Penyakit Depresi: Tahukah Anda Apa Saja Penyebabnya?

Health

Tanpa disadari, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyakit depresi muncul di dalam kesehatan Anda. Hampir semua penyebab itu bersumber dari kebiasaan sehari-hari. Apa saja itu?

Depresi adalah suatu kondisi atau gangguan kesehatan mental yang bisa memengaruhi pola pikir, suasana hati dan cara berinteraksi sehari-hari. Penyebab depresi bisa terjadi karena banyak hal seperti trauma, sedih berkepanjangan, masalah finansial, hingga masalah pekerjaan. Sehingga perasaan akan menjadi putus harapan dan kehilangan hal-hal yang dulu bisa menghibur, dan sering menyalahkan diri sendiri.

Depresi bisa memengaruhi perasaan Anda, cara berpikir dan berperilaku, serta dapat membuat Anda memiliki berbagai masalah emosi dan fisik. Jika rasa sedih berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, mengganggu pekerjaan atau kegiatan lain dengan keluarga atau teman, atau berpikir untuk bunuh diri, kemungkinan ini adalah depresi. Diskusikan dengan dokter Anda jika Anda merasakan gejala depresi.

Baca juga: Penyakit Bipolar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Penyebab Depresi

Hingga saat ini masih belum ada yang bisa memastikan apa saja penyebab dari penyakit depresi. Namun, banyak faktor yang dapat memicu depresi, termasuk genetika, biologi, dan kimia otak, dan peristiwa kehidupan seperti trauma, kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang gagal, pengalaman anak usia dini, atau situasi stres. Selain itu, ada penyebab lain yang membuat timbulnya penyakit depresi.

Merokok

Orang yang menderita depresi sering dikaitkan dengan kecenderungan merokok. Zat yang ada dalam rokok nikotin bisa memengaruhi aktivitas saraf dalam otak, sehingga meningkatkan kadar dopamine dan serotonin. Zat-zat tersebut bisa mengakibatkan depresi, inilah yang membuat rokok bersifat adiktif.

 Waktu Tidur Kurang

Tidur merupakan kebutuhan penting dalam hidup manusia setiap harinya. Waktu tidur yang kurang bisa menggangu kinerja sel-sel otak, menjadi mudah marah dan kesal. Penyebabnya mungkin bisa dari sering bergadang, lalu pada pagi harinya sudah harus bangun lagi lalu beraktivitas. Tentunya hal tersebut membuat menjadi mood menjadi tidak baik, di satu sisi masih butuh istirahat dan di sisi lain banyak aktivitas yang harus dikerjakan. Kalau ini rutin terus terjadi, bisa menyebabkan depresi.

Terlalu Banyak Menggunakan Media Sosial

Fenomena ini sering terjadi dan salah satu alasan utama seseorang menjadi depresi, terutama di kalangan remaja. Media sosial kalau digunakan dengan baik tentu akan baik juga, tapi kalau salah digunakan hasilnya menjadi bumerang bagi diri sendiri. Para netizen remaja yang menjadikan media sosial sebagai ajang untuk menunjukkan siapa yang lebih hebat dan baik, biasanya melalui foto. Hal ini tanpa disadari, bisa membuat efek buruk bagi para orang dan pengikut di jejaring sosialnya. Sehinga bisa timbul rasa iri, benci, dan menyesali kenapa diri sendiri tidak bisa seperti itu. Ini yang bisa menjadi penyebab depresi, sehingga orang menjadi tidak percaya diri.

Ketergantungan Serial TV

Banyak sekali orang yang sering menonton tv seri, dan merasa hampir separuh hidupnya berada di film tersebut, karena pengaruh ikatan kuat dalam peran yang dimainkan oleh aktor atau aktris tersebut. Sehingga pada saat tayangan kesayangannya berakhir masa tayangnya, mempunyai kecenderungan deperesi terhadap kebiasaan yang sering dilakukannya.

Baca juga: Daftar Pekerjaan Bebas Stres dan Tidak Membosankan

Jenis-jenis Penyakit Depresi

Dilansir dari hellosehat.com, berikut ini jenis-jenis depresi:

Major Depression (Clinical Depression)

Depresi berat yang ditandai dengan gejala depresi konstan. Gejala yang menyerang bisa parah ataupun ringan, dan biasanya berlangsung selama sekitar enam bulan. Depresi berat merupakan kondisi berulang. Namun pada beberapa kasus, orang bisa saja mengalaminya hanya sekali seumur hidup.

Dysthymia

Dysthmia memiliki gejala depresi ringan yang cenderung bertahan lama (sedikitnya dua tahun). Jika Anda memiliki dysthymia, suasana hati Anda mungkin buruk dan Anda mungkin terbiasa berpikir bahwa sifat tersebut merupakan “jati diri Anda”. Gejala depresi ini tidak boleh dianggap remeh, karena dapat mencegah Anda menikmati hidup seutuhnya.

Persistent Depressive Disorder

Jenis depresi ini setidaknya bertahan selama dua tahun dan gejalanya mirip dengan major depression. Anda bisa saja memiliki gejala ringan atau sedang dengan periode gejala yang lebih singkat.

Psychotic Depression

Jenis depresi ini adalah kombinasi dari depresi dan psikotik. Selain suasana hati yang rendah saat mengalami depresi, orang dengan psychotic depression mungkin kehilangan kesadaran diri atas realitas dengan memercayai hal-hal yang orang lain tidak bisa dengar atau lihat.

Baca juga: Dampak Buruk dan Cara Mengatasi Pikiran Negatif

Postpartum Depression

Jenis depresi ini terjadi pada ibu yang baru setelah melahirkan. Postpartum depression jauh lebih serius daripada baby blues. Sebanyak 70-80 persen ibu baru terserang baby blues, sementara hanya 10-15 persen ibu yang menderita postpartum depression, ketika gejalanya lebih intens dan bertahan lebih lama.

Bipolar Disorder (Manic Depression)

Seseorang akan mengalami depresi bergantian dengan manic depression. Siklus ini dapat menyebabkan perilaku impulsif, hiperaktif, dan bicara cepat.

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Jenis depresi ini sering terjadi pada musim gugur atau musim dingin ketika hari menjadi lebih pendek dan bertahan sampai hari cerah di musim semi atau awal musim panas. Beberapa orang mungkin mengalami SAD untuk waktu yang singkat di musim panas.

Gejala Timbul Akibat Penyakit Depresi

Beberapa gejala psikologi yang timbul dari penyakit depresi:

  1. Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  2. Mudah panik dan cemas.
  3. Mudah sedih.
  4. Merasa bersalah.
  5. Merasa tidak berharga.
  6. Tidak percaya diri.
  7. Mudah sensitif.
  8. Berpikir untuk bunuh diri.

Gejala Fisik Akibat Penyakit Depresi

Inilah tanda-tanda gejala fisik yang timbul dari penyakit depresi:

  1. Badan sering lelah.
  2. Pola tidur tidak benar.
  3. Bergerak berbicara lebih lambat.
  4. Sulit berisitirahat.
  5. Berat badan berubah.
  6. Sakit kepala.

Penyakit depresi dibutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat, karena si penderita bisa mengganggu hubungan dengan orang sekitar. Beberapa kasus yang pernah terjadi, depresi berat bisa mengakibatkan seseorang hilang keinginan untuk hidup dan mempunyai niat untuk bunuh diri.

Jadi ketika mengalami tanda-tanda penyakit depresi yang dialami selama dua minggu, segera konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemulihan.

Comments are closed.