Mengenal Lebih Dalam Seputar Penyakit Ambeien

Health

Penyakit ambeien umumnya membuat seseorang atau penderitanya sulit duduk dan beraktivitas. Lebih jauh lagi, penyakit ini dapat menjadi lebih serius.

Setiap penyakit pastinya akan mengganggu aktivitas, baik yang ringan terlebih yang berat. Sebab, saat terkena penyakit, banyak sekali faktor yang membuat produktivitas menurun, mulai dari kondisi tubuh yang melemah hingga yang sulit beraktivitas seperti biasanya. Salah satu penyakit yang cukup mengganggu dan terbilang serius tak lain adalah penyakit ambeien.

Penyakit ini merupakan pelebaran vena di dalam pleksus hemorroidalis yang merupakan keadaan patologik. Hemorrhoid merupakan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar.

Penderita penyakit satu ini akan sangat sulit duduk dengan posisi normal karena rasa sakit sangatlah menyengat di bagian belakang atau bokong. Mari kita bahas lebih dalam seputar penyakit ini!

Baca juga: Cuka Apel, Minuman Penuh Khasiat untuk Tubuh

Penyebab Penyakit Ambeien

Penyakit yang biasa disebut wasir ini terjadi karena adanya pelebaran pleksus haemorroidalis di anus. Pelebaran ini timbul akibat peningkatan tekanan pembuluh darah vena saat mengedan keras (konstipasi) atau perubahan haemodinamik yang kronis (selama proses kehamilan). Pembesaran pleksus biasa ditemukan pada posisi jam-jam tertentu pada pemeriksaan fisik (colok dubur).

Selain itu, ada banyak faktor lainnya penyebab penyakit satu ini, seperti:

  1. Pola diet yang rendah serat yang disebabkan kurangnya konsumsi makanan seperti buah dan sayur.
  2. Menderita diare kronis atau diare lama yang tidak kunjung sembuh.
  3. Penekanan aliran balik darah vena, seperti pada kanker rektum dan peradangan di sekitar anus.
  4. Adanya peningkatan tekanan intra-abdoment yang terjadi pada wanita hamil.
  5. Faktor keturunan yang menyebabkan dinding pembuluh darah sekitar anus tipis dan lemah.
  6. Jarang berolahraga.
  7. Faktor usia yang lanjut dapat juga menyebabkan degenerasi (penurunan fungsi) dari otot sfingter anus, sehingga menjadi tipis dan atonis.
  8. Aktivitas fisik pasif seperti duduk dan berdiri yang terlalu lama.
  9. Sering mengangkat beban yang berat.
  10. Berhubungan seks anal. Hal ini dapat menyebabkan wasir baru atau memperburuk yang sudah ada.

Baca juga: Penyakit Memar Pada Kulit, Gejala, Tanda dan Obat

Ciri dan Gejala Penyakit Ambeien

Penyakit yang menyerang bagian dalam bokong ini memiliki gejala awal yang dapat dirasakan langsung oleh para penderitanya. Berikut adalah ciri dan gejalanya:

  1. Rasa mengganjal pada saat hendak buang air besar. Ada juga perasaan seperti tertahan, sehingga menyebabkan kita untuk mengejan lebih kuat yang di mana tindakan ini justru malah dapat memperparah penyakit tersebut.
  2. Rasa tidak nyaman di anus (pruritus ani).
  3. Prolaps yaitu keluarnya bagian ambeien dari lubang dubur. Kondisi ini terjadi terutama pada penderita yang sudah lama dan tidak ditangani, biasanya pada wasir stadium II-IV.
  4. Anemia sekunder, keadaaan ini mungkin bisa terjadi pada ambeien yang kronis.
  5. Infeksi atau peradangan di daerah sekitar dubur. Terjadi karena luka pada pembuluh darah di daerah sekitar anus dapat memudahkan kuman masuk ke dalam tubuh dengan cepat.

Jenis-Jenis Penyakit Ambeien

Penyakit satu ini sejatinya dibagi menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Setiap jenis memiliki kondisi fisik yang berbeda tentunya.

Internal

Jenis penyakit ambien satu ini merupakan pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit, karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar.

Permasalahan ini dapat menjadi lebih kompleks apabila benjolannya membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan, sehingga perlu penangganan yang lebih lanjut oleh dokter.

Eksternal

Ambeien eksternal adalah penyakit yang terjadi pada anus dan biasanya menimbulkan rasa sakit, perih dan terkadang gatal di sekitar dubur. Penyakit ini dapat terdorong keluar oleh feses dan persisten, namun dapat pula masuk kembali dengan bantuan dorongan dari jari.

Baca juga: Celana Dalam: Kebiasaan dan Dampak Buruk dari Kesalahan Penggunaan

Tingkatan Penyakit Ambeien

Seperti halnya kanker, penyakit wasir juga memiliki tingkatan. Setiap tingkatan menunjukkan tingkat keparahan yang berbeda. Adapun tingkatan penyakit ini yaitu:

Stadium I

Benjolan wasir terdapat di bagian dalam, dapat disertai nyeri dan darah, namun tidak prolaps (keluar).

Stadium II

Benjolan wasir kadang prolaps (keluar) dari anus dan dapat teraba, namun benjolan tersebut dapat masuk kembali dengan sendirinya.

Stadium III

Benjolan wasir yang keluar dapat masuk kembali ke dalam dubur dengan bantuan dorongan dari jari.

Stadium IV

Benjolan wasir yang keluar tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam dubur meski sudah dibantu dengan dorongan jari dan biasa cenderung sakit sekali.

Cara Mudah Mengobati Penyakit Ambeien

Penyakit satu ini sejatinya dapat disembuhkan tanpa perlu melalui operasi. Namun, hal ini hanya dapat dilakukan jika tingkatannya masih dalam tahap awal, yakni stadium 1 dan 2. Berikut adalah cara mengobati penyakit ini yang dapat dilakukan dari rumah:

  1. Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
  2. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya serat seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan untuk memperlancar BAB.
  3. Perbanyak minum air putih minimal delapan gelas perhari (± 2 liter) untuk membantu mencegah terjadinya konstipasi atau sembelit.
  4. Hindari aktivitas fisik pasif, seperti duduk atau berdiri yang terlalu lama.
  5. Jangan sering menunda-nunda BAB.
  6. Tidur cukup.
  7. Rutin berolahraga.
  8. Hindari akitivitas seks anal.

Penyakit ambeien terdengar sepele. Tapi, jika sudah terkena penyakit ini, tentu banyak hal yang tidak dapat dilakukan seperti biasanya karena rasa sakit yang ditimbulkan cukup terasa. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit satu ini.

Comments are closed.