Pahami Gejala dan Pengobatan Penyakit Hepatitis

Health

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Perlu pemahaman khusus tentang gejala dan pengobatannya agar tidak semakin parah.

Penyakit serius dan berat seringkali menjadi penyebab kematian orang di dunia. Mungkin beberapa penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa yang lazim diketahui orang adalah kanker dan tumor. Namun, nyatanya ada satu penyakit lagi yang dianggap mematikan di dunia, yaitu penyakit hepatitis.

Sebuah survey menunjukkan bahwa hepatitis merupakan penyakit yang paling banyak menelan korban jiwa nomor tiga di dunia. Tentu hal ini bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh. Hal ini diperparah dengan banyaknya penderita yang tak menyadari bahwa mereka terkena penyakit hepatitis.

Lalu, mengapa penyakit hepatitis sangatlah berbahaya dan mematikan? Sebab, penyakit hepatitis menyerang hati yang bisa dibilang salah satu organ terpenting pada tubuh manusia. Penyakit hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda, maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam. Namun, secara garis besar, penyebab dan gejala penyakit hepatitis terbilang sama. Mari kita lihat penyebabnya terlebih dulu!

Penyebab Penyakit Hepatitis

Pada dasarnya, penyebab penyakit hepatitis dibagi menjadi dua, yaitu hepatitis virus (infeksi virus) dan hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun).

Hepatitis Virus

Jenis penyakit hepatitis ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, dan jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan hubungan intim dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Tak hanya itu, penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus juga berasal dari konsumsi air atau makanan yang tidak sehat.

Hepatitis Non-Virus

Alkohol dapat melemahkan kerja hati sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi penyakit hepatitis. Bahkan, konsumsi alkohol bisa menyebabkan banyak penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (penumpukan lemak di hati dalam jumlah besar) atau sirosis (kerusakan hati).

Penyakit hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Saat kekebalan tubuh seseorang menurun, infeksi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Penderita penyakit hepatitis autoimun juga dapat memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit celiac, rheumatoid arthritis, dan kolitis ulseratif.

Salah satu penyebab banyak orang tak menyadari bahwa mereka terkena penyakit hepatitis tak lain karena gejala yang ditimbulkan sangatlah samar, terlebih pada fase awal. Hanya sedikit penderita yang dapat merasakan gejala tersebut dengan tingkat bervariasi. Gejala penyakit hepatitis ini bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang. Ada pun gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. Demam.
  2. Kelelahan.
  3. Kehilangan nafsu makan.
  4. Mual atau muntah.
  5. Nyeri lambung.
  6. Nyeri sendi atau otot.
  7. Buang air kecil atau besar yang tidak lazim.
  8. Warna kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice, tanda dari penyakit hati).
  9. Perasaan gatal.
  10. Perubahan mental, seperti kurangnya konsentrasi atau koma.
  11. Perdarahan dalam.

Minimnya gejala yang terlihat pada fase awal terjangkitnya penyakit hepatitis membuat sebagian besar penderitanya tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Hal tersebut jika dibiarkan berlarut-larut dapat membuat penyakit hepatitis menjadi semakin serius.

Bahkan, jika tidak ditangani dengan baik dan benar, penyakit hepatitis dapat menyebabkan penderitanya mengalami komplikasi. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit hepatitis dapat mengakibatkan sirosis (kerusakan hati permanen), dan pada akhirnya gagal hati. Jika hasil pemeriksaan rutin penderita menunjukkan virus hepatitis, Anda harus segera mendapatkan pengobatan.

Tahap pertama dari kerusakan hati adalah fibrosis, dimana terjadi pengerasan jaringan hati (kerusakan jaringan). Setelah sekian lama, fibrosis akan berubah menjadi sirosis — kerusakan jaringan yang parah pada hati. Bisa diperlukan waktu hingga 20 sampai 30 tahun bagi fibrosis untuk berkembang menjadi sirosis. Jaringan yang rusak menghalangi aliran darah ke hati. Menurut American College of Gastroenterology, sekitar 20% penderita hepatitis C kronis akan mengalami sirosis. Begitu sirosis terjadi, sekitar 50% pasien akan mengalami komplikasi yang mengancam nyawa dalam 5 sampai 10 tahun berikutnya.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa kanker hati dapat terjadi. Hepatitis C meningkatkan risiko kanker hati. Dokter bisa menganjurkan tes USG hati setiap 6 sampai 12 bulan. Tes ini akan menunjukkan jika ada tumor yang mulai terbentuk. Semakin cepat ditemukan, kanker hati semakin mungkin untuk diobati.

Bagi penderita yang sudah positif terkena penyakit hepatitis sebetulnya tak perlu khawatir. Sebab, penyakit satu ini sangat mungkin untuk disembuhkan. Namun, cara termudah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Beristirahat. Sebab, penderita penyakit hepatitis akan merasa sngat mudah lelah dan sakit serta tidak banyak memiliki energi
  2. Mengatasi mual. Cobalah untuk membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dan menghabiskannya perlahan dalam satu hari untuk mendapatkan cukup energi. Pilihlah makanan berkalori tinggi seperti jus buah-buahan atau susu daripada air putih.
  3. Istirahatkan hati. Hati bisa mengalami kesulitan dalam menyerap obat dan alkohol. Jangan minum alkohol selama terinfeksi hepatitis
  4. Hindari aktivitas seksual. Hepatitis bisa menular lewat aktivitas seksual. Hindari setiap akvitias seksual adalah cara teraman, tetapi penderita tetap bisa melakukan aktivitas seksual dengan alat pengaman
  5. Cuci tangan dengan benar setelah dari toilet. Virus hepatitis bisa menular dengan mudah dari feses ke tangan atau barang lainnya. Gosok tangan dengan kuat selama minimal 20 detik dan bilas secara menyeluruh. Keringkan tangan dengan tisu
  6. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain selama memiliki infeksi aktif. Penderita bisa dengan mudah menularkan infeksi ke orang lain

Penyakit hepatitis memang dapat menyerang siapa saja. Namun, jika Anda dapat menjaga gaya hidup yang baik, tenyu penyakit ini sangat kecil risikonya hinggap di tubuh Anda.

Comments are closed.