Sebelum Gunakan Obat Pencahar, Perhatikan Hal-Hal Ini!

Health

Kondisi pencernaan yang terganggu bisa dikarena kekurangan serat, hal itu bisa mengakibatkan sembelit, lantas apakah obat pencahar solusinya?

Pada beberapa kondisi, terkadang tubuh kita mengalami beberapa hal mengganggu yang tidak diduga. Diantaranya masalah pencernaan seperti sembelit, hal tersebut tentunya mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh menjadi tidak nyaman. Biasanya apabila mengalami sembelit Anda pasti berpikir untuk menggunakan cara instan seperti mengonsumsi obat pencahar.

Pencahar atau purgative adalah golongan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Obat ini mampu membersihkan kotoran atau feses di dalam usus yang umum digunakan sebelum tindakan medis, seperti operasi usus atau kolonoskopi. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi purgative, ada baiknya simak penjelasan di bawah ini terlebih dahulu ya.

Baca  juga: Perbedaan Cashless dan Reimbursement dalam Asuransi Kesehatan

Penyebab Masalah Pencernaan yaitu Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan kondisi sulit buang air besar (BAB). Dapat berupa tidak mampu BAB, tidak tuntas, atau bahkan sekadar frekuensi yang tidak teratur. Seseorang dapat dikatakan mengalami sembelit bila frekuensi BAB-nya kurang dari tiga kali per minggu. Keluhan ini dapat disertai dengan perut kembung, tekstur tinja keras, dan jumlahnya sedikit. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya:

mengenal obat pencahar

  • Pola makan yang kurang serat, atau minimnya konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran
  • Jarang berolahraga
  • Asupan cairan yang kurang
  • Obat-obatan, misalnya antidepresan, codeine, atau zat besi.

Jenis Purgative

Bagi penderita sembelit yang tidak kunjung membaik, penggunaan purgative atau laksatif dapat menjadi pilihan penanganan. Pemakaian pencahar wajib mengikuti anjuran dari dokter, karena tidak semua purgative aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Penggunaan purgative yang berlebihan dapat menyebabkan menurunnya fungsi saluran pencernaan dan ketergantungan obat.

Menurut cara kerjanya, purgative dapat dibedakan menjadi:

  • Purgative yang melunakkan tinja. Jenis purgative ini bekerja dengan cara memudahkan air di dalam saluran pencernaan untuk terserap ke tinja, sehingga melunakkan tekstur tinja.
  • Purgative untuk menstimulasi kerja usus. Purgative jenis ini bekerja dengan cara merangsang saraf di usus, sehingga mempercepat gerakan usus untuk membuang tinja.

Peringatan:

  • Walau beberapa purgative bisa didapatkan secara bebas di apotek, namun sebaiknya mintalah saran kepada dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Wanita hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum menggunakan purgative.
  • Jangan memberikan pencahar kepada bayi dan anak-anak (terutama usia di bawah enam tahun), tanpa saran dan anjuran dari dokter. Namun perlu diingat, konsultasi dokter perlu sebelum memberikan pencahar kepada anak sebagai obat sembelit.
  • Konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat ini kepada lansia.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan purgative jika menderita penyakit Crohn, kolitis ulseratif, penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan fungsi ginjal, perdarahan di dalam usus, radang usus buntu (apendisitis), obstruksi usus, diabetes mellitus tipe 2, atau kesulitan menelan.
  • Diskusikan kembali kepada dokter jika telah menggunakan purgative secara rutin untuk jangka waktu yang panjang, atau lebih dari satu minggu, karena dapat menyebabkan ketergantungan obat dan menurunkan kemampuan tubuh untuk buang air besar.
  • Beri tahu dokter bila sedang menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk herba atau suplemen, karena mungkin akan menimbulkan interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Apabila ada reaksi yang tidak dikehendaki seperti alergi atau overdosis, segera konsultasikan ke dokter.

Efek Samping Purgative

minum obat pencahar

Seperti obat-obat lain, purgative juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang ditimbulkan purgative, bergantung pada jenis purgative yang dikonsumsi. Namun, efek samping yang umumnya terjadi setelah mengonsumsi purgative berupa:

Baca juga: Ini Penyebab Diare yang Tidak Boleh Disepelekan

  • Perut kembung
  • Sering buang gas atau kentut
  • Nyeri atau kram perut
  • Merasa tidak enak badan
  • Dehidrasi yang dapat mengakibatkan sakit kepala dan warna urine lebih gelap dari biasanya.

