Langkah Jitu Menghadapi New Normal di Indonesia

Asuransi KesehatanFeaturedHealth

New normal memaksa kita untuk beradaptasi dengan pola hidup yang berbeda dari sebelumnya dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudahnya.

Sejak pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, pola kehidupan masyarakat terpaksa berubah. Mobilitas yang tadinya begitu padat menjadi tidak aktif dengan adanya anjuran pembatasan sosial dan larangan berkerumun. Keadaan ini akan terus terjadi hingga vaksin COVID-19 ditemukan.

Pola hidup yang serba baru ini memunculkan istilah new normal. Istilah ini sebenarnya tidak asing dikalangan masyarakat dunia. Sebab sebutan new normal tersebut sudah ada sejak resesi ekonomi yang melanda dunia di rentang 2007-2008. Kondisi perekonomian yang kini lesu dinilai sangat mirip dengan resese ekonomi kala itu yang memaksa masyarakat menjalani new normal.

Baca juga: Sudah Terapkan Cara untuk Cegah Virus Corona?

Menerapkan gaya hidup sehat adalah satu satu normal baru yang akan kita jalani. Selain itu kesehatan menjadi faktor utama dalam setiap lini kehidupan. Membekali diri dengan asuransi kesehatan amat penting agar Anda bisa terus memantau kondisi kesehatan secara berkala. Sebab proteksi kesehatan ini memberikan manfaat pemeriksaan berupa rawat jalan, rawat inap, dan manfaat lainnya.

Apa itu New Normal?

Apa itu New Normal

New normal adalah kondisi dimana masyarakat dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan pola kehidupan normal baru yang meliputi pekerjaan, kebiasaan, dan juga interaks kita dengan individu lain. Kita mungkin harus menjalani fase normal baru ini untuk waktu yang sangat lama.

Pada kasus COVID-19 ini, new normal berarti masyarakat tetap menjalankan aktivitas harian mereka, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menerapkan gaya hidup sehat dan bersih, menjaga jarak dan mengurangi aktifitas keluar rumah atau bepergian. Semua ini akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Langkah Jitu Menghadapi New Normal

New normal memaksa kita untuk beradaptasi dengan pola kehidupan serba baru. Tentu bagi sebagian besar orang hal ini akan menyebabkan “shock”, bahkan tidak sedikit yang akhirnya menyerah sehingga memperbesar kemungkinan terjangkit virus COVID-19.

Kondisi normal baru ini membuat banyak lini kehidupan berubah, terutama dalam hal industri alias pekerjaan. Coba terapkan berbagai langkah ini agar Anda dapat bertahan dan beradaptasi dengan new normal.

Biasanya Diri Hidup dengan Protokol Kesehatan

Langkah Jitu Menghadapi New Normal

Menggunakan masker dan hand sanitizer akan menjadi kebiasaan baru kita, bukan hanya untuk mereka yang tinggal di perkotaan, tapi juga di pelosok desa. Anda harus mulai membiasakan diri untuk mengenakan masker kemana pun, bahkan ketika hanya pergi ke toko kelontong. Anda bisa mengenakan masker kain jika kurang nyaman dengan masker kesehatan.

Biasakan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Menghadapi COVID-19 yang juga belum ditemukan vaksinnya, satu-satunya cara yang bisa kita pilih untuk memutus rantai penyebaran adalah menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat. Olahraga minimal 30 menit setiap hari selain dapat meningkatkan stamina juga terbukti bisa mereduksi stres.

Selain olahraga perbanyakanlah makanan yang kaya akan mineral dan gizi, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. Hindari makanan olahan berpengawet yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes. Sebab dua riwayat penyakit ini diketahui lebih rentan terserang COVID-19.

Baca juga: Apakah Ruangan Ber AC Membuat Virus Corona Menyebar?

Terus Terapkan Sosial Distancing

Kendati aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah dilonggarkan, bukan berarti kita bisa kembali ke kehidupan normal. Interaksi dengan orang lain tetap harus dibatasi karena ancaman selalu ada. Jaga jarak di mana pun berada, khususnya di tempat-tempat rawan kerumunan, seperti stasiun dan terminal. Upayakan berdiri kurang lebih 2 meter dengan orang sekitar.

Membiasakan Diri Menerapkan Etiket Kesehatan

Dalam dunia kedokteran ada etiket kesehatan terutama ketika sedang batuk dan pilek. Nah, etika ini berperan penting dalam menekan penyebaran virus corona. Sebab wabah ini menyebar melalui droplet (cairan) yang keluar dari mulut dan hidung, maka penting bagi kita untuk selalu menutup bagian mulut dan hidung ketika batuk maupun bersin dengan menggunakan tisu maupun lap khusus.  Namun, pastikan tidak membuang sisa sampah ke sembarang tempat karena bisa menjadi bibi penyakit yang menjangkit orang lain.

Biasakan Diri Memanfaatkan Teknologi

belanja online

Karena adanya anjuran diam di rumah saja, maka sebagian besar aktifitas fisik, seperti berbelanja atau mencari hiburan harus dilakukan dari dalam rumah. Nah, Anda bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan harian, mulai dari belanja bulanan hingga stok makanan. Manfaatkan berbagai jasa layanan pesan antar, e-commerce, dan sejenisnya untuk mengurangi aktifitas dil uar rumah. Ganti hiburan Anda yang biasa dihabiskan di mall dengan menonton berbagai film di rumah.

Hentikan Kebiasan Traveling

Tak dapat dipungkiri hal paling menyedihkan dari imbas virus corona ini adalah berkurangnya mobilitas, keluar maupun dalam negeri. Baik untuk kepentingan bisnis ataupun pribadi. Jika Anda terbiasa merencanakan liburan setiap tahun, kebiasaan ini harus dihentikan karena bisa jadi sepulang dari berlibur Anda menjadi pembawa virus.

Memang keputusan ini dapat mematikan industri pariwisata, tapi tidak ada cara lain yang bisa dilakukan. Jika traveling masih menjadi kebiasaan maka kemungkinan besar akan terus muncul kasus baru, bukan hanya dari dalam negeri namun juga karena kasus impor.

Jangan Egois

Ingatlah bahwa meski kini pembatasan sosial diberlakukan, bukan berarti Anda hidup sendirian. Selalu ada orang lain di sekitar kita yang bisa menjadi korban karena keegoisan atau keteledoran kita. Jika menyadari diri sedang tidak fit, jangan memaksakan diri keluar rumah hanya karena alasan bosan.

Sebaliknya jika tubuh masih terasa fit tidak perlu buru-buru memeriksakan diri ke rumah sakit dan memaksa petugas media melakukan tes swab virus corona. Sebab di luar sana mungkin ada yang lebih mendesak membutuhkan tes ini dibanding Anda. Hal yang pasti jika menyadari sedang sakit, lakukan isolasi mandiri dan tingkatkan imunitas tubuh.

Baca juga: New Normal di Indonesia: Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan

Itulah 5 kiat menghadapi new normal yang bisa Anda praktikan. Sebaiknya selalu ikuti anjuran pemerintah dalam setiap keputusan yang Anda ambil. Jangan mencoba melanggar peraturan atau bahkan tidak mengindahkan aturan yang dibuat pemerintah. Hal ini dikarenakan bukan hanya Anda yang terancam paparan COVID-19, tapi juga orang tua bahkan sanak saudara lainnya.

Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, buat kesehatan keluarga sebagai prioritas utama.

Comments are closed.