Penyakit Angin Duduk: Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Health

Pernah Anda mendengar istilah penyakit angin duduk? Jika iya, tahukah Anda apa saja penyebab dan gejala yang timbul dari penyakit itu? Ini ulasannya!

Penyakit angin duduk atau bahasa kedokterannya disebut angina ini adalah suatu penyakit yang ditandai dengan nyeri dada akibat otot jantung kurang mendapatkan pasokan oksigen dari aliran darah. Pasokan darah ke otot jantung ini terganggu, karena adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya, karena penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba.

Namun, meskipun datang secara mendadak, tetapi ada beberapa gejala yang dirasa dan berpotensi mengidap penyakit angin duduk. Bukan hanya seputar gejala, tetapi ada penyebab lain yang bisa memberikan efek lebih cepat terserangnya penyakit ini. Berikut ini beberapa informasi penting yang mengupas tentang penyakit angin duduk.

Gejala Penyakit Angin Duduk

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda bahwa Anda terserang angin duduk. Jika memang Anda merasakan salah satu gejela di bawah ini, jangan dianggap remeh dan segera Anda mendapatkan perawatan lebih lanjut dari dokter.

  1. Nyeri dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
  2. Sesak napas.
  3. Tubuh terasa lelah.
  4. Mual.
  5. Pusing.
  6. Gelisah.
  7. Mengeluarkan keringat berlebihan.
  8. Pingsan.

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Penyebab Angin Duduk

Setelah membahas gejala-gejala dari penyakit ini ada beberapa penyebab yang mungkin tidak Anda sadari yang berdampak timbulnya penyakit. Salah satu kondisi yang riskan dari penyakit ini adalah kondisi jantung yang tidak berjalan dengan baik, karena kurangnya oksigen yang mengalir di dalam tubuh.

Darah untuk jantung dialirkan oleh dua pembuluh besar yang disebut sebagai pembuluh koroner. Angin duduk terjadi ketika pembuluh koroner tersebut mengalami penyempitan atau penyumbatan. Dilansir dari halodoc[dot]com, berikut ini beberapa penyebab angin duduk:

Angin Duduk Stabil

Aktivitas fisik (misalnya olahraga) adalah pemicu terjadinya angin duduk stabil. Saat seseorang berolahraga, jantungnya akan membutuhkan lebih banyak oksigen dari aliran darah. Jika pembuluh koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan, kebutuhan tersebut tidak akan tercukupi. Serangan angin duduk stabil juga dapat dipicu oleh hal lain, seperti merokok, stres, makan berlebihan, dan udara dingin.

Angin Duduk Tidak Stabil

Keadaan ini dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung. Nyeri dada akibat angin duduk tidak stabil akan tetap ada walaupun pengidap sudah beristirahat dan mengonsumsi obat. Serangan angin duduk tidak stabil ini dapat berkembang menjadi serangan jantung jika tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Angin Duduk, Ternyata Penyakit Berbahaya di Dunia

Angin Duduk Varian (Angin Duduk Prinzmetal)

Pada keadaan ini, arteri jantung menyempit sementara akibat spasme atau kekakuan pembuluh darah. Angin duduk varian dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Penyempitan sementara pada pembuluh darah ini menyebabkan pasokan oksigen dari aliran darah ke jantung menurun dan timbulah nyeri dada. Gejala pada angin duduk varian ini dapat diredakan dengan obat-obatan.

Selain itu, berikut ini beberapa penyebab lain dari penyakit ini, berikut ini ulasan selengkapnya:

  1. Kolesterol tinggi.
  2. Diabetes atau kencing manis.
  3. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  4. Stres.
  5. Obesitas.
  6. Merokok.
  7. Riwayat terkena penyakit jantung sebelumnya.
  8. Riwayat keluarga mengalami penyakit jantung.
  9. Kurang berolahraga.
  10. Usia di atas 45 tahun bagi pria dan di atas 55 tahun bagi wanita.

Baca juga: 5 Tip Menerapkan Pola Hidup Sehat

Diagnosis Angin Duduk

Selain menanyakan riwayat gejala yang dialami pengidap dan melakukan pemeriksaan fisik pada pengidap, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini:

  1. Elektrokardiogram (EKG). EKG atau rekam jantung dapat digunakan untuk melihat apakah aliran darah pengidap mengalami penurunan atau gangguan.
  2. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kerusakan otot jantung akibat terganggunya aliran darah atau bagian jantung yang kurang mendapatkan aliran darah.
  3. Tes ketahanan jantung (Exercise Tolerance Test). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung saat melakukan aktivitas fisik sebelum timbul gejala angin duduk.
  4. Skintigrafi jantung. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui aliran darah dalam pembuluh darah tersebut mengalami gangguan.
  5. Angiografi pembuluh darah koroner. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan dan seberapa parah penyumbatan tersebut.
  6. Pemeriksaan darah. Kerusakan jantung akibat serangan jantung, dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan mengukur kadar enzim jantung dalam darah untuk mengetahuinya.
  7. X-ray dada (rontgen). Pemeriksaan ini untuk melihat apakah gejala yang dirasakan pengidap disebabkan oleh kondisi selain angin duduk atau untuk melihat adanya pembesaran jantung.
  8. CT scan jantung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya dan seberapa parah penyempitan pada pembuluh jantung serta apakah ada pembesaran jantung yang tidak terlalu tampak dari hasil X-Ray dada.

Pencegahan Angin Duduk

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk angin duduk antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Berolahraga.
  2. Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung.
  3. Menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung.
  4. Menjaga berat badan ideal.
  5. Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  6. Berhenti merokok.

Itulah beberapa hal penting seputar dari penyakit ini. Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit, hidup sehat merupakan salah satu langkah yang bisa Anda lakukan agar tubuh tetap prima. Misalnya, mulai mengonsumsi makanan yang sehat, mengurangi berbagai hal yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit, olahraga yang cukup, dan langkah-langkah lainnya yang memberikan efek baik untuk tubuh.

Lebih baik melakukan pencegahan dari pada mengobati. Maka, sebelum gangguan kesehatan ini menyerang diri Anda dan anggota keluarga, ajaklah mereka semua untuk menerapkan pola hidup sehat. Bila dilakukan bersama-sama, Anda memiliki semangat lebih untuk melakukan berbagai kegiataan fisik dan menjaga pola hidup sehat.

Comments are closed.