Kondisi Koma Dapat Disebabkan Oleh Hal Ini

Koma adalah keadaan darurat medis yang dijamin oleh beberapa asuransi kesehatan penyakit kritis.

Health

Koma adalah kondisi tidak sadar yang berkepanjangan. Seseorang yang berada dalam keadaan koma terlihat seperti sedang tidur dan masih hidup, tetapi tidak dapat bergerak sesuka hati, berpikir, berbicara, atau menanggapi lingkungannya. Meski begitu, fungsi penting tubuh seperti pernapasan dan sirkulasi darah tetap berjalan.

Dokter perlu bekerja cepat untuk mempertahankan hidup dan fungsi otak serta menjaga pasien tetap sehat selama dalam kondisi koma. Keadaan koma biasanya tidak berlangsung lebih dari empat minggu, dan pemulihan terjadi secara bertahap. Namun, beberapa pasien bisa berada dalam koma selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Inilah pentingnya asuransi kesehatan untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan.

Koma adalah keadaan darurat medis dan memerlukan penanganan yang tepat. Tanda-tanda koma meliputi mata tertutup, tidak bisa merespon, bernapas tidak teratur, tidak ada respon dari anggota badan, tidak ada respon terhadap rasa sakit, dan pupil mata tidak merespon cahaya.

Koma terjadi ketika bagian dari otak rusak untuk sementara atau permanen sehingga menyebabkan ketidaksadaran, ketidakmampuan untuk bangun, dan tidak dapat merespon terhadap rangsangan, seperti nyeri, suara, dan cahaya. Ada beberapa hal yang membuat seseorang berada dalam kondisi koma, seperti diulas Neil Lava, MD pada situs www.webmd.com (20/09/2014):

  1. Perdarahan di kepala Perdarahan pada lapisan otak dapat menyebabkan koma karena pembengkakan dan tekanan pada sisi otak yang cedera. Tekanan ini menyebabkan otak bergeser, kerusakan pada batang otak, dan rusaknya RAS (Reticular Activating System, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk gairah dan kesadaran). Tekanan darah tinggi, aneurisma otak (tonjolan dalam pembuluh darah di otak), dan tumor merupakan penyebab perdarahan di otak.
  2. Stroke Koma dapat terjadi ketika tidak ada aliran darah ke bagian utama batang otak atau kehilangan darah disertai dengan pembengkakan.
  3. Tumor Tumor di otak atau batang otak dapat menyebabkan kondisi koma bagi penderita.
  4. Toksin Zat yang biasanya ditemukan di dalam tubuh dapat terakumulasi menjadi racun jika tubuh gagal membuangnya dengan benar, contohnya zat amonia karena penyakit hati, karbon dioksida akibat serangan asma yang parah, atau urea karena gagal ginjal. Obat-obatan dan alkohol dalam jumlah besar juga dapat mengganggu fungsi sel saraf di otak.
  5. Gula darah Pada penderita diabetes, koma dapat terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi (hiperglikemia) atau jika gula darah terlalu rendah (hipoglikemia). Jenis koma ini biasanya dapat diatasi setelah gula darah diperbaiki.

Beberapa orang yang sembuh dari koma mungkin memiliki cacat besar atau kecil. Komplikasi bisa terjadi selama koma, contohnya infeksi kandung kemih. Asuransi kesehatan dapat membantu keluarga dan pasien ketika koma.

Bagikan artikel ini di fitur jejaring sosial di bawah ini!

 

Leave a Reply