Kenali Lebih Dalam Seputar Penyakit Autisme

Health

Penyakit autisme seringkali membuat orangtua resah. Sebab, penyakit ini menyerang anak-anak bahkan sejak dari dalam kandungan.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memiliki anak yang sehat serta dapat tumbuh dengan baik sebagaimana anak-anak pada umumnya. Tapi, kita tentu sadar bahwa anak memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang rentan terserang berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Dari sekian banyak penyakit, salah satu penyakit yang paling dikhawatirkan oleh orangtua tentu autisme. Sejatinya, penyakit autisme berbeda dengan penyakit lainnya. Sebab, penyakit ini tidak menyerang daya tahan tubuh anak melainkan pikiran dan mental. Agar lebih paham soal peyakit satu ini, mari kita simak bersama penjelasannya di bawah ini!

Definisi Penyakit Autisme

Autism Spectrum Disorder atau autisme adalah kelainan neurologis dan perkembangan yang dimulai pada masa kanak-kanak dan bertahan seumur hidup. Autisme dapat mempengaruhi anak dalam interaksi sosial, berkomunikasi secara verbal dan non verbal, serta perilaku. Anak dengan autisme mengalami kesulitan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Hal ini membuat mereka sangat sulit untuk mengekspresikan diri baik dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. Selain itu, anak dengan autisme juga cenderung melakukan hal yang diulang-ulang dan memiliki ketertarikan yang sempit dan obsesif. Seseorang dengan sindrom autisme sangat sensitif sehingga ia mungkin akan sangat terganggu, bahkan tersakiti oleh suara, sentuhan, bau, atau pemandangan yang tampak normal bagi orang lain. Autisme bervariasi dalam tingkat keparahan dan gejala. Dalam beberapa kasus, autisme juga dapat tidak disadari, khususnya autisme ringan pada anak atau jika ada kelainan lain yang lebih parah sehingga gejala autisme jadi terabaikan. Para ilmuwan tidak yakin dengan penyebab autisme, namun hal yang mungkin berperan yaitu genetik dan lingkungan.

Baca juga: Penyakit Bipolar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Tanda dan Gejala Penyakit Autisme

Beberapa gejala autisme dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala biasanya dimulai saat masih kecil, bahkan usia 1-2 tahun. Tanda-tanda autisme adalah:

  1. Tenang dan pasif.
  2. Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja.
  3. Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut.
  4. Lebih suka menyendiri.
  5. Tidak peduli saat orang bicara dengannya, namun merespons suara lain.
  6. Mengikuti sikap atau perilaku, seperti menjetikkan jari, menyusun objek, dan memiliki kebiasaan/ritual yang harus dilakukan.
  7. Sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas.
  8. Sulit mengekspresikan kebutuhannya menggunakan kata-kata umum atau gerakan.
  9. Anak yang lebih besar dapat terlalu sensitif pada suara, bau, sentuhan, atau rasa.
  10. Mereka kurang dapat berimajinasi.
  11. Terlambat bicara.

Sejatinya, gejala autisme digolongkan dalam dua kategori, yaitu:

  1. Kategori Pertama: Penyandang autisme dengan gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Gejala ini dapat meliputi masalah kepekaan terhadap lingkungan sosial dan gangguan penggunaan bahasa verbal maupun non verbal.
  2. Kategori Kedua: Penyandang austime dengan gangguan yang meliputi pola pikir, minat, dan perilaku yang terbatas serta bersifat pengulangan. Contoh gerakan repetitif, misalnya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, serta merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Penyebab Penyakit Autisme

Ilmuwan tidak mengetahui penyebab pasti autisme namun menyatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam autisme. Hal yang menjadi perhatian khusus yaitu autisme meningkat pada dekade ini tanpa diketahui alasannya. Peneliti menemukan sejumlah gen berhubungan dengan kelainan ini. Dalam pencitraan pada penderita autisme ditemukan perbedaan pada perkembangan beberapa area otak. Studi menyatakan bahwa autisme dapat merupakan hasil dari gangguan pertumbuhan otak normal di awal. Gangguan ini dapat merupakan hasil efek gen yang mengontrol perkembangan otak dan pengaturan bagaimana sel otak berhubungan satu sama lain. Autisme lebih sering terjadi pada anak yang lahir prematur. Faktor lingkungan juga berperan dalam fungsi dan perkembangan gen, namun faktor lingkungan tersebut belum diketahui secara spesifik. Teori bahwa cara orangtua membesarkan anak adalah salah satu faktor autisme belum terbukti. Beberapa studi menunjukkan bahwa vaksinasi untuk mencegah penyakit infeksi anak-anak tidak akan meningkatkan risiko autisme.

Faktor Risiko Penyakit Autis

Setiap anak berisiko terkena penyakit ini. Tapi, ada beberapa faktor risiko yang memperbesar kemungkinan sang anak terkena autisme, beberapa di antaranya adalah:

  1. Jenis kelamin: Autisme terjadi 5 kali lebih sering pada laki-laki dibanding wanita.
  2. Riwayat keluarga: Keluarga yang memiliki anak autis mungkin akan memiliki anak autis lain.
  3. Penyakit lain: Autisme cenderung terjadi lebih sering pada anak dengan genetik atau kondisi kromosom tertentu, seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous.
  4. Bayi prematur: Autisme lebih tering terjadi pada bayi prematur. Biasanya bayi lebih berisiko jika lahir sebelum 26 minggu.
  5. Usia orangtua: Peneliti menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia orangtua dengan anak autisme. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan ini.

Baca juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Anak

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pengobatan Penyakit Autisme

Sejauh ini, anak yang mengidap autisme dapat diobati asalkan kondisinya belum parah dan diketahui sejak dini. Adapun cara mengobati penyakit ini antara lain:

  1. Terapi bicara dan bahasa: Metode untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autis, melalui latihan bicara dan dukungan interaktif audio-visual.
  2. Terapi okupasional: Terapi yang membantu anak berkembang dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan bekerja normal setiap hari.
  3. Terapi fisik: Terapi yang meningkatkan perkembangan fisik dengan metode fisik seperti pijat dan latihan.

Setelah membaca ini, tentu Anda tak perlu lagi khawatir berlebihan jika anak Anda mengidap penyakit autisme, karena penyakit ini bisa disembuhkan dengan terapi yang tepat. Tetap semangat dan selalu berpikir positif bahwa anak Anda merupakan karunia terhebat yang diberikan oleh Tuhan.

Comments are closed.