Perkara kesulitan buang air besar atau konstipasi, tidak dapat dipandang remeh karena jika tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit penderitanya yang memutuskan untuk menggunakan purgative sebagai solusi. Namun konsumsi obat  ini perlu dilakukan dengan cermat untuk menghindari risiko dan efek samping.

Ada banyak jenis pencahar yang beredar di pasaran dengan cara kerja yang berbeda. Efektivitasnya pun bisa berbeda-beda pada masing-masing orang. Berikut ini tiga jenis pencahar yang paling umum digunakan:

  • Purgative osmotik: merangsang tubuh untuk meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga tinja menjadi lebih lunak dan mudah didorong keluar tubuh. Contoh: laktulosa.
  • Purgative yang berupa serat (fiber) atau bulking agents/bulk-forming: serat bekerja dengan cara meningkatkan kandungan air di dalam feses (tinja) sekaligus membuat tinja yang terbentuk menjadi lebih padat sehingga dapat melewati usus dengan mudah. Contoh: ispaghula husk.
  • Purgative stimulan: bekerja dengan rangsangan serta membantu otot melapisi saluran pencernaan guna mendorong feses atau mempercepat pergerakannya di dalam usus besar menuju anus. Contoh: sodium picosulphate.

Pada umumnya purgative osmotik lebih ringan cara kerjanya dibandingkan purgative stimulan. Namun penggunaan semua purgative sebaiknya dilakukan dengan cermat dan lebih dulu dikonsultasikan dengan dokter.

Panduan Konsumsi Purgative

memilih obat pencahar

Umumnya purgative tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain serbuk yang dilarutkan dalam air minum, kapsul atau tablet oral, kapsul yang dimasukkan ke anus, serta cairan atau gel yang dioleskan pada anus. Meski termasuk obat bebas, namun Anda disarankan untuk selalu membaca petunjuk penggunaan obat untuk mengurangi risiko efek samping atau risiko lainnya. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan panduan.

  • Sebagian purgative sebaiknya dikonsumsi pada waktu tertentu, seperti saat bangun tidur di pagi hari atau saat sebelum tidur di malam hari. Perhatikan aturan pemakaian purgative pilihan Anda.
  • Konsumsi pencahar jenis osmotik dapat menyebabkan dehidrasi. Pastikan mengonsumsi cukup cairan saat menggunakan obat ini.
  • Mengonsumsi pencahar perlu dengan takaran. Pencahar dalam dosis atau frekuensi tinggi dapat mengganggu keseimbangan tubuh, atau bahkan membahayakan kesehatan. Hal-hal negatif yang mungkin timbul seperti diare, ketidakseimbangan kadar mineral dan garam dalam tubuh, serta gangguan usus berupa penumpukan atau penyumbatan tinja.
  • Efek samping selalu ada di tiap obat. Itu sebabnya perlu diperhatikan pula efek samping konsumsi obat ini. Efek tersebut dapat berbeda-beda pada jenis obat yang berbeda pula. Beberapa efek samping umum meliputi mual, kembung, kram dan nyeri pada perut, buang angin, dan dehidrasi. Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala dan warna air urine lebih gelap dari biasanya.
  • Purgative tidak untuk digunakan terus-menerus. Segera hentikan penggunaan jika konstipasi Anda telah sembuh. Pemakaian jangka panjang berisiko menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (potasium, sodium, klorida, dan magnesium) yang mengatur sejumlah fungsi tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan lemas, kebingungan, kejang, dan detak jantung yang tidak normal.
  • Hindari penggunaan beberapa jenis purgative secara bersamaan. Selain mendatangkan efek samping yang tidak kecil, penggunaan purgative ganda tidak akan lebih efektif.

Jika konstipasi tidak juga sembuh dalam waktu lebih dari seminggu, sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasikan diri Anda ke dokter.

Namun, sebelum terburu-buru mengonsumsi pencahar, ada beberapa cara alami dan sehat untuk mengatasi dan mencegah konstipasi. Seperti olahraga teratur, konsumsi cukup air mineral, dan konsumsi buah maupun sayuran kaya serat adalah beberapa cara alami tanpa risiko yang disarankan. Jadi, selalu jaga kesehatan pencernaan Anda dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat. Jangan lupa berikan perlindungan kesehatan untuk keluarga Anda lewat produk terbaik dari Futuready, ya!

Baca juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Keluarga yang Bagus

Comments are closed.