, agar Anda bisa melakukan pencegahan dini, yuk kenali gejala-gejalanya!

[quads id=3]

Gejala-gejala Disleksia Pada Anak

Kesulitan Belajar Membaca

Salah satu gejala disleksia pada anak adalah sulitnya mereka belajar membaca. Meskipun anak penderita disleksia memiliki kecerdasan yang normal, tetapi mereka harus berusaha keras untuk belajar membaca. Contohnya, menghapalkan jenis-jenis huruf, mengucapkan kata atau kalimat yang tertulis, dan sejenisnya. Namun, semua itu masih bisa diatasi asalkan Anda selalu mendampingi dan memberikan dukungan moral ketika anak sedang belajar membaca.

Sulit Berbicara

Selain sulitnya belajar membaca, anak yang menderita penyakit disleksia pun memiliki kesulitan dalam berbicara. Mereka sering kali sulit bahkan salah mengucapkan kata-kata. Meksipun mereka sudah belajar mengenal huruf sebelumnya, tetapi kemungkinan besar mereka akan lupa sehingga kata atau kalimat yang diucap berbeda dengan yang ada ditulisan.

Sulit Berkonsentrasi

Gejala disleksia pada anak berikutnya adalah sulitnya mereka untuk konsentrasi terhadap apa yang sedang dilakukan. Sebenarnya, kondisi inilah yang menghambat mereka untuk belajar. Contohnya, mereka sulit mengikuti proses belajar dan memahami sesuatu hal yang baru. Bukan hanya itu, mereka juga menjadi sulit untuk berkoordinasi dengan temannya saat beraktivitas.

[quads id=7]

Mudah Sakit

Penyakit disleksia pada anak ini juga akan menyerang sistem imum yang menyebabkan mereka mudah sekali sakit, seperti demam, alergi, asma, atau eksim.

Itulah gejala-gejala yang akan dialami oleh penderita penyakit disleksia. Nah, jika selama ini anak Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya segara periksakan ke dokter agar dapat ditindaklanjuti dan mendapatkan perawatan.

Comments are closed.