Mengenal Penyakit Jantung, Si Silent Killer

Health

Penyakit jantung menyerang secara tiba-tiba. Yuk, kenali Si Silent Killer ini lebih dalam!

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang saat ini. Apalagi yang sering terjadi, risiko kasus serangan jantung ini membuat penderitanya meninggal mendadak. Ya, itulah realitasnya.

Penyakit Jantung: Peringkat Kedua Penyebab Kematian Terbanyak

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan pada 2014, serangan jantung berada di peringkat kedua penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini merenggut hingga 370.000 jiwa setiap tahunnya.

Serangan jantung merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan gejala akibat penyempitan pembuluh darah koroner jantung (penyakit jantung koroner). Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerosis di pembuluh darah jantung (pembuluh arteri).

Plak aterosklerosis merupakan substansi yang berasal dari tumpukan lemak, kolesterol, sel darah, dan faktor pembekuan yang pada akhirnya mempersempit dinding pembuluh darah jantung.

Plak umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menumpuk, dan berujung pada pengerasan maupun robekan pada permukaan plak. Kedua proses ini dapat berakibat mengurangi asupan oksigen ke otot jantung, hingga akhirnya menyebabkan gejala klasik serangan jantung yaitu nyeri dada (angina).

Meskipun serangan jantung belum terjadi, proses penumpukan plak tersebut bisa saja telah berlangsung dalam waktu lama. Dalam kondisi tersebut, penderita bisa saja merasa sehat dan bugar serta tidak memiliki keluhan kesehatan. Namun, ketika muncul pemicu yang berat, serangan jantung bisa terjadi secara mendadak. Faktor-faktor pemicunya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah aktivitas fisik berat, cuaca, polusi udara, kopi, alkohol, dan stres emosional.

MILIKI INI DAN LINDUNGI DIRI DARI PENYAKIT JANTUNG:

Penyakit Jantung

Bukan tidak mungkin serangan jantung yang terjadi pertama kali bersifat sangat berat. Bila dibarengi dengan tidak memadainya penanganan, kematian dapat langsung terjadi pada kemunculan gejala serangan jantung pertama.

Gejala serangan jantung itu sendiri memang akrab dihubungkan dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Namun jangan salah, kembung disertai mual dan muntah juga dapat menjadi keluhannya.

Penyakit Jantung, Ini Faktor Risikonya

Bila gejalanya tidak umum seperti ini, maka tak heran bila pertolongan pertama yang tepat terlambat diberikan. Berikut adalah faktor risiko penyakit jantung koroner (serangan jantung):

  • Memiliki kadar kolesterol darah yang tidak normal (LDL tinggi, HDL rendah).
  • Merokok.
  • Penyakit diabetes mellitus.
  • Obesitas.
  • Penyakit darah tinggi.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Keturunan keluarga dengan penyakit jantung koroner.

Deteksi dini adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan menghindari diri Anda dari serangan jantung. Kenali segera faktor risikonya, dan perbaiki kondisi maupun gaya hidup yang meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung sekarang juga! Tentunya juga, Anda bisa memiliki asuransi kesehatan terbaik untuk melindungi masa depan Anda dan keluarga tercinta.

Salam sehat,

dr. Atika

Leave a Reply