Kenali Lebih Lanjut Penyakit Bronkitis Sebelum Semakin Parah

Health

Bronkitis adalah salah satu penyakit yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, jika dibiarkan akan berakibat fatal untuk kesehatan Anda.

Jika Anda sedang mengalami batuk-batuk dalam kurung waktu yang sudah lama, jangan dibiarkan begitu saja. Sebab, batuk-batuk tersebut bisa saja menjadi salah satu gejala penyakit kritis yang harus segera diobati, sebut saja bronkitis. Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran udara atau saluran bronkus.

Bronkus merupakan saluran yang terhubung dengan paru-paru kanan dan kiri. Bagian saluran pernapasan ini berbentuk cabang sehingga disebut juga dengan cabang tenggorok. Penyakit ini bisa terjadi ketika saluran udara Anda meradang atau terinfeksi, sehingga udara keluar masuk dari paru-paru menjadi berkurang. Saat peradangan terjadi, akan tercipta pula lendir atau dahak tebal sehingga membuat Anda terbatuk karena berusaha mengeluarkannya.

Bronkitis memiliki dua jenis, yaitu bronkitis akut dan kronis. Meskipun sama-sama peradangan pada saluran udara, tetapi terdapat perbedaan yang mendasar dari keduanya, berikut ini ulasannya.

Baca juga: 4 Jenis Batuk yang Perlu Anda Ketahui!

Definisi dan Jenis Penyakit Bronkitis

Terdapat dua jenis penyakit bronkitis, yaitu bronkitis kronis dan bronkitis akut. Perbedaan dari keduanya ditentukan berdasarkan durasi gejala yang muncul.

Bronkitis Akut

Penyakit bronkitis yang paling umum terjadi karena disebabkan oleh pilek atau infeksi pada pernapasan. Penderita biasanya akan pulih dalam waktu beberapa hari, namun batuknya dapat berlangsung hingga lebih dari beberapa minggu. Untuk jenis ini biasanya akan pulih dengan sendirinya tanpa dampak yang berlangsung lama.

Bronkitis Kronis

Keadaan batuk yang terjadi setiap hari dan menghasilkan dahak yang berlangsung selama minimal tiga bulan, hingga dua tahun berturut-turut. Penyakit ini juga menjadi risiko penyebab penyakit gangguan paru-paru obstruktif kronis (PPOK).

Gejala Penyakit Bronkitis

Jika Anda sedang mengalami gejala-gejala di bawah ini, patut waspada ya karena bisa saja Anda menderita penyakit Bronkitis.

  1. Batuk yang terjadi selama beberapa minggu setelah infeksi hilang.
  2. Adanya dahak yang berwarna putih, abu-abu, atau kuning kehijauan.
  3. Napas yang pendek terutama pada saat mengeluarkan tenaga.
  4. Bengek atau napas pendek.
  5. Demam dan menggigil.
  6. Dada terasa tidak enak.

Jika gejala yang muncul semakin parah dan Anda mengalami demam dan menggigil, hal ini dapat menyebabkan pneumonia. Anda harus segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini Gejala dan Penyebab Radang Tenggorokan

Penyebab Seseorang Terkena Penyakit Bronkitis

Untuk penyebab dari kedua jenis tersebut, sebenarnya hampir sama, tetapi ada beberapa perbedaan yang akan dijelaskan lebih lengkap lagi berikut ini.

Penyebab Bronkitis Akut

Bronkitis akut disebabkan oleh virus yang sama dengan yang menyebabkan flu atau pilek. Kasus lainnya dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri, bahan kimia, debu, atau zat polutan lainnya yang menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Para perokok dan penderita penyakit pernapasan seperti bronkitis kronis, asma atau fibrosis kistik memiliki potensi yang lebih tinggi terkena bronkitis akut.

Penyebab Bronkitis Kronis

National Institutes of Health (NIH) mengonfirmasi bahwa asap rokok adalah penyebab paling umum dari bronkitis kronis. Bahkan, 90 persen orang yang menderita penyakit ini memiliki riwayat merokok seperti dilansir oleh Johns Hopkins Medicine. Selain asap rokok, paparan jangka panjang lainnya terhadap polusi udara, asap industri atau kimia, gas beracun, dan debu juga turut berperan dalam penyakit bronkitis kronis yang diidap seseorang. Belum lagi infeksi berulang yang dapat merusak paru-paru dan memperburuk gejala.

Baca juga: Cari Tahu Seputar Sinusitis, Gejala, dan Cara Pengobatannya!

Kapan Harus ke Dokter?

Bronkitis bukan penyakit yang biasa, jadi harus segara mendapatkan penanganan dokter lebih lanjut agar segera sembuh. Sebab, jika Anda terlambat mendapatkan pengobatan tepat waktu untuk penyakit bronkitis khususnya yang kronis bisa membuat Anda berisiko mengalami cedera paru serius, termasuk masalah pernapasan atau gagal jantung. Mungkin, sampai saat ini Anda masih bertanya-tanya, kira-kira kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter? Harus segera mungkin karena ika kondisi ini bisa diketahui sejak awal, kerusakan paru-paru yang terjadi tentu dapat diminimalisir. Berikut ini waktu yang tepat untuk Anda pergi ke dokter:

  1. Bertahan lebih dari tiga minggu.
  2. Membuat Anda tidak bisa tidur.
  3. Disertai dengan demam tinggi (di atas 38 °C).
  4. Menghasilkan dahak berwarna atau darah.
  5. Menyebabkan mengi atau sesak napas.

Anda yang memeriksakan penyakit ini ke dokter pasti akan melakukan beberapa rangkaian pengecekan untuk memastikan peyakit tersebut memang ada di dalam tubuh Anda. Berikut cara untuk mengidentifikasi penyakit ini:

Rontgen Dada

Rontgen dada merupakan cara pertama yang pasti akan dilakukan karena hasil ini bisa membantu dokter  menegakkan diagnosis mengenai ada tidaknya masalah lain yang mungkin menjadi penyebab batuknya Anda, seperti pneumonia.

Pemeriksaan Dahak

Selanjutnya, akan diadakan pemeriksaan dahak. Tes dan analisis pada dahak ini dapat menjelaskan keberadaan bakteri yang menjadi penyebab batuk Anda. Pemeriksaan dahak dapat menentukan apakah Anda menderita batuk rejan atau kondisi lain yang masih bisa diobati dengan antibiotik.

Tes Fungsi Paru

Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi paru dan tanda-tanda asma atau emfisema. Tes ini dilakukan dengan mengukur aliran udara dan volume udara di paru-paru.

High-resolution Computed Tomography (HRCT)

Metode ini merupakan CT scan khusus yang memungkinkan dokter mendapatkan gambaran paru-paru Anda dalam resolusi tinggi untuk membantu diagnosis. Secara umum, metode HRCT tidak memiliki perbedaan dengan CT Scan biasa.

Meski tetap membutuhkan pengobatan dari dokter, gejala penyakit ini sebenarnya bisa diringankan dengan melakukan perubahan gaya hidup. Menjalani gaya hidup yang lebih sehat dapat secara efektif membantu mengatasi penyakit ini dan mengoptimalkan pengobatan, serta meningkatkan kualitas hidup Anda.

Comments are closed.