Manfaat Donor Darah yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Health

Donor darah merupakan perbuatan yang mulia. Tapi, tak hanya bermanfaat bagi ornag lain, donor darah juga memiliki banyak manfaat bagi pendonornya.

Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Darah berperan penting dalam tubuh, yaitu membawa oksigen serta mengatur metabolisme tubuh. Sayangnya, tak semua orang memiliki darah yang cukup.

Faktanya, banyak orang yang membutuhkan darah, karena satu dan lain hal. Hal inilah yang membuat hadirnya program donor darah. Keputusan Anda untuk menyumbangkan darah melalui donor darah dapat menyelamatkan satu kehidupan, atau bahkan beberapa nyawa sekaligus. Namun, tidak hanya menguntungkan bagi penerima darah, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonornya. Simak berbagai manfaat donor darah di bawah ini!

Baca juga: Gejala dan Fase Demam Berdarah yang Perlu Anda Ketahui

Manfaat Donor Darah

Data WHO menunjukkan bahwa kebutuhan darah di Indonesia per tahun mencapai sekitar 5,1 juta kantong darah, sementara yang terpenuhi hanya sekitar 4,2 juta kantong darah.

Angka yang kurang dari target ini mengakibatkan banyak rumah sakit masih sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan transfusi darah. Kurangnya ketersediaan darah diperkirakan merupakan akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Padahal, manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima donor saja, melainkan juga pendonor.

Berikut Beberapa Manfaat Donor Darah yang Harus Anda Ketahui!

Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Donor darah secara teratur diketahui dapat menurunkan kekentalan darah. Kekentalan darah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Semakin kental darah yang mengalir dalam tubuh, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah. Gesekan yang terjadi pada pembuluh darah ini dapat merusak sel-sel dinding pembuluh darah yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah.

Baca juga: Berikut Informasi Lengkap Seputar Pembuluh Darah

Sebuah penelitian menunjukkan manfaat donor darah terhadap penyakit jantung. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang rutin melakukan donor darah memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung 88 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukan donor darah.

Selain itu, manfaat donor darah juga dapat membantu membuang kelebihan zat besi yang terdapat dalam tubuh. Zat besi yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan oksidasi kolesterol. Hasil dari proses oksidasi tersebut dapat menumpuk pada dinding arteri dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Melalui donor darah, kadar zat besi dalam tubuh dapat menjadi lebih stabil dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Menurunkan Risiko Kanker

Berkurangnya zat besi yang berlebih dalam tubuh Anda saat melakukan donor darah juga dapat mengurangi risiko terkena kanker. Sebaliknya, kadar zat besi dalam darah yang terlalu berlebihan dianggap sebagai salah satu penyebab meningkatnya radikal bebas dalam tubuh yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker dan penuaan.

Sebuah penelitian yang melibatkan dua kelompok dengan total 1.200 orang memperlihatkan manfaat donor darah terhadap risiko kanker. Pada kelompok yang melakukan donor darah dua kali dalam satu tahun diketahui memiliki kadar besi dalam darah yang lebih stabil dan risiko kanker yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan donor darah.

Baca juga: Jarang Donor Darah? Ketahui Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Anda!

Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat donor darah lainnya adalah membantu menurunkan berat badan. Hal ini karena rata-rata orang dewasa dapat membakar 650 kalori saat memberikan 450 ml darahnya.

Pendonor yang secara rutin menyumbangkan darahnya dapat mengalami penurunan berat badan yang berarti. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa donor darah tidak dapat dijadikan sebagai pilihan program penurunan berat badan.

Anda tetap harus menerapkan pola hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan olahraga secara teratur supaya dapat mencapai berat badan yang ideal.

Mendeteksi Penyakit Serius

Setiap kali akan mendonorkan darah, Anda akan menjalani pemeriksaan dasar rutin seperti pemeriksaan berat badan, suhu, nadi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sipilis, dan malaria. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui transfusi.

Manfaat donor darah tidak hanya itu saja. Bagi pendonor, pemeriksaan ini tentu saja berguna untuk mendeteksi penyakit-penyakit tertentu secara dini. Jadi selain membantu orang lain yang membutuhkan darah, Anda juga dapat mendapatkan cek kesehatan secara cuma-cuma.

Membuat Lebih Sehat Secara Psikologis

Sebuah penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan darahnya dengan tujuan menolong orang lain memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang melakukan donor darah untuk kepentingan sendiri atau bahkan tidak mendonorkan darahnya sama sekali.

Selain itu, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.

Tidak Semua Orang Bisa Donor Darah

Meski dibutuhkan banyak orang, nyatanya donor darah tidak bisa dilakukan pada semua orang. Terdapat beberapa orang yang masuk dalam daftar tidak boleh donor darah. Siapa sajakah yang termasuk dalam daftar tidak boleh donor darah? Berikut penjelasannya!

Sedang Demam atau Flu

Meski bukan suatu penyakit yang parah, demam dan flu bisa membuat tubuh Anda menjadi tidak bugar dan segar. Jadi sebelum donor darah, pastikan kondisi tubuh Anda dalam keadaan fit. Jika Anda merasakan tidak enak badan, sebaiknya pulihkan dahulu kondisi Anda.

Berat Badan Kurang dari 50 kg

Jumlah darah seseorang sesuai dengan proporsi berat badan dan tinggi badannya. Orang dengan berat badan terlalu rendah dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit.

Jika dipaksakan, dikhawatirkan tidak dapat menoleransi pengambilan darah sejumlah yang dibutuhkan dalam proses transfusi. Oleh sebab itu, biasanya sebelum melakukan donor darah, petugas akan menimbang berat badan Anda terlebih dahulu.

Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Bila tekanan darah Anda lebih dari 180/100 mmHg, maka Anda tidak boleh melakukan donor darah. Jika tetap melakukannya, maka hanya akan membahayakan kondisi Anda.

Terkena Infeksi Menular Seksual

Apabila Anda sedang terinfeksi penyakit menular seksual seperti sifilis atau gonore dalam 12 bulan terakhir. Anda harus menunggu 12 bulan setelah pengobatan Anda benar-benar selesai untuk dapat mendonorkan darah.

Jika Anda dalam kondisi sehat, tak ada salahnya untuk mendonorkan darah Anda. Sedikit darah dari Anda dan kita semua tentu berarti besar bagi mereka.

Comments are closed.