Penyakit Cacar Air, Gejala hingga Pengobatannya

Health

Penyakit cacar air merupakan penyakit yang sangat mengganggu. Tapi, tak perlu khawatir karena penanganannya sederhana dan bisa dilakukan di rumah.

Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat, tak terkecuali Anda, bukan? Saat tubuh kita sehat, tentu kita dapat beraktivitas dengan optimal. Tapi, rasanya kita pasti pernah terjangkit penyakit, baik ringan maupun berat. Saat sakit, otomatis kita butuh waktu untuk istirahat dan bila perlu mendapatkan penanganan medis agar tubuh kembali sehat dan dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.

Sejatinya, semua penyakit pasti rasanya sangat mengganggu. Bahkan, tak sedikit penyakit yang tak hanya mengganggu aktivitas, tapi juga membuat kita menjadi tidak percaya diri karena penyakit tersebut dapat dilihat orang lain, salah satunya adalah penyakit cacar air.

Penyakit ini infeksi yang disebabkan virus varicella zoster. Penderita yang terinfeksi virus ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh. Penyakit satu ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang tua, baik pria dan wanita.

Agar tahu lebih dalam seputar penyakit cacar air, mari kita lihat bersama di bawah ini!

Gejala Penyakit Cacar Air

Biasanya, gejala cacar air muncul setelah 10 hingga 21 hari tubuh terpapar virus varicella. Beberapa gejala cacar air ditandai dengan:

  1. Demam.
  2. Pusing.
  3. Lemas.
  4. Nyeri tenggorokan.
  5. Selera makan menurun.
  6. Ruam merah, yang biasanya berawal dari perut, punggung, atau wajah, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Ruam tersebut berwarna merah, kecil, dan berisi cairan. Kemunculan ruam ini terjadi secara bertahap dan bertambah banyak selama dua hingga empat hari.

Terdapat tiga tahap perkembangan ruam sebelum mencapai tahap penyembuhan. Tahap tersebut berupa:

  1. Ruam merah menonjol.
  2. Ruam mejadi seperti luka lepuh berisi cairan (vesikel), yang dapat pecah dalam beberapa hari.
  3. Luka lepuh yang pecah menjadi kerak kering, dan dapat hilang dalam waktu beberapa hari.

Ketiga tahap perkembangan ruam cacar air dalam tubuh tidak berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Ruam baru bermunculan secara terus-menerus selama masih terjadi infeksi, dan baru mereda hingga hilang sepenuhnya dalam waktu 14 hari.

Kondisi lebih parah dapat terjadi pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau bayi baru lahir, di mana penyebaran ruam dapat semakin luas. Selain itu, penderita dalam kondisi tersebut juga perlu memperhatikan tanda-tanda terjadinya komplikasi, di antaranya:

  1. Ruam menyebar pada satu atau kedua belah mata.
  2. Warna ruam menjadi sangat merah dan hangat, yang menunjukkan terjadi infeksi bakteri sekunder.
  3. Ruam diikuti keluhan pusing, disorientasi, detak jantung yang cepat, napas pendek, tremor, kehilangan koordinasi otot, muntah, batuk yang semakin parah, leher kaku, atau demam melebihi 39 derajat Celsius.

Penyebab Penyakit Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh virus, yang mudah menular melalui percikan ludah, serta kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko cacar air, di antaranya:

  1. Belum pernah mendapat imunisasi cacar air.
  2. Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
  3. Bekerja di tempat umum, seperti di sekolah atau rumah sakit.

Faktor Risiko Penyakit Cacar Air

Siapa pun yang belum pernah terpapar atau tertular virus sangat berisiko terkena cacar air. Namun, risikonya akan meningkat pada:

  1. Orang yang baru saja melakukan kontak dengan pengidap cacar air.
  2. Anak berusia di bawah 12 tahun.
  3. Orang yang merokok.
  4. Wanita hamil yang belum pernah terkena cacar air.
  5. Orang yang belum pernah melakukan vaksin cacar air.
  6. Orang dewasa yang tinggal dengan anak-anak.
  7. Bekerja di sekolah atau tempat penitipan anak di mana virus sangat rentan menyebar luas.
  8. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau obat-obatan tertentu.

Paparan virus melalui infeksi aktif sebelumnya atau vaksinasi mengurangi risiko terjangkitnya penyakit yang satu ini.

Pengobatan Penyakit Cacar Air di Rumah

Tidak Menggaruk Lepuhan

Menggaruk area kulit yang gatal hanya akan memperparah lepuhan. Menggaruk bisa memperlambat penyembuhan, meningkatkan risiko luka serta infeksi, dan menyebabkan jaringan parut. Untuk itu, Anda perlu menahan diri untuk tidak menggaruk lepuhan secara sadar.

Sayangnya, saat tidur menjadi momen di mana Anda secara tak sadar bisa menggaruk kulit. Menggunting kuku dan menjaganya tetap bersih menjadi cara tepat untuk mencegah luka akibat menggaruk kulit. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sarung tangan dan kaus kaki saat tidur agar kulit tidak terluka meski tergaruk.

Kompres Teh Chamomile

Teh chamomile bisa membantu menenangkan area kulit yang gatal. Teh herbal ini mengandung antiseptik dan antiradang yang bagus untuk mengurangi gejala pada penyakit cacar air. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu melarutkan dua hingga tiga kantong teh chamomile dalam sebaskom kecil air hangat.

Kemudian, rendam kain, handuk, atau kapas ke dalam larutan teh. Setelah itu, tempelkan handuk ke area kulit yang gatal. Setelah selesai, tepuk-tepuk kulit hingga mengering.

Mandi Baking Soda

Anda juga bisa menggunakan baking soda untuk campuran mandi. Sama seperti oatmeal, baking soda juga membantu meredakan gatal. Tambahkan baking soda sekitar lima sampai tujuh sendok makan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Kemudian, berendamlah sekitar 15 sampai 20 menit.

Mengoleskan Losion Calamine

Calamine mengandung berbagai zat yang bisa menenangkan kulit salah satunya zinc oxide. Gunakan losion ini untuk membantu mengurangi rasa gatal yang mengganggu. Anda hanya perlu mengoleskan losion dengan menggunakan jari bersih atau kapas pada area yang gatal. Namun, jangan gunakan losion pada lenting di sekitar mata.

Mandi Oatmeal

Rasa gatal yang teramat sangat menjadi salah satu masalah utama saat terkena cacar air. Mandi oatmeal dalam bak air hangat bisa jadi salah satu solusinya.

Jenis yang biasanya digunakan merupakan oatmeal koloid yang digiling menjadi  bubuk halus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology menemukan fakta bahwa bahan ini mengandung antioksidan dan antiradang,

Oatmeal koloid juga membantu melembapkan kulit dan berfungsi sebagai emolien untuk mengatasi kulit kering. Selain itu, oatmeal koloid juga memiliki kadar pati yang tinggi untuk membantu menenangkan dan melindungi kulit.

Penyakit cacar air memang sangat mengganggu. Tapi, setelah membaca penjelasan di atas, tentu Anda tak perlu khawatir berlebihan karena penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan baik. Tetap jaga kesehatan Anda ya!

Comments are closed.