Dalam sebuah pemeriksaan, dr. Ronald Irwanto, Sp. PD. mendapati pasiennya memiliki kadar leukosit sangat tinggi, yaitu 40 ribu. Padahal kadar normalnya hanya sekitar 5.000-10.000. Tingginya kadar leukosit tersebut diketahui setelah dilakukan medical check up. Dari rangkaian medical check up yang dilakukan, ternyata pasien tersebut diketahui memiliki gejala penyakit leukemia (intisari-online.com, 27 Oktober 2011).

Medical check up memberikan manfaat untuk mengetahui gejala-gejala penyakit yang ada di dalam tubuh Anda. Medical check up ibarat sebuah buku rapor. Setelah mendapatkan pelajaran dan mengikuti ujian, Anda akan menerima hasilnya. Pola makan, olahraga, dan istirahat adalah ujian kesehatan Anda. Hasilnya bisa Anda lihat melalui medical check up.

Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan rutin agar Anda mengetahui kondisi kesehatan Anda dan risiko penyakit yang mungkin timbul. Menurut dr. Ronald, medical check up setidaknya perlu dilakukan satu tahun sekali. Hal tersebut dilakukan agar Anda bisa mengerti kondisi kesehatan Anda saat ini. Seandainya kondisi kesehatan tubuh Anda baik, hal tersebut harus dipertahankan. Bila kondisinya kurang baik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan cara pengobatan yang terbaik.

Apa yang diungkap dr Ronald tersebut sejalan dengan pernyataan dari Dr. William C. Shiel Jr., pengajar di Ilmu Kedokteran University of California tentang manfaat dari medical check up. Menurut Dr William, setidaknya ada 4 hal utama tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan:

  • bisa mengidentifikasi risiko penyakit kronis,
  • mendeteksi penyakit yang memiliki gejala jelas,
  • memperbarui data klinik kesehatan terbaru, dan
  • mendapatkan nasihat dari dokter mengenai perilaku hidup sehat.

Lebih jauh, menurut Dr William, hal paling utama yang bisa diperoleh dari cek up kesehatan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkin terjadinya berbagai macam penyakit. Sebab, menurut kajian dari U.S. Department of Health and Human Services, pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mendeteksi lebih dini berbagai macam kondisi kesehatan. Dalam kajian yang dinamai the U.S. Preventive Services Task Force tersebut, berhasil menemukan setidaknya 70 jenis penyakit penyebab kematian dan cacat di Amerika, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan lebih lanjut. (emedicinehealth.com, 16 Desember 2014).

Mengingat beberapa manfaat medical check up, Anda bisa bertanya ke dokter Anda, apa saja pemeriksaaan kesehatan yang perlu Anda lakukan. Menurut Melinda Ratini, DO dari Lower Bucks Hospital, St. Mary Medical Center Amerika Serikat (webmd.com, 5 Agustus 2014), pemeriksaan kesehatan tahunan secara umum meliputi:

  1. Riwayat kesehatan. Dokter akan mengecek riwayat kesehatan Anda dan mendengarkan keluhan yang Anda rasakan. Hal ini dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan terbaru, bila sebelumnya Anda pernah melakukan tes kesehatan.
  2. Pemeriksaan fisik pada tanda-tanda vital, meliputi:
  • Tekanan darah, detak jantung dan tingkat pernapasan. Dokter akan menggunakan stetoskop untuk memeriksa risiko penyakit jantung dan paru-paru.
  • Pemeriksaan fisik bermanfaat untuk mengumpulkan informasi kesehatan secara umum seperti kemampuan memori dan kecepatan mental. Tes ini juga bermanfaat untuk mengecek kondisi kesehatan kulit, kemampuan berdiri, dan berjalan.
  • Pemeriksaan kepala dan leher. Pemeriksaan ini meliputi bagian tenggorokan dan amandel, gigi dan gusi, telinga, hidung, sinus, mata, kelenjar dan getah bening, termasuk pemeriksaan untuk tiroid dan arteri karotid.Tiroid adalah salah satu kelenjar terbesar pada tubuh manusia yang terletak di bagian depan leher. Tiroid berfungsi mengatur kecepatan tubuh dalam membakar energi dan membuat protein. Sedangkan arteri karotid adalah pembuluh darah yang memasok oksigen ke otak. Letaknya ada di leher bagian samping, di bawah rahang.
  • Pemeriksaan perut. Cara pemeriksaan ini dengan menekan perut Anda untuk mendeteksi ukuran hati dan adanya cairan perut, mendengarkan suara usus dengan stetoskop, dan palpasi dengan lembut. Palpasi adalah pemeriksaan oleh dokter dengan meraba tubuh pasien. Palpasi bisa mendeteksi perubahan suhu tubuh, fungsi jantung, dan juga tumor.
  • Pemeriksaan syaraf meliputi pemeriksaan untuk kekuatan otot, refleks, keseimbangan tubuh, dan penilaian kondisi mental.
  • Pemeriksaan kulit meliputi pemeriksaan kondisi kulit dan kuku untuk melihat indikasi penyakit kulit atau bagian tubuh lainnya.
  • Pemeriksaan kaki dan tangan meliputi pemeriksaan perubahan pada fisik dan fungsi sensorik tubuh pada lengan dan kaki untuk melihat indikasi masalah sendi.

Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa perbedaan pemeriksaan kesehatan fisik berdasarkan jenis kelamin, yaitu:

  1. Pemeriksaan fisik pada pria, meliputi pemeriksaan testis, hernia, alat kelamin pria, dan prostat.
  2. Pemeriksaan fisik pada wanita, meliputi pemeriksaan:
  • Payudara, untuk mendeteksi risiko kanker payudara dan kelenjar getah bening.
  • Panggul (vulva, alat kelamin wanita, dan leher rahim) untuk mendeteksi risiko infeksi penyakit kelamin ataupun kanker serviks dengan metode test Pap Smear bila dibutuhkan.

Selain pemeriksaan fisik pada pemeriksaan kesehatan, tes laboratorium juga dibutuhkan untuk mengetahui tingkat kesehatan dan untuk mengidentifikasi risiko penyakit tertentu melalui rangkaian tes laboratorium seperti :

  • Pemeriksaan darah.
  • Panel kimia.
  • Tes urin.

Pemeriksaan tes laboratoriam lanjutan akan disarankan bila Anda sudah memiliki faktor risiko penyakit tertentu. Biasanya laboratorium kesehatan atau dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan darah untuk penyakit tertentu. Misalnya Anda memiliki risiko penyakit jantung, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau memiliki faktor risiko diabetes, Anda perlu melakukan tes gula darah. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai tes darah apa saja yang diperlukan.

Bila Anda ingin melakukan pemeriksaan kesehatan yang rutin untuk mendeteksi risiko penyakit lebih dini. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan untuk mengetahui rangkaian tes yang perlu Anda jalankan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya penyakit tertentu bisa dicegah dan tindakan yang diperlukan bisa segera dilakukan.

Sebarkan artikel ini pada relasi Anda melalui fitur jejaring sosial. Jangan lupa bagikan juga pengalaman Anda tentang pemeriksaan kesehatan melalui kolom di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